Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan/Disetujui/September 2021

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
CATATAN PENUTUP
Artikel ini sudah ditinjau secara komprehensif dan sudah dibaca oleh orang yang paham mengenai biologi. Terima kasih atas kerja keras peninjau dan penerjemah. Danu Widjajanto (bicara) 1 September 2021 08.07 (UTC)[balas]
Diskusi di bawah adalah arsip dari pengusulan artikel pilihan. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.

Artikel ini disetujui.


Siklus menstruasi[sunting sumber]

Pengusul: Glorious Engine (b • k • l)
Status:    Selesai

Sudah dikembangkan oleh bung Handarii. Sangat cocok untuk dipasang di HU pada Hari Kesehatan Nasional (12 November) --Glorious Engine (bicara) 27 Juli 2021 00.01 (UTC)[balas]

Mungkin bung @RianHS tertarik dengan artikel ini? :) Danu Widjajanto (bicara) 27 Juli 2021 05.45 (UTC)[balas]
Beliau katanya mau jadi peninjau --Glorious Engine (bicara) 27 Juli 2021 05.50 (UTC)[balas]

Komentar RianHS[sunting sumber]

Terima kasih banyak atas kerja keras Bung Handarii yang menerjemahkan artikelnya dengan sangat baik. Semoga bisa tayang sesuai target pengusul. Saya hanya melihat artikelnya sekilas dan baru akan membacanya dengan detail beberapa hari ke depan atau mungkin pada akhir pekan ini. Sementara ini, ada dua hal:

Judul artikel

Bukankah "siklus menstruasi" lebih sering dipakai dibandingkan "siklus menstrual"? Dalam bahasa Inggris, menstrual termasuk kata sifat, sedangkan menstruation tergolong kata benda. Kalau dijadikan frasa bahasa Inggris, menstrual memang cocok. Namun, dalam bahasa Indonesia, menstruasi tidak punya bentuk adjektiva sehingga kita lebih sering mendengar dan membaca "siklus menstruasi".

Di glosarium kedokteran, kata menstrual muncul lima kali dan lebih banyak diterjemahkan sebagai haid alih-alih menstrual. Di glosarium biologi munculnya satu kali dan diterjemahkan sebagai "daur haid; siklus menstruasi". Penelusuran Google dan Google Scholar pun menunjukkan "siklus menstruasi" jauh lebih banyak digunakan.

 Selesai Siklus menstrual diganti jadi siklus menstruasi --Glorious Engine (bicara) 27 Juli 2021 15.19 (UTC)[balas]

Kalau kita sepakat mengganti menstrual dengan menstruasi, ada frasa-frasa lain yang juga perlu diganti:

  • fase menstrual
  • sindrom pramenstrual
  • gangguan disforik pramenstrual → diterjemahkan sebagai "gangguan disforik prahaid" di Glosarium Kedokteran

"Ovarian" dan "uterin" juga seperti itu. Kalau ini kelihatannya lebih rumit. Mari kita buat daftar istilahnya.

  • siklus ovarian
  • folikel ovarian
  • kista ovarian
  • siklus uterin
  • lapisan uterin
  • alat hormonal intrauterin

Apakah kata versi adjektiva juga diubah menjadi nomina (ovarium dan uterus) atau dibiarkan saja? Glosarium dan kateglo.com ternyata tidak konsisten: ovarian bisa menjadi ovari, ovarian, atau ovarium, sedangkan uterine bisa menjadi uteri, uterin, uterina, dan uterus. Colek IvanLanin, mohon pendapatnya jika berkenan.

Saya mohon izin memberi sudut pandang yang lain. Saya sendiri setuju dengan penggunaan nomina saja dibandingkan perubahan kata menjadi berakhiran -in/-an. Menimbang adanya program wajib belajar 9 tahun, sepertinya buku biologi untuk SMA laik dijadikan referensi frasa yang lazim dikenal awam, salah satunya adalah terbitan PT Bumi Aksara dan ditulis oleh Prawirohartono dan Hidayati; saya mendapati bahwa istilah "siklus menstruasi", "siklus ovarium", dan "siklus uterus" digunakan. Ngomong-ngomong, dalam kaitannya dengan "siklus menstruasi", saya menyarankan agar di ruang diskusi lain (?) (bagian) artikel ini [1] yang juga membahas fase-fase menstruasi dihapus karena referensi yang kurang adekuat untuk masalah medis. Terima kasih~ Handarii (bicara) 27 Juli 2021 12.16 (UTC)[balas]
@Handarii: Di revisi yang mana ya, bagian teks yang dihapus? — RianHS (bicara) 28 Juli 2021 13.52 (UTC)[balas]
Eh gimana, Mas, yang mana yang mau dihapus? Kalau yang kemarin saya hapus di Siklus menstruasi, saya tinggalkan catatan di riwayat; itu pengubahan sekretoris -> sekretori dan anovulatoris -> anovulatori mengikuti istilah yang umum. Handarii (bicara) 28 Juli 2021 15.32 (UTC)[balas]
@Handarii: Oh, saya kira Mas menyarankan kalau ada ruang diskusi lain di artikel menstruasi. "Fase-fase menstruasi" yang punya masalah referensi? — RianHS (bicara) 29 Juli 2021 12.11 (UTC)[balas]
Kalau itu, tadinya saya berubah pikiran dan mau bilang, mungkin enaknya langsung dikembangkan saja ya... tapi ternyata artikel di en.wiki-nya juga butuh rujukan, belum bisa jadi bahan. Saya usul dibiarkan saja dengan templat peringatan butuh rujukan seperti versi saat ini atau dihapus karena pembaca mungkin bingung dengan informasi yang tumpang tindih dan berbeda dengan pada artikel siklus menstruasi ini.Handarii (bicara) 29 Juli 2021 12.33 (UTC)[balas]

 Selesai Menstrual diganti jadi menstruasi, ovarian diganti jadi ovarium dan uterin diganti jadi uterus --Glorious Engine (bicara) 27 Juli 2021 15.19 (UTC)[balas]

Penyangkalan medis

Soal pemasangan {{Penyangkalan medis}} seperti yang dibahas di Istimewa:Diff/18773987 dan Istimewa:Diff/18790190, saya juga berpendapat bahwa templat ini perlu dipasang. Di artikel versi bahasa Inggris templatnya tidak dipasang karena memang tidak ada (cek d:Q5616976). Lokasi pemasangannya mungkin lebih baik di bawah subjudul "Kesehatan menstrual menstruasi". Templat ini biasanya (atau selalu?) dipasang di bagian atas artikel. Kalau mau dipasang di subjudul, pilihannya:

  • Langsung saja disunting dengan menambahkan frasa baru: Artikel atau bagian artikel ini memberikan informasi ...
  • Buat templat baru, misalnya {{section penyangkalan medis}}
  • Dimodifikasi dengan parameter → saya tidak mengerti caranya. Bung Rachmat04 atau Hidayatsrf apa bisa membantu? Siapa tahu punya pendapat juga.

Terima kasih. — RianHS (bicara) 27 Juli 2021 10.47 (UTC)[balas]

Paragraf pembuka[sunting sumber]
  • Hatnote-nya lebih baik pakai about atau for, bukan see also.
  • Ada dua cara penulisan paragraf pembuka: (1) merangkum isi artikel sehingga tak perlu memakai catatan kaki; rujukan suatu informasi dilihat di batang tubuh artikelnya; dan (2) menambahkan informasi yang belum ada di tubuh artikel sehingga informasi tersebut perlu diberi catatan kaki. Saran saya, pakai cara pertama saja. Catatan kaki [1] dan [2] bisa dipindahkan ke tubuh. Lagipula, rentang rujukan halamannya terlalu luas: 850–890 dan 735–794. Cukup 1–2 halaman saja yang spesifik.
    •  Selesai per en.wiki, saya hapus aja referensinya karena di en.wiki memang nggak dicantumkan sama sekali referensi apapun pada paragraf pembuka --Glorious Engine (bicara) 28 Juli 2021 22.13 (UTC)[balas]
  • Siklus menstruasi adalah rangkaian perubahan alami reguler yang terjadi pada sistem reproduksi perempuan (khususnya rahim dan indung telur) yang memungkinkan terjadinya kehamilan. → Kalau kalimatnya seperti ini, siklus menstruasi juga bisa terjadi pada sistem reproduksi perempuan selain uterus dan ovarium, misalnya genitalia eksternal. Saran, adopsi saja versi bahasa Inggrisnya: Siklus menstruasi adalah rangkaian perubahan yang terjadi secara alamiah dan berulang pada indung telur (ovarium) dan rahim (uterus) pada sistem reproduksi wanita yang memungkinkan terjadinya kehamilan.
Di Tortora (2012) pada Bab Sistem Reproduktif, dinyatakan bahwa siklus reproduksi perempuan mencakup siklus pada ovarium dan uterus, perubahan hormon yang mengaturnya, serta perubahan berulang pada payudara dan leher rahim yang berhubungan dengan hormon tersebut. Sebenarnya, perubahan hormon yang berlangsung pada siklus menstrual juga memengaruhi organ reproduksi yang lain [2] (link pertama) [3] hanya saja ini masih belum banyak dibahas di sumber tersier seperti Tortora dan saya belum menemukan systematic review yang membahas pertentangan pada bagian latar belakang artikel pada link pertama. Handarii (bicara) 28 Juli 2021 15.00 (UTC)[balas]
Ah, baiklah. Kalau begitu saran sedikit supaya ada jembatan dari kalimat pertama ke kalimat kedua bahwa rahim = uterus dan indung telur = ovarium. Saran juga supaya kata "berulang" dimasukkan. Contoh: Siklus menstruasi adalah rangkaian perubahan yang terjadi secara alamiah dan berulang pada sistem reproduksi perempuan, khususnya indung telur (ovarium) dan rahim (uterus), yang memungkinkan terjadinya kehamilan. — RianHS (bicara) 29 Juli 2021 12.11 (UTC)[balas]
 Selesai Saya setuju dan itu sudah ditambahkan. Handarii (bicara) 29 Juli 2021 12.36 (UTC)[balas]
  • Di antara kalimat pertama dan kedua ditambahkan satu kalimat lagi supaya transisi penjelasannya lebih mulus: "Siklus menstruasi mencakup siklus ovarium dan siklus uterus."
 Selesai Saya setuju dan itu sudah ditambahkan. Handarii (bicara) 28 Juli 2021 15.48 (UTC)[balas]
Keduanya tidak ada di KBBI web. Kalau mengikuti Glosarium Kedokteran, ada "konjungtivitis folikular Beal". Kalau melihat perubahan kata serapan, ada "reguler" dan "populer" - kok saya nggak ketemu -ar (Inggris) ya di PUEBI; di buku SMA juga "fase folikuler". Handarii (bicara) 28 Juli 2021 15.32 (UTC)[balas]
 Selesai Saya ganti yang folikular jadi folikuler --Glorious Engine (bicara) 28 Juli 2021 22.04 (UTC)[balas]
  • Referensinya masih banyak yang belum rapi, misalnya Richards, JoAnne S. (2018). Vitamins and Hormones. → Padahal Vitamins and Hormones itu nama jurnalnya, bukan nama artikelnya .

RianHS (bicara) 28 Juli 2021 13.52 (UTC)[balas]

Saya mengubah cara penulisan, terutama paragraf kedua, di Istimewa:Diff/18824796, supaya bahasa Indonesianya lebih alami. Semoga berkenan. — RianHS (bicara) 29 Juli 2021 12.11 (UTC)[balas]

Lanjut, ya.

Saya usul agar ditambahkan pada paragraf kedua setelah kalimat pertama: "GnRH menstimulasi pelepasan FSH dan LH. FSH banyak berperan dalam inisiasi pertumbuhan folikuler sedangkan LH dalam perkembangan lanjutan folikel ovarium." Hal ini karena FSH lebih banyak berperan untuk pertumbuhan folikel hingga mengeluarkan oosit di paruh pertama siklus sedangkan LH lebih banyak berperan pada perkembangan dan fungsi korpus luteum pada paruh kedua siklus walau keduanya tetap bekerja sama pada fungsi2 lain di keseluruhan siklus. Itu kurang lebih diambil dari Tortora (2012). Handarii (bicara) 1 Agustus 2021 08.40 (UTC)[balas]
 Selesai --Glorious Engine (bicara) 1 Agustus 2021 09.30 (UTC)[balas]
Siklus dan fase[sunting sumber]
  • Lebih baik phase diterjemahkan secara konsisten. Pilih salah satu, apakah menjadi "fase" atau "tahap". Judul artikel turunannya pun belum konsisten: tahap folikuler dan fase luteal. Sepertinya "fase" lebih banyak dipakai.
    •  Selesai Saya ganti "fase" jadi tahap --Glorious Engine (bicara) 31 Juli 2021 00.01 (UTC)[balas]
      • @Handarii: Kata yang lebih umum digunakan apakah "fase" atau "tahap"? — RianHS (bicara) 5 Agustus 2021 17.44 (UTC)[balas]
        • Konsensusnya gimana ya? Kenapa terjemahannya jadi tahap ketika saya sampai sekarang tidak menemukan istilah tahap folikuler di buku manapun. Pada terjemahan Campbell Bahasa Indonesia resmi juga, istilah yang digunakan ialah fase folikuler dan fase luteal. Apa tidak lebih baik menggunakan istilah yang lebih umum? Agus Damanik (bicara) 7 Agustus 2021 23.45 (UTC)[balas]
Giliran-giliran besar itu diterjemahkan dari "pulses" di artikel en.wiki. Kalau di Tortora, kata "pulses" dipakai bergantian dengan "bursts". Apakah enaknya dibuat sehubungan dengan kalimat sebelumnya menjadi "Sebelum pubertas, GnRH dilepaskan dalam jumlah kecil yang tetap dengan laju yang stabil. Pada pubertas, GnRH disekresi dalam rentetan pelepasan yang besar, kebanyakan, pada malam hari; frekuensi rentetan menjadi semakin sering dalam periode 3-4 tahun hingga pola pelepasan GnRH dewasa dimulai."? Usulan saya tambahi dengan informasi dari Tortora: The onset of puberty is marked by pulses or bursts of LH and FSH secretion, each triggered by a pulse of GnRH. Most pulses occur during sleep. As puberty advances, the hormone pulses occur during the day as well as at night. The pulses increase in frequency during a 3- to 4- year period until the adult pattern is established. Handarii (bicara) 1 Agustus 2021 08.40 (UTC)[balas]
 Selesai @Handarii: Kalo boleh tau, itu Tortora halaman berapa ? Buat nambah referensi saja --Glorious Engine (bicara) 1 Agustus 2021 09.30 (UTC)[balas]
@Glorious Engine: Tortora (2012) ISBN 978-0470-91777-0 Halaman 1170, Bung Glo. Handarii (bicara) 1 Agustus 2021 09.49 (UTC)[balas]
Oke, terima kasih atas informasinya, lain kali kasih info soal sumber beserta nomor halamannya ya --Glorious Engine (bicara) 1 Agustus 2021 09.57 (UTC)[balas]
Saran saja. Artikel enwiki yang diterjemahkan ke idwiki tak harus diikuti per kalimat. Ada kalanya satu kalimat bahasa Inggris dipecah jadi tiga kalimat bahasa Indonesia atau sebaliknya, yang penting enak dibaca. Biasanya versi bahasa Inggris terlalu banyak pakai tanda koma dan hubungan antarfrasanya aneh. Saya mengubahnya jadi seperti ini. Bagaimana? — RianHS (bicara) 5 Agustus 2021 17.44 (UTC)[balas]
Keren, makasih, Bung. Handarii (bicara) 11 Agustus 2021 04.21 (UTC)[balas]
  • Referensi [3]: Routledge international handbook of women's sexual and reproductive health. Apa tidak dijadikan sfn saja seperti di enwiki (Prior 2020), supaya rujukan halamannya lebih spesifik?
  • Kalimat, "Menstrual cycles end at menopause, which is usually between 45 and 55 years of age.[7[8]" di enwiki cukup informatif. Sebaiknya ditambahkan di versi idwiki.
  • Lema yang terekam di KBBI adalah menopause alih-alih menopaus.
  • "Estrogen ... menstimulasi aliran darah agar berhenti ..." → Apa ada pilihan kata yang lain?
    • @Handarii: @Danu Widjajanto: --Glorious Engine (bicara) 31 Juli 2021 00.01 (UTC)[balas]
      • Saya usul agar kalimat diganti menjadi "Kadar estrogen terus meningkat pada tahap folikuler dan memacu proliferasi sel epitel, kelenjar, dan pembuluh darah. Aliran darah haid pun berhenti dan lapisan endometrium menebal." Itu setelah saya baca langsung dari Sherwood. Handarii (bicara) 1 Agustus 2021 09.13 (UTC)[balas]
  • "... di bawah pengaruh permainan hormon yang rumit" → "Permainan hormon" tidak lazim digunakan
  • Dalam "siklus menstruasi sel telur" → Apa istilah ini sering dipakai?
  • berlangsung selama 21–35 hari pada perempuan dewasa dengan rerata 27–29 hari pada populasi tersebut. → Bedanya di mana, ya?
    • @Handarii: @Danu Widjajanto: --Glorious Engine (bicara) 31 Juli 2021 00.01 (UTC)[balas]
      • Siklus menstruasi bisa terjadi hingga selama 21 atau 35 hari tetapi rerata perempuan mengalami siklus selama 27-29 hari. Bisa saja ada pencilan perempuan mengalami siklus yang dari satu menstruasi ke menstruasi berikutnya selama kurang atau lebih dari distribusi normal 27-29 hari itu. Kurang tahu juga sih, mungkin pake bukan data tunggal pas bikin statistiknya. Cmiiw. Handarii (bicara) 1 Agustus 2021 09.13 (UTC)[balas]
  • "Bakal sel telur berkembang menjadi folikel primer, terlepas dari siklus menstruasi. → Apakah maksudnya, "Bakal sel telur akan terus berkembang menjadi folikel primer, terlepas dari proses/keberlangsungan siklus menstruasi."?

RianHS (bicara) 30 Juli 2021 13.57 (UTC)[balas]

  • @Handarii: Di akhir paragraf ketiga subjudul "Tahap folikuler", awalnya tertulis bahwa estrogen membentuk umpan balik negatif dan di kalimat berikutnya membentuk umpan balik positif. Apa bisa diberi tambahan penjelasan, kapan/bagaimana mekanisme umpan balik ini berubah?
      • Saya ganti dengan "Estrogen membentuk umpan balik negatif dalam regulasi kadar GnRH, FSH, dan LH, menghalangi produksi lebih lanjut hormon-hormon tersebut. Pada saat yang sama, folikel yang dominan tetap menyekresi estrogen dan kadar estrogen yang kemudian menjadi tinggi menyebabkan pituitari lebih responsif terhadap GnRH dari hipotalamus. Kenaikan estrogen yang signifikan ini menjadi sinyal umpan balik positif kepada hipotalamus sehingga pituitari menyekresi lebih banyak FSH dan LH. Kadar estrogen yang tinggi juga merangsang gonadotrof kelenjar pituitari secara langsung untuk menyekresi LH." setelah baca di Tortora. Ada dua umpan balik yang berjalan paralel: umpan balik positif terjadi kemudian saat kadar estrogen sudah terakumulasi tinggi. Sebenarnya ada diagram yang lebih jelas tapi saya masih kurang paham untuk masalah perizinannya. Handarii (bicara) 11 Agustus 2021 04.21 (UTC)[balas]
        • Yang ini Tortora halaman berapa juga ya kalo boleh tau, takut kalo sumber bukan format sfn nanti disinggung lagi sama bung Rian --Glorious Engine (bicara) 11 Agustus 2021 04.59 (UTC)[balas]
Halaman 1161-1163, Bung @Glorious Engine:. Handarii (bicara) 12 Agustus 2021 04.29 (UTC)[balas]
Oke, sudah saya ubah --Glorious Engine (bicara) 12 Agustus 2021 05.24 (UTC)[balas]
  • "susuran jaringan pada masing-masing tepian tuba Fallopi" → "Susuran jaringan" sepertinya sulit dibayangkan pembaca, apa bisa diganti?
      • Apa lebih tepat disebut jumbai, ya? Di "Kamus Biologi" oleh Tim Reality, ISBN 978-979-1004-66-4, fimbriae: tepi organ, bentuknya bergerigi atau berumbai. Di gambar anatominya memang seperti jerumbai panjang di ujung luar indung telur. Tortora juga sebut ia sebagai struktur seperti jemari. Handarii (bicara) 11 Agustus 2021 04.21 (UTC)[balas]
  • Referensi [44]: "Menstruation and the menstrual cycle fact sheet | womenshealth.gov" timpang dibandingkan dengan referensi lainnya. Apa bisa diganti dengan buku ajar atau jurnal? — RianHS (bicara) 6 Agustus 2021 03.13 (UTC)[balas]
    • Timpang bagaimana maksudnya bung Rian ? Halaman tersebut dimasukkan ke web arsip karena di website aslinya sudah tidak ada lagi. Sudah saya selaraskan tuh seperti di en.wiki jadi ""Menstruation and the menstrual cycle fact sheet". Office of Women's Health. US Department of Health and Human Services. 23 December 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 June 2015. Diakses tanggal 25 June 2015." --Glorious Engine (bicara) 6 Agustus 2021 03.31 (UTC)[balas]
      • Saya bisa saja keliru, tapi menurut saya, referensi berupa lembar fakta (fact sheet) kualitasnya tidak sebaik referensi dari buku ajar atau jurnal, bukan soal pengarsipannya. Toh, situs web itu masih memasang versi pdf-nya di sini dan punya halaman serupa yang masih aktif di sini. — RianHS (bicara) 6 Agustus 2021 11.48 (UTC)[balas]
        • Oke, saya pakai sumber ini sebagai pengganti dari sumber yang dipermasalahkan. Apa yang dipermasalahkan lagi ? Apa perlu sumbernya dihapus saja ? Toh bagian tersebut masih ada sumber lain yang dicantumkan selain sumber tersebut. Maaf kalo ada salah-salah kata --What a joke (bicara) 6 Agustus 2021 12.19 (UTC)[balas]
Kesehatan menstruasi[sunting sumber]

Ini sepertinya komentar mayor terakhir saya. Gambar di subjudul ini memakai gambar folikel primer yang kelihatannya kurang cocok. Karena tentang kesehatan, bagaimana kalau cari gambar di commons:Category:Diseases and disorders of the female reproductive system (termasuk subfoldernya seperti commons:Category:Endometriosis). — RianHS (bicara) 11 Agustus 2021 14.39 (UTC)[balas]

Waduh, agak rumit nih cari gambar dan memberikan keterangannya. Mungkin ada saran untuk pemilihan gambarnya --Glorious Engine (bicara) 11 Agustus 2021 19.58 (UTC)[balas]
Saya pakai Berkas:Period pain menstrual cramps uterus.jpg dulu. Bung Handarii apa punya tanggapan lain? — RianHS (bicara) 12 Agustus 2021 03.32 (UTC)[balas]
Belum ada, Bung. Handarii (bicara) 12 Agustus 2021 04.30 (UTC)[balas]

Setuju Setuju jadi AP. — RianHS (bicara) 28 Agustus 2021 22.59 (UTC)[balas]

Komentar Veracious[sunting sumber]

Mungkin bisa sekalian juga menambah dan menerjemahkan kategori sekaligus kotak navigasinya dari Wikipedia Inggris, mumpung pakar kedokteran sedang berkumpul. Veracious ^(•‿•)^ 28 Juli 2021 05.49 (UTC)[balas]

Tidak perlu. Lagipula agak susah nerjemahinnya --Glorious Engine (bicara) 28 Juli 2021 22.32 (UTC)[balas]

Komentar Danu[sunting sumber]

  • Di paragraf pembuka, "Sementara itu, hormon estrogen menstimulasi lapisan rahim agar menebal untuk menampung embrio sebagai hasil pembuahan", sepertinya sebelum itu perlu ditambahkan kalau lapisan rahim mengalami perubahan untuk persiapan implantasi embrio atas pengaruh progesteron. Sekarang progesteron baru disebutkan di akhir paragraf ("Menstruasi (haid), yang dipicu oleh penurunan kadar progesteron, merupakan proses peluruhan lapisan rahim dan tanda bahwa kehamilan tidak terjadi."), jadinya mungkin pembaca bingung kok tiba2 ada progesteron di situ.
    • @Danu Widjajanto: Apa langsung saja ditambahkan: "Sementara itu, hormon estrogen dan progesteron menstimulasi lapisan rahim ..." Estrogen fungsinya banyak/luas, salah satunya memicu pembentukan lapisan endometrium setelah luruh pada mens sebelumnya. Progesteron fungsinya relatif spesifik, menyiapkan endometrium untuk implantasi dan menjaga kehamilan. — RianHS (bicara) 29 Agustus 2021 05.45 (UTC)[balas]
      @RianHS ide bagus tuh mas :) Danu Widjajanto (bicara) 29 Agustus 2021 07.44 (UTC)[balas]
  • "Hari pertama siklus menstruasi adalah hari pertama haid, dan haid itu sendiri biasanya berlangsung selama lima hari. " --> keterangan ini tidak ada di bagian isi, jadinya tidak ada rujukannya. Danu Widjajanto (bicara) 12 Agustus 2021 15.40 (UTC)[balas]

Danu Widjajanto (bicara) 12 Agustus 2021 15.38 (UTC)[balas]

Mungkin bung @Handarii bisa membantu? Danu Widjajanto (bicara) 27 Agustus 2021 13.48 (UTC)[balas]

Diskusi di atas adalah arsip. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.
CATATAN PENUTUP
Artikel ini sudah ditinjau secara komprehensif dan pengusulan sudah dibuka selama lebih dari sebulan. Saran-saran juga sudah dikerjakan dengan baik. Terima kasih atas kerja keras penulis/pengusul. Danu Widjajanto (bicara) 24 September 2021 06.30 (UTC)[balas]
Diskusi di bawah adalah arsip dari pengusulan artikel pilihan. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.

Artikel ini disetujui.


Sri Parmini[sunting sumber]

Pengusul: Jeromi Mikhael (b • k • l)
Status:    Selesai

Wanita ketiga yang menjadi jenderal di lingkungan TNI-AD. Rencananya artikel bisa ditampilkan pada peringatan HUT Korps Wanita Angkatan Darat pada tanggal 22 Desember mendatang. Saya menyusun artikel ini berdasarkan artikel tentara wanita lain yang sudah menjadi artikel pilihan di Wikipedia Bahasa Inggris. Jeromi Mikhael (bicara) 19 Agustus 2021 08.44 (UTC)[balas]

Komentar dari Agus Damanik[sunting sumber]

Sebaiknya coba dicek lagi sumber-sumbernya. Tadi saya mengganti tanggal lahirnya yang saya kurang tahu dapat dari mana tanggal sebelumnya. Konsistenkan juga untuk tanggal terbit pada referensi menjadi bentuk tanggal bulan tahun. Untuk konten, masih saya cek dulu, meskipun sejujurnya masih ragu apakah layak menjadi artikel pilihan atau tidak. Kalau artikel bagus, sih layak. Agus Damanik (bicara) 21 Agustus 2021 19.16 (UTC)[balas]
@Agus Damanik: Tanggal pengarsipan itu yang buat bot, sedangkan referensi yang buat saya. Anda bisa lihat di sini. Itu ada tag IABotManagementConsole [1.2] di suntingannya, yang mengindikasikan bahwa suntingan dilakukan oleh IABotManagementConsole atas nama saya. --Jeromi Mikhael (bicara) 22 Agustus 2021 05.48 (UTC)[balas]
Apa tidak mau dibenarkan perubahan oleh botnya? Apakah tanggal pengaksesan juga dilakukan oleh bot? Karena pada poin referensi 14 dan 15 masih menggunakan format tahun, bulan tanggal. Agus Damanik (bicara) 22 Agustus 2021 08.32 (UTC)[balas]
@Agus Damanik: Sudah saya ubah. Silahkan diperiksa. --Jeromi Mikhael (bicara) 22 Agustus 2021 11.41 (UTC)[balas]

Komentar Danu[sunting sumber]

Aku rasa artikelnya sudah ditulis dengan baik, tetapi ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum bisa diangkat menjadi AP:

  • "Beberapa saat sebelum ia diwisuda dari universitas tersebut, Sri tidak sengaja melihat selebaran dari Komando Distrik Militer (Kodim) Surakarta mengenai pendaftaran wajib militer bagi wanita lulusan universitas untuk masuk ke dalam Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad)" --> memang ada wajib militer di Indonesia?
@Danu Widjajanto: Sudah dikerjakan kemarin, maaf baru mengingatkan. --Jeromi Mikhael (bicara) 23 September 2021 10.55 (UTC)[balas]
  • "Seorang bintara bernama Peltu Koesnan kemudian membantu Sri untuk mendaftar. Sri lalu menempuh proses seleksi selama beberapa hari di Bandung. Sri berhasil lolos seleksi dan menjadi calon perwira Kowad, sedangkan temannya tidak lulus" --> temannya itu siapa?
  • @Danu Widjajanto: Tidak ada penjelasan mengenai ini. Apakah perlu dihapus saja?
  • " Kedua orang tuanya cemas karena mereka sebelumnya merencanakan Sri untuk menjadi guru Ilmu Pengetahuan Sosial di Solo" --> ganti Solo jadi Surakarta lalu pranalakan. IPS juga sepertinya tidak perlu dikapitalisasi.
  • "Pada masa awal menjalani pendidikan di Pusdikkowad, Sri acapkali merasa heran dan kaget dengan sikap para pengajar dan siswa yang selalu berbicara dengan tegas dan nada tinggi. Namun, setelah beberapa lama, ia mulai terbiasa dengan budaya di lingkungan di Pusdikkowad." --> kurang ensiklopedis kayaknya untuk ditambahkan ke artikel ini
  • @Danu Widjajanto:  Selesai Saya hapus bagian itu dan gabungkan dengan atasnya
  • Pranalakan senjata M16
  • Sepertinya artikelnya perlu ditambahkan konteks untuk beberapa jabatan yang terdengar asing di telinga awam. Kalau jabatan seperti "Komandan Pusdikkowad" sih sudah kebayang ya beliau tugasnya apa, tapi untuk jabatan-jabatan ini orang nggak tahu pekerjaannya apa saja:
  • "Dinas Pengamanan dan Persandian TNI Angkatan Darat (Dispamsanad) sebagai Kepala Urusan dengan pangkat letnan satu" --> apa saja tugasnya?
  • @Danu Widjajanto: bagi saya ini sudah jelas. Mengurusi hal terkait pengamanan dan persandian di TNI AD.
  • " ia dipindahtugaskan ke Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya) sebagai Wakil Kepala Ajudan Jenderal Daerah Militer (Waka Ajendam)" --> tugasnya ngapain?
  • @Danu Widjajanto: Sudah. Itu saya trackback dari sini, ternyata mengarah ke website purbakala...
  • @Jeromi Mikhael "ia dipindahtugaskan ke Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya) sebagai Wakil Kepala Ajudan Jenderal Daerah Militer (Waka Ajendam),[4] sebuah badan pelaksana yang menangani masalah personil, administrasi, dan kesejahteraan prajurit." --> badan pelaksananya itu Komando Daerahnya atau Wakil Kepala Ajudannya? Kalau sekarang kesannya Wakil Kepala Ajudannya, dan ini terkesan ganjil karena Wakil Kepala Ajudan kan jabatan alih2 badan pelaksana. Danu Widjajanto (bicara) 14 September 2021 12.14 (UTC)[balas]
  • "Ia lalu dimutasi menjadi staf ahli Panglima TNI dengan lingkup bidang kawasan Eropa dan Amerika Serikat pada tanggal 23 Desember 2009" --> untuk yang ini ada penjelasannya "Jabatannya sebagai staf ahli yang mengurusi bidang internasional mengharuskannya untuk berkoordinasi dan mencari informasi ke berbagai instansi seperti Badan Intelijen Strategis, Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan, dan kantor Atase Pertahanan.", tapi sebaiknya penjelasan ini dipindahkan ke depan setelah jabatan staf ahli disebutkan.
  • "Panglima TNI mengeluarkan surat keputusan yang memindahkannya ke Markas Besar Angkatan Darat sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat" --> ini juga tugasnya ngapain?
  • @Danu Widjajanto:  Selesai Sudah saya perbaiki. Mengutip laporan ini: Namun, kini banyak yang tidak memiliki jabatan alias staf khusus. Intinya staf khusus itu mereka yang tidak punya jabatan. Sekarang bahasanya ganti dari Pati Mabesad jadi staf khusus Kasad.
  • Ya kembali lagi ke poin pertama anda. Sumbernya jadi ndak ada penjelasan. Kalau mau diibaratkan staf khusus itu eufemisme bagi kalangan militer. Kalau mau artikelnya dipahami oleh kalangan umum harus disederhanakan bahasanya. Jeromi Mikhael (bicara) 22 September 2021 13.33 (UTC)[balas]
  • @Jeromi Mikhael tapi sekarang sudah masuk ke ranah riset asli dengan membuat inferensi kalau Staf Khusus Kasad sama dengan dicopot. Sebaiknya tetap ditulis "Staf Khusus" seperti dalam sumber, lalu cari sumber lain yang menjelaskan jabatan ini apa untuk ditambahkan di catatan kaki. Danu Widjajanto (bicara) 23 September 2021 10.49 (UTC)[balas]
  • @Danu Widjajanto: Sumber lain maksudnya sumber kolom itu apa tidak? Kalau harus selain itu saya tidak bisa menemukan lagi. --Jeromi Mikhael (bicara) 23 September 2021 10.53 (UTC)[balas]
  • @Jeromi Mikhael maksudnya sumber yang menerangkan kalau Staf Khusus itu eufemisme untuk dicopot. Danu Widjajanto (bicara) 23 September 2021 11.09 (UTC)[balas]
    @Danu Widjajanto: Tunggu sebentar, surat keputusannya ada bilang bahwa dia dicopot dari jabatannya sebagai Kasetum sih: Brigjen TNI Dra. Sri Parmini, M.M. dari Kasetum TNI menjadi Staf Khusus Kasad. "...dari Kasetum TNI menjadi..." itu kan menyebutkan bahwa dia dicopot. Jadi sepertinya tidak perlu dicantumkan deh. --Jeromi Mikhael (bicara) 23 September 2021 12.08 (UTC)[balas]
  • "Sekretariat Umum TNI menghasilkan sejumlah petunjuk administratif untuk digunakan di lingkungan TNI seperti petunjuk administrasi umum[14] dan petunjuk penggunaan bahasa dalam tulisan-tulisan dinas di lingkungan TNI" --> "petunjuk administratif" apa bedanya dengan "petunjuk administrasi umum"?
  • @Danu Widjajanto:  Selesai "petunjuk administratif" saya ganti jadi petunjuk saja agar tidak membingungkan.
  • "Panglima TNI mengeluarkan surat keputusan yang memindahkannya ke Markas Besar Angkatan Darat sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat" --> ada alasannya?
  • @Danu Widjajanto: Nggak ada. Kalau anda iseng-iseng cari "Mutasi TNI" di google alasannya sama semua: 1) pembinaan karier dan/atau 2) kebutuhan organisasi
  • Pranalakan Jabodetabek
  • "Pengurus organisasi tersebut melakukan kunjungan ke markas Kodam Jaya dan bertemu dengan Panglima Daerah Militer Jayakarta, Eko Margiyono, pada bulan Desember 2019" --> kenapa informasi ini perlu ditambahkan? Sepertinya kurang ensiklopedis.
  • Apa itu "mes"?
  • @Danu Widjajanto:  Selesai Harusnya barak. Mereka kan tentara; ini yang wawancara di sumber aslinya sepertinya kurang mengerti.
  • "Pangkatnya kemudian dinaikkan menjadi brigadir jenderal pada tanggal 15 Februari 2010.[11] Hal tersebut menjadikannya sebagai wanita ketiga yang menjadi perwira tinggi di lingkungan angkatan darat setelah Kartini Hermanus dan Hermawati" --> agar keterangan ini juga disebutkan di paragraf pembuka karena ini salah satu keterangan yang membuat tokohnya notable

Segitu saja, semoga membantu @Jeromi Mikhael Danu Widjajanto (bicara) 12 September 2021 20.25 (UTC)[balas]

@Danu Widjajanto: Saya sudah tanggapi semua, silahkan masukan lanjutan. --Jeromi Mikhael (bicara) 14 September 2021 12.05 (UTC)[balas]
@Jeromi Mikhael itu ada saran yang ketinggalan di atas, sudah aku tandai dengan warna biru. Untuk saran lanjutan aku tidak ada karena artikelnya memang pendek hehe, tapi aku masih ada pertanyaan terkait pelaksanaan beberapa saran yang sudah diberikan. Danu Widjajanto (bicara) 14 September 2021 12.10 (UTC)[balas]
@Danu Widjajanto: Saran-saran di atas sudah saya kerjakan. Mohon tinjauannya. --Jeromi Mikhael (bicara) 22 September 2021 13.42 (UTC)[balas]
@Jeromi Mikhael ada dua yang ketinggalan, mohon untuk diperhatikan dengan teliti supaya tidak diulang2. Kemudian untuk yang satu lagi masih ada lanjutannya. Danu Widjajanto (bicara) 23 September 2021 10.49 (UTC)[balas]

Diskusi di atas adalah arsip. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.
CATATAN PENUTUP
Artikel ini disetujui menjadi AP. Pengusulan telah dibuka selama lebih dari satu bulan dan mendapatkan tinjauan komprehensif dari satu pengguna dan dua tinjauan dari pengguna lain. Terima kasih banyak atas kerja keras pengusul dan peninjau. — RianHS (bicara) 24 September 2021 06.31 (UTC)[balas]
Diskusi di bawah adalah arsip dari pengusulan artikel pilihan. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.

Artikel ini disetujui.


Penaklukan Kepulauan Banda oleh Belanda[sunting sumber]

Pengusul: Danu Widjajanto (b • k • l)
Status:    Selesai

Artikel ini menjelaskan secara rinci proses penaklukan Kepulauan Banda oleh Belanda demi menegakkan monopoli pala. Selama penaklukan ini, terjadi pembantaian terhadap penduduk asli, dan setelah itu penduduk Kepulauan Banda diisi kembali oleh para budak. Pembantaian ini hingga kini masih menjadi kontroversi di Belanda, karena kontras dengan memori kolektif di sana bahwa masa penjajahan Belanda merupakan periode nostalgia. Isinya disadur dari Wikipedia Bahasa Inggris dengan berbagai penambahan/penyesuaian, dan sudah dilengkapi dengan rujukan ilmiah. Saran perbaikan akan sangat saya hargai (terutama mengingat saat sedang menulis artikelnya, saya sering kali tertukar antara Banda dan Belanda). Danu Widjajanto (bicara) 4 Agustus 2021 06.48 (UTC)[balas]

Komentar Medelam[sunting sumber]

Minor saja ya.

  • "Walaupun VOC sengaja menghukum Pulau Ay untuk menakuti pulau-pulau lain". Mungkin menghukum penduduk di Pulau Ay, maksudnya?
    Sudah aku tambahkan. Danu Widjajanto (bicara) 1 September 2021 07.44 (UTC)[balas]
  • Pada bagian Penaklukan Ay, mengapa "Heeren XVII" perlu dicetak miring?
    Betul juga, karena ini nama lembaga, sudah dihapus. Danu Widjajanto (bicara) 1 September 2021 07.44 (UTC)[balas]
  • Lontor masih merah, padahal cukup sering disebut dalam artikel ini. Mungkin bisa dibantu untuk dirintis artikelnya?
    Sudah ada yang membuatkan akhirnya: Banda Besar Danu Widjajanto (bicara) 1 September 2021 07.44 (UTC)[balas]
  • Mungkin bisa ditambahkan informasi (jika ada) terkait dengan invasi lainnya oleh Belanda di Kepulauan Banda, apakah mungkin ada pertempuran lainnya di sana atau tidak.
    Dari sumber yang ada sih memang Belanda hanya pernah bertempur di Banda Neira, Lontor, Rhun, dan Ay, dan klimaksnya adalah pembantaian di Pulau Lontor. Danu Widjajanto (bicara) 1 September 2021 07.44 (UTC)[balas]
  • Jika ada, mungkin bisa disertakan berapa kekuatan (total) Belanda yang diterjunkan ke Banda, walaupun mungkin angka kasar. Saya lihat ada beberapa jumlah angka pada badan artikel, namun untuk menuliskan pada kotak info di atas artikel, saya kembalikan ke pengembang/pengusul.
    Sayangnya memang tidak ada datanya untuk keseluruhan konflik, adanya untuk pertempuran tertentu... kalau diekstrapolasi nanti bisa jadi original research. Danu Widjajanto (bicara) 1 September 2021 07.44 (UTC)[balas]

Salam. Medelam (bicara) 10 Agustus 2021 01.59 (UTC)[balas]

Dari saya sudah tidak ada komentar lebih lanjut. Saya Setuju Setuju jika artikel ini dijadikan AP. Salam. Medelam (bicara) 24 September 2021 00.01 (UTC)[balas]

Komentar Swarabakti[sunting sumber]

Saya komentar sambil jalan ya, kalau ada lagi nanti ditambahkan.

  • "Setelah VOC gagal meminta rakyat Banda untuk hanya menjual pala dan fuli kepada Belanda, pembunuhan seorang pejabat VOC yang bernama Pieter Willemsz. Verhoeff menjadi alasan bagi VOC untuk memulai perang." -> sebaiknya dipecah dua kalimatnya, agak kurang koheren kalau jadi satu.
    Sudah aku mekarkan seperti ini: "VOC meminta agar orang-orang Banda hanya menjual pala dan fuli kepada mereka, tetapi rakyat Banda menolak. Kemudian, pembunuhan seorang pejabat VOC yang bernama Pieter Willemsz. Verhoeff menjadi alasan bagi VOC untuk memulai perang." Danu Widjajanto (bicara) 13 September 2021 10.37 (UTC)[balas]
  • "Pada awal April 1609, armada Belanda yang dipimpin oleh Pieter Willemsz. Verhoeff tiba di Pulau Banda Neira dan ingin memaksakan pendirian sebuah benteng. Orang Banda sendiri menginginkan perdagangan bebas agar mereka dapat memanfaatkan persaingan antar pedagang Eropa dan menjual produk mereka kepada penawar tertinggi. Namun, Belanda ingin memonopoli perdagangan rempah-rempah; dalam kata lain, mereka ingin agar rakyat Banda hanya menjual rempah-rempah kepada Belanda. Kemudian berlangsung perundingan sengit antara orang Belanda dengan Banda. Pada akhir Mei 1609, para pemimpin orang Banda mengajak Verhoeff dan dua komandan lainnya ke hutan, dan di situ mereka dibunuh. Penjaga mereka juga dibantai oleh orang Banda; secara keseluruhan terdapat 46 orang Belanda yang tewas."
    • Penggambaran eskalasinya kok aku agak kurang nyambung ya? Kesannya kayak Belanda dateng, ngajak berunding, terus tiba-tiba dibantai orang sana. Apa bisa dijabarkan lagi "perundingan sengit"-nya bagaimana? Apa ada hal yang memicu rakyat Banda sehingga mereka memutuskan melakukan pembunuhan, misalnya karena Belanda tetap membangun benteng walaupun perundingan masih berlangsung? Tambahan lagi, seingatku Portugis pernah nyoba bangun benteng di tempat yang sama sebelumnya tapi juga ditolak masyarakat lokal, mungkin ini cukup relevan sebagai konteks.
      • @Swarabakti Terima kasih banyak atas sarannya. Aku setuju kalau eskalasi seperti di versi bahasa Inggrisnya mencakup oversimplifikasi. Jadi aku sudah tambahkan berbagai keterangan tambahan yang bisa memperjelas konteksnya. Perubahannya bisa dilihat di sini. Untuk "perundingan sengit" dengan orang kaya di Banda Neira, memang tidak ada keterangan lengkapnya. Tapi sekarang dengan konteks yang lebih lengkap, pembaca bisa menduga-duga sendiri kira-kira kenapa rakyat Banda sangat marah sampai melakukan pembunuhan. Aku sendiri tidak bisa menghubungkan secara eksplisit karena bisa berisiko melakukan riset asli. Untuk konteks Portugis, sebelumnya memang sudah disebutkan di bagian "Latar belakang", sekarang sudah aku jabarkan lebih lanjut di paragrafnya sendiri.
    • Juga, kalau melihat dari ini, mungkin lebih baik menekankan sudut pandang "penolakan rakyat Banda terhadap monopoli" daripada "kegagalan VOC mendapatkan monopoli" di bagian pembuka. Minor sih, tapi kesannya lumayan berbeda.
      • Aku sudah coba pertegas penolakan orang kaya Banda terhadap monopoli di paragraf pembuka. Sebagai catatan, memang agak repot untuk "memperkaya perspektif" karena sumber yang tersedia adalah sumber-sumber Barat (wajar mengingat terjadi pembantaian besar-besaran selama peristiwa ini). Danu Widjajanto (bicara) 13 September 2021 21.48 (UTC)[balas]
  • Apa nama Pieter Willemsz. Verhoeff memang lazim disingkat dengan titik, atau pengejaannya hanya mengikut judul artikel induknya?
    Sumber Belanda ada yang menggunakan titik, ada yang tidak. Aku sendiri kurang tahu kenapa harus pakai titik. Supaya tidak membingungkan aku hapus saja titiknya. Danu Widjajanto (bicara) 13 September 2021 10.37 (UTC)[balas]
    Aku coba cari ada yang pakai "Pieter Willemszoon Verhoeff", dan Jan Pieterszoon Coen juga disingkat "Pietersz." di beberapa tempat. Mungkin sama kayak nyingkat bin jadi b. kali ya. Tapi kalau untuk menghindari kebingungan, mungkin nggak apa nggak pakai titik. — swarabakti💬 14 September 2021 03.49 (UTC)[balas]
    Owalah, itu singkatan dari "Willemszoon" tokh, aku baru ngeh *tepok jidat*. Sudah aku ganti jadi "Willemszoon", ada juga sumber akademis yang memakai nama ini: [4] Danu Widjajanto (bicara) 14 September 2021 09.23 (UTC)[balas]
  • "Mereka kemudian memutuskan untuk melanggar perjanjian dengan Belanda dan memulai perdagangan dengan Inggris (yang memberi harga yang lebih menguntungkan) serta pedagang Melayu, Jawa, dan Makassar (yang menjual rempah-rempah dari Banda kepada Portugis)." -> sepertinya lebih baik jika langsung ditulis "Banyak di antara mereka yang melanggar perjanjian". Kalau pakai "memutuskan" kesannya mereka bikin musyawarah khusus dan bersepakat melakukan hal ini, padahal kenyataannya memang perjanjian monopoli seperti ini rentan dilanggar kalau tidak ada pengawasan yang ketat.
    Terima kasih banyak atas kejeliannya, sudah saya ubah. Danu Widjajanto (bicara) 13 September 2021 10.39 (UTC)[balas]
  • "Ketika benteng Inggris di Pulau Rhun tengah dikepung, ketegangan antara VOC dengan East India Company (EIC) terus menguat" -> sepertinya lebih tepat "selagi" dan "semakin".
    Sudah aku ubah, terima kasih. Danu Widjajanto (bicara) 13 September 2021 10.39 (UTC)[balas]
    Kalau aku pribadi biasanya pakai "ketika" untuk kejadian yang rentang waktunya lebih spesifik. Pengepungan Pulau Rhun kan berlangsung selama beberapa tahun, jadi kalau aku bakal pakai "selagi/sewaktu" (in the sense of "pada rentang waktu yang sama") di situ, tapi ya ini balik lagi ke preferensi masing-masing sih. — swarabakti💬 14 September 2021 03.49 (UTC)[balas]
    @Swarabakti aku minta maaf yang sebesar-besarnya karena perubahan bagian "ketika"nya sebelumnya tidak tersimpan. Sudah aku ganti. Terima kasih karena sudah mengingatkan. Danu Widjajanto (bicara) 14 September 2021 09.24 (UTC)[balas]
  • Ini masalah gaya sih, tapi aku kurang suka penggunaan kata "setelah" yang terlalu sering di awal kalimat, ada lebih dari sepuluh kalau kuhitung. Bacanya jadi lebih mirip to-do list (setelah ini begini, setelah itu begini) dan kurang mengalir. Coba diparafrase, atau langsung hapus saja kalau tidak terlalu perlu. — swarabakti💬 13 September 2021 05.18 (UTC)[balas]
    Hmm saat aku coba untuk menghapus/mengparafrase, kok sepertinya susah sekali ya? Aku kurang setuju kalau penggunaan "setelah" itu kurang mengalir, justru kalau dihapus malah jadi tidak mengalir, karena "setelah" itu memang berfungsi sebagai konektor yang mengalirkan satu kalimat ke kalimat berikutnya. Danu Widjajanto (bicara) 13 September 2021 21.53 (UTC)[balas]
    Oh gapapa, maksudku di atas itu tadinya ada penggunaan setelah di awal kalimat yang terlalu dekat jadinya terasa seperti monoton, tapi setelah dibaca ulang sekarang sepertinya sudah oke. — swarabakti💬 14 September 2021 03.49 (UTC)[balas]
    Kalau rasanya bakal monoton pakai "setelah", saya biasa pakai "selepas" :)) dwadieff 15 September 2021 08.47 (UTC)[balas]
    Ide bagus tuh, sudah aku ragamkan dengan kata "selepas" Danu Widjajanto (bicara) 16 September 2021 22.01 (UTC)[balas]

@Danu Widjajanto: Aku ada sedikit copyedit, kalau kurang berkenan silakan di-revert. — swarabakti💬

@Swarabakti bagus sekali perubahannya, terima kasih banyak :) Danu Widjajanto (bicara) 14 September 2021 09.25 (UTC)[balas]

@Danu Widjajanto: Tambahan lagi:

  • Ref [1] Rozendaal 2019, hlm. 123–127 rentang halamannya lumayan besar untuk kutipan yang digunakan berulang kali. Mungkin bisa dibuat lebih spesifik lagi untuk tiap kutipannya.
  • Ref [21] Burnett 2013, hlm. 124–129 juga.
    Untuk yang ini nunggu sebentar ya, nunggu dapat salinan dari Wikipedia:WikiProject Resource Exchange/Resource Request karena aku nggak ada akses ke sumbernya. Kalau nggak dapat nanti aku coba cari sumber alternatif. Danu Widjajanto (bicara) 16 September 2021 22.01 (UTC)[balas]
    @Swarabakti sudah aku spesifikkan sekarang. Danu Widjajanto (bicara) 23 September 2021 10.43 (UTC)[balas]

Untuk ref [14] Masselman 1963, hlm. 144–150 rentangnya memang besar tapi karena hanya digunakan sekali, aku asumsikan paragrafnya memang meringkas seluruh isi halaman yang dirujuk. Satu lagi, untuk rentang halaman gunakan tanda pisah/dash, kulihat masih ada beberapa yang pakai tanda hubung. — swarabakti💬 15 September 2021 08.45 (UTC)[balas]

Betul, memang itu untuk meringkas seluruh halaman yang dirujuk. Itu aku sendiri yang menambahkan, di versi Inggrisnya pakai sumber Encarta soalnya. Danu Widjajanto (bicara) 16 September 2021 22.01 (UTC)[balas]

@Danu Widjajanto: Oke, sudah bagus sekarang. Terima kasih atas penerjemahan dan pengembangan artikelnya. Saya Mendukung Mendukung artikel ini untuk dijadikan AP. — swarabakti💬 23 September 2021 15.54 (UTC)[balas]

Komentar RianHS[sunting sumber]

Saya komentar sedikit saja.

  • Paragraf pembuka: "Ekspedisi ini berujung pada pembantaian Banda yang menewaskan sekitar 2.500 orang Banda, sementara terdapat 1.700 warga Banda yang diperbudak oleh VOC." → "sementara terdapat" kayaknya tidak alami, bagaimana kalau "Ekspedisi ini berujung pada pembantaian Banda yang menewaskan sekitar 2.500 orang Banda dan mengakibatkan 1.700 warga Banda lainnya diperbudak oleh VOC." atau semacamnya.
    Bagus sekali, terima kasih. Danu Widjajanto (bicara) 23 September 2021 10.44 (UTC)[balas]
  • Paragraf terakhir di subjudul Latar Belakang: "Kemudian, pada tahun 1602 ..." → Kata "kemudian" dipakai sebagai konjungsi antarkalimat, bukan konjungsi antarparagraf. Saran: Hapus kata kemudian, atau paragraf tersebut digabungkan ke paragraf sebelumnya.
    Sudah aku ganti jadi "selanjutnya". Danu Widjajanto (bicara) 23 September 2021 10.44 (UTC)[balas]

Selebihnya, saya Setuju Setuju artikel ini jadi AP. — RianHS (bicara) 22 September 2021 09.32 (UTC)[balas]


Diskusi di atas adalah arsip. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.