Torque converter

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Torque converter (konverter torsi/kopling fluida) adalah kopling yang terpasang pada transmisi otomotis baik Automatic Transmision ataupun Transmisi Variable Kontinu/Continously Variable Transmision (CVT).[1] Torque converter berkerja dengan melipat gandakan torsi mesin dengan memanfaatkan gaya sentrifugal dari fluida transmisi otomatis. Pada kendaraan dengan transmisi otomatis torque converter terletak antara flaxeplate dan transmisi.[2] Jika dibandingakan dengan transmisi manual maka torque coverter merupakan gabungan dari disc clutch dan cover clutch. Karakteristik dari kopling ini adalah dapat melipat gandakan torsi saat torsi yang di keluarkan mesin terlalu kecil. Pelipat gandaan torsi terjadi pada saat kendaran akan mulai berjalan, sedangkan saat kendaran sudah melaju pada kecepatan tinggi maka torque converter hanya berfungi sebagai penerus putaran mesin tanpa meningkatkan torsi.

Fungsi[sunting | sunting sumber]

  • Sebagai kopling fluida sebagai penyambung, pemutus, dan pemindah putaran serta torsi dari mesin secara lembut.
  • Secara otomatis torsi yang dikeluarkan oleh mesin akan langsung ditingkatkan.
  • Didalam torque converter terdapat lock-up clutch untuk menghubungkan putaran mesin ke transmisi saat kecepatan tinggi.
  • Torque converter juga memutarkan pompa fluida untuk memungkinkan sistem pelumasan dan hidrolik bekerja.

Komponen[sunting | sunting sumber]

  • Pump impeller, terpasang menyatu dengan housing torque converter. Berfungsi memompa fluida untuk memutarkan turbin runner dengan memanfaatkan gaya sentrifugal.
  • Turbin runner, meneruskan putaran yang dihasilakan dari cipratan fluida pump impeller yang selanjutnya turbin runner memutarkan input shaft transmisi otomatis.
  • Stator, terletak antara pump impeler dan turbin runner. Berfungsi untuk menyearahkan percikan fluida yang dihasilakn dari percikan turbin runner untuk dikembalikan lagi ke pump impeller sehingga torsi bisa ditingkatkan, dan menghilangkan kemungkinan pump impeller terganggu putarannya oleh percikan fluida yang dihasilkan pump impeller.
  • One way clutch, menyatu dengan stator. Berfungsi untuk menghalangi putaran stator yang berlawanan arah dengan putaran pump impeller yang disebabkan karenan terdorong oleh percikan fluida dari turbin runner.

Cara kerja[sunting | sunting sumber]

Saat mesin mati maka semua sistem pelumasan dan hidrolis tidak bekerja. Dan ketika mesin mulai menyala torque converter mulai berputar dan fluida di dalamnya juga akan berputar searah jarum jam (dilihat dari arah depan mesin). Fluida yang ada di dalam torque converter akan digerakkan oleh kipas-kipas pump impeller yang terpasang menjadi satu dengan body/housing torque converter. Hasil dari putaran pump impeller menyebabkan fluida bergerak ke arah turbin runner sehingga turbin runner berputar dan kemudian turbin runner memutarkan input shaft.


Selanjutnya karena fluida di dalam torque converter berada diruangan tertutup menyebabkan sisa fluida yang memercik dari turbin runner kembali ke arah pump impeller. Percikan fluida ini bergerak berlawanan arah jarum jam sehingga menyebabkan pump impeller mengalami penurunan kecepatan. Untuk mencegah hal ini maka di dalam torque converter dipasangkan stator untuk mengubah arah percikan fluida yang di hasilkan dari turbin runner, sehingga arah percikan fluida ikut membantu memutarkan pump impeller yang berakibat pada peningkatan putaran pump impeller, sehingga peningkattan torsi pun bisa didapatkan.


Kemudian karena arah percikan dari turbin runner berlawanan arah jarum jam, hal ini juga akan menyebabkan stator bergerak berlawanan arah jarum jam, untuk mencegah hal ini maka pada stator dipasang ona way clutch atau kopling satu arah yang memungkinkan stator hanya berputar searah jarum jam.

Lock Up Clutch[sunting | sunting sumber]

Di dalam torque converter juga terdapat kopling mekanis yang diatur secara elektronik dan hidrolis. Lock up clutch terdapat pada semua torque converter modern. Karena pada kecepatan tinggi putaran turbin runner akan menyamai putaran pump impeller, sehingga peningkatan torsi tidak dapat dilakukan, pada saat ini torque converter hanya sebagai kopling saja, dan putaran dari mesin diteruskan melalui lock up clutch. Hal ini perlu dilakukan karena torque converter kehilangan daya nya sebesar 80% pada kecepatan tinggi, dan selanjutnya efisiensi bahan bakar bisa terpenuhi. Karena putaran mesin dilangsungkan menuju transmisi maka menghasilkan rasio putaran 1:1. Lock up clutch bekerja pada kecepatan 65 km/jam keatas dan diatur secara elektronik oleh ECT (electronic control transmision) melalui solenoid dan vlave body.

Istilah Pada Torque Converter[sunting | sunting sumber]

  • Stall, hal ini terjadi ketika pump impeller berputar tetapi turbin rinner diam. Pelipatgandaan torsi terbesar terjadi pada saat ini.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Torque Converter : Komponen Dan Cara Kerja Lengkap Gambar - OmMobil". www.ommobil.com. Diakses tanggal 2022-10-20. 
  2. ^ "Everything You Need to Know About Torque Converters". AAMCO Bay Area. Diakses tanggal 2022-10-20.