Tata boga

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Tata boga adalah suatu disiplin ilmu terkait dengan seni dalam menyiapkan, memasak, dan menghidangkan makanan siap saji. Di Indonesia, disiplin ilmu ini dapat dipelajari di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)[1] atau di tingkat sekolah tinggi terkait Industri pariwisata dan industri perhotelan.[2][3] Seorang yang memiliki keahlian dalam tata boga dinamakan sebagai koki, juru masak atau chef, dimana orang ini diharuskan untuk memiliki pengetahuan dalam ilmu pangan, nutrisi, dan diet[4] serta memiliki kreativitas dalam menyiapkan hidangan makanan yang menarik untuk dilihat. Ilmu tata boga sangat terkait dengan industri pariwisata dan perhotelan dimana kebanyakan para juru masak bekerja di rumah makan, hotel, atau taman hiburan.[5]

Asal mula[sunting | sunting sumber]

Di Dunia Barat, tata boga sebagai keterampilan dan lalu disiplin ilmu mulai berkembang di akhir Abad Renaisans. Sebelumnya para juru masak bekerja di puri untuk keluarga kerajaan dan pekerja disana. Para juru masak selanjutnya mulai bekerja di penginapan dan hotel, dimana tata boga lalu berkembang sebagai suatu disiplin ilmu.[6]

Di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Tata boga mulai berkembang sebagai disiplin ilmu di era Hindia Belanda. Di abad ke-19 M, para juru masak bertugas untuk menyiapkan makanan untuk para pejabat belanda dan pembesar lokal, dimana hidangan yang disajikan dinamakan boga hindia (Indische Keuken).[7] Setelah kemerdekaan, tata boga menjadi salah-satu disiplin ilmu yang banyak ditawarkan oleh berbagai SMK dan sekolah pariwisata, dimana lulusan dari sekolah tersebut diarahkan untuk bekerja di industri pariwisata dan perhotelan.[8][9] Tata boga juga sudah mulai diajarkan sebagai keterampilan non-kurikuler di beberapa Sekolah menengah atas di Indonesia.[10]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Ari. "Model Pembelajaran Untuk SMK Tata Boga Dalam Mengembangkan Ekonomi Kreatif". Direktorat Pembinaan SMK. Diakses tanggal 2018-09-02. 
  2. ^ "Presiden Zanzibar Kagumi STP Bali – FAJAR –" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-09-02. 
  3. ^ "Pentingnya Pengembangan Pendidikan Vokasi untuk Penguasaan Keterampilan - Tribunnews.com". Tribunnews.com. 2018-07-23. Diakses tanggal 2018-09-02. 
  4. ^ Marcus, Jacqueline B. (2013-04-15). Culinary Nutrition: The Science and Practice of Healthy Cooking (dalam bahasa Inggris). Academic Press. ISBN 9780123918833. 
  5. ^ Burns, Jennifer Bobrow (2010). Career Opportunities in Travel and Hospitality (dalam bahasa Inggris). Infobase Publishing. ISBN 9780816077311. 
  6. ^ Baran, Tony (2014-10-01). A Brief Culinary Art History of the Western Chef Avante-Guarde Through the Late 20Th Century (dalam bahasa Inggris). AuthorHouse. ISBN 9781496934581. 
  7. ^ "Merawat Budaya Kuliner Nusantara | lifestyle - Bisnis.com". Bisnis.com. Diakses tanggal 2018-09-02. 
  8. ^ "Karawang Usulkan Kurikulum SMK Harus Berbasis Industri | Republika Online". Republika Online. Diakses tanggal 2018-09-02. 
  9. ^ Siska, Windy (2018-08-30). "Menempa Keahlian Siswa – Sumatera Ekspres". Sumatera Ekspres. Diakses tanggal 2018-09-02. 
  10. ^ "Hadapi Era Industri 4.0, Program Double Track SMA Jadi Andalan". SINDOnews.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-09-02.