Lompat ke isi

Wader jambu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Wader jambu
Pethia conchonius Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Risiko rendah
IUCN166646 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
SuperkerajaanHolozoa
KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasActinopteri
OrdoCypriniformes
FamiliCyprinidae
GenusPethia
SpesiesPethia conchonius Suntingan nilai di Wikidata
Hamilton, 1822
Tata nama
Sinonim takson
  • Cyprinus conchonius F. Hamilton, 1822
  • Systomus conchonius (F. Hamilton, 1822)
  • Barbus conchonius (F. Hamilton, 1822)
  • Puntius conchonius (F. Hamilton, 1822)
  • Puntius conchonius khagariansis (Datta Munshi & Srivastava 1988)

Wader jambu ( Pethia conchonius ) adalah ikan cyprinid air tawar subtropis yang ditemukan di Asia selatan dari Afghanistan hingga Bangladesh .[1]

Keterangan

[sunting | sunting sumber]

Spesies wader hias ini tumbuh hingga 6 inci (14 cm) panjangnya. Remaja memiliki ekor yang besar dan bercabang dalam, yang proporsional dengan tubuhnya. Warna mereka menjadi lebih berani selama periode kawin mereka. Laki-laki memiliki warna yang lebih cerah dan perempuan sedikit lebih gemuk. Perhatikan juga bahwa betina tidak memiliki warna hitam di siripnya sedangkan jantan memiliki warna hitam. Beratnya bisa mencapai 340g (12 ons) saat dewasa, tetapi beratnya bisa jauh lebih ringan selama masa remaja. Mereka akan memasuki usia matang pada saat berukuran 63.5 mm (2.5 inci).

Di alam liar, makanan omnivora mereka terdiri dari cacing, serangga, krustasea, dan tumbuhan. Mereka memiliki umur hingga 5 tahun. Rosy barbs secara alami hidup di danau dan air yang mengalir deras di iklim subtropis. Habitat alami mereka memiliki pH 6 hingga 8, kesadahan air 5-19 dGH, dan kisaran suhu 64 72 °F (18 22 °C).

Pembiakan

[sunting | sunting sumber]

Saat betina siap bertelur, bagian pada abdomen sekitar perut akan tampak bengkak karena berisi telur. Pejantan akan melingkari dan mengejar betina berulang kali hingga menyenggol bagian kepala dan perutnya.

Pemijahan biasanya terjadi pada pagi hari, dan berlangsung beberapa jam usai menghasilkan beberapa ratus telur. Telur-telur biasanya disimpan di dalam maupun sekitar tanaman air, dan pasangan tersebut akan mencoba memakan apapun yang dapat mereka temukan. maka dari itu, disarankan untuk memisahkan kedua indukan dengan telurnya saat proses pemijahan telah usai.

ikan muda yang menetas akan muncul dalam 24 hingga 36 jam, tergantung pada suhu air. Sehari kemudian, ikan muda akan bergelantungan di tanaman, dan atau di sisi tangki jika pembibitan dilakukan di akuarium. Dalam waktu sekitar enam hari, anak-anak ikan akan berenang bebas dan akan mencari makanan. Di penangkaran, mereka bisa diberi makan udang air asin yang baru menetas.

Wader jambu telah berhasil dihibridisasi dengan ikan sumatra ( Puntius tetrazona ), yaitu menyilangkan ikan sumatra betina dengan wader jambu jantan. Hibrida mencapai kematangan dan semuanya jantan, tetapi mereka mandul.

Di akuarium

[sunting | sunting sumber]

Wader jambu adalah spesies aktif dan juga ikan berperilaku damai yang cocok untuk akuarium komunitas. ikan ini dianggap sebagai salah satu ikan hias yang adaptif, perenang yang lincah, tidak menuntut perawatan khusus, dan memiliki warna yang indah.

Selama kadar oksigen terlarut dalam air cukup stabil dan tidak memiliki kadar amonia yang mengkhawatirkan, ikan ini dapat bertahan hidup. Fluktuasi arus air yang diinginkan ikan ini yakni 'tak berarus' hingga 'berarus sedang', mengikuti turbiditas arus air yang ada pada habitatnya di danau dan sungai-sungai wilayah Asia Selatan. Salah satu tanda ikan mengalami depresiasi oksigen pada air yakni posisi tubuh berenang ke atas, mulut membuka-menutup menghadap ke permukaan air, bersamaan dengan gerakan kedua insang yang membuka-menutup.

Warna pada ikan akan terlihat jauh lebih mencolok pada selama periode kawin. Untuk menikmati warna ikan ini agar mendapatkan hasil lebih cerah diluar periode tersebut, disarankan menggunakan substrat berwarna gelap, seperti kerikil, pada dasar aquarium dan diberikan pencahayaan lampu yang berintensitas Rendah-Sedang.

Mereka paling baik dirawat berkelompok. minimal sebanyak 5-6 ekor atau lebih, pada akuarium dengan panjang minimal 76 cm (30 inci).

Spesies Ikan ini bisa dipelihara bersama dengan ikan kecil maupun seukuran. Akan tetapi, ia bisa menjadi sedikit cukup agresif terhadap ikan lain yang tidak segan-segan menggigit siripnya. Karena sifat omnivora di alam, Ikan ini bisa diberi makan berupa pelet ikan komersial, cacing sutra, dan makanan lain selama ukuran mulut menyesuaikan.

Ikan wader jambu bertingkah selalu lapar dengan cara berenang ke depan pinggir kaca akuarium saat pemiliknya datang mendekat. maka dari itu, usahakan untuk memberikan pakan secukupnya dan tidak berlebihan.

Ikan ini tidak direkomendasikan bagi akuarium tipe aquascape yang berisi tanaman golongan stem-plant berdaun halus, berdaun lunak, ataupun sejenis. Karena dalam beberapa kasus dan waktu tertentu, ia akan mengigit ujung daun yang masih muda sebagai bagian dari pola makannya, sama seperti golongan ikan wader dan ciprinidae omnivora lainnya. Disarankan memilih tanaman berdaun keras ataupun yang tidak akan dimakan oleh ikan herbivora, seperti; Java fern, Anubias, Echinodorus, Cryptocorine, Bucephalandra, Nymphaea, ataupun tanaman lain.

Karena spesies ikan ini sudah banyak dikomersialkan, beberapa variasi bentuk dan warna ikan menjadi beragam. Mulai dari 'Slayer' (long-fin), 'Mini', 'Baloon', 'Leukistik', dan 'Albino'. hanya saja, yang sering muncul dipasaran dan di toko ikan hias umum adalah tipe Slayer dan Mini.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Pethiyagoda, R., Meegaskumbura, M. & Maduwage, K. (2012): A synopsis of the South Asian fishes referred to Puntius (Pisces: Cyprinidae). Ichthyological Exploration of Freshwaters, 23 (1): 69-95.