Teori perilaku politik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Untuk teori-teori yang berkaitan erat dalam sosiologi, lihat Perilaku kolektif .

Teori perilaku politik adalah sebagai salah-satu aspek dari ilmu politik yang berusaha untuk mendefinisikan, mengukur dan menjelaskan pengaruh terhadap pandangan politik seseorang, ideologi dan tingkat partisipasi politik. Secara teoretis, perilaku politik dapat diurai dalam tiga pendekatan utama yakni melalui pendekatan sosiologi, psikologi dan rasionalitas.

FAKTOR INDIVIDU[sunting | sunting sumber]

  1. Pemantau Diri yang tinggi
  2. Tempat Kedudukan Kendali Internal
  3. Investasi Organisasional
  4. Alternatif Pekerjaan yg dipahami
  5. Harapan Sukses FAKTOR ORGANISASIONAL

1. Realokasi Sumber Daya

2. Kesempatan Promosi

3. Kepercayaan Rendah

4. Ambiguitas Peran

5. Sistem Evaluasi Kinerja Tidak Jelas

6. Tekanan Kinerja Tinggi

7. Perilaku Manajer Senior

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]