Teori perilaku politik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Untuk teori-teori yang berkaitan erat dalam sosiologi, lihat Perilaku kolektif .

Teori perilaku politik adalah sebagai salah-satu aspek dari ilmu politik yang berusaha untuk mendefinisikan, mengukur dan menjelaskan pengaruh terhadap pandangan politik seseorang, ideologi dan tingkat partisipasi politik. Secara teoretis, perilaku politik dapat diurai dalam tiga pendekatan utama yakni melalui pendekatan sosiologi, psikologi dan rasionalitas.

Faktor yang mempengaruhi perilaku politik[sunting | sunting sumber]

berikut ini terdapat faktor yang dapat mempengaruhi perilaku politik individu:[1]

  1. lingkungan sosial politik, seperti sistem politik, sistem ekonomi, sistem budaya, dsb. Hal tersebut dapat mempengaruhi karena apabila seorang individu yang berada pada sistem ekonomi dengan kedaan yang terbatas, maka dapat dipastikan bahwa individu tersebut memiliki perilaku politik yang kurang aktif, begitu pula sebaliknya.
  2. lingkungan sosial politik langsung yang mempengaruhi perilaku politik. apabila seorang individu tersebut pada lingkungannya dikelilingi sekelompok orang yang aktif dalam politik, maka secara langsung kepribadian tersebut dapat tertularkan.
  3. struktur kepribadian tercermin dari sikap individu. apabila individu tersebut memiliki sifat melek politik dan sadar akan ingin memajukan kondisi politik, maka individu tersebut akan aktif dalam politik.
  4. lingkuang sosial politik yang langsung. apabila dalam lingkungan individu tersebut sangat perlu untuk mendapatkan penanganan politik yang baik, demi kepentingan dan kemajuan masyarakat. maka, seorang individu tersebut dapat secara sadar untuk melakukan keaktifan kegiatan politik.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Surbakti, R. 1992. Memahami Ilmu Politik. Jakarta: PT Grasindo