Wikipedia:Pedoman penamaan/Bahasa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tanpa konsensus Usulan proposal Wikipedia ini tidak mendapatkan konsensus. Jika Anda ingin menghidupkan kembali diskusi berhubungan dengan proposal ini, gunakan halaman diskusi atau carilah masukan yang cukup lewat forum seperti Warung Kopi.

Pedoman: Judul artikel tentang suatu bahasa diawali dengan kata "bahasa". (lihat: Bahasa)

  1. Jika nama diri bahasa tersebut unik, maka peralihannya dapat dibuat ke bahasa tersebut. Misalkan, Bahasa Esperanto, dan Esperanto dialihkan ke Bahasa Latin.
  2. Jika nama diri bahasa tersebut tidak unik:
    1. dapat dibuatkan halaman disambiguasi. Misalkan, Bahasa Latin, dan Latin dialihkan ke Bahasa Latin.
    2. dapat dibuatkan artikel tentang nama diri entitas tersebut. Misalnya Bahasa Inggris, namun Inggris merupakan halaman tersendiri.

Nama bahasa pemrograman[sunting sumber]

  1. Jika nama diri bahasa tersebut unik, tidak perlu diberi embel-embel "bahasa pemrograman". Misalkan, VBScript
  2. Jika nama diri bahasa tersebut tidak unik, perlu diberi akhiran di dalam tanda kurung "(bahasa pemrograman). Misalkan, C (bahasa pemrograman)
  3. Jika nama diri bahasa tersebut unik dalam bahasa Indonesia tetapi berpotensi membingungkan jika diterjemahkan, maka dibuat hatnotes di kepala halaman untuk menjelaskan bahwa artikel tersebut bukanlah artikel yang satunya. Misalkan Bahasa Java bukanlah Bahasa Jawa.
  • Masing-masing artikel perlu dibuatkan redireksi dalam format "Bahasa <nama diri>", misalkan Bahasa VBScript, Bahasa C, dan Bahasa Java dan dalam format "<nama diri> (bahasa pemrograman)". (jangan lupa cantumkan {{A bahasa}} pada halaman pengalihannya)

Rumpun bahasa[sunting sumber]

Rumpun bahasa dan kelompok bahasa dituliskan dalam bentuk jamak. Misal, bahasa-bahasa Niger-Kongo. Biasanya, pengalihan dari bentuk tunggal tidaklah diperlukan. "Bahasa-bahasa <nama diri>" lebih dipilih daripada "Rumpun bahasa <nama diri>" karena membiarkan natur dari pengelompokan tersebut (genetis, geografis, atau lainnya) tetap menjadi pertanyaan terbuka, terutama untuk rumpun-rumpun bahasa kontroversial.