Tari Mokanta
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Desember 2025) |

Tari Mokanta[1] adalah tarian untuk menyambut tamu yang dilakukan oleh Suku Bare’e yang berasal dari Kabupaten Tojo Una-Una yang dilakukan oleh 2 (dua) orang saja dengan memakai semua alat perang seperti tombak, parang guma, peda, dan taono, dengan memakai tameng Kanta, dan juga tangan kosong.
Arti dari Kanta dalam bahasanya Suku Bare'e artinya perisai, dan Mokanta adalah Sedang melakukan sesuatu dengan Kanta atau perisai tersebut.
Tari Mokanta biasanya di tampilkan setelah Acara Pemasangan Siga dan Tali Bonto[2] atau juga penggalungan bunga, dan setelah Tari Mokanta dilakukan pemberian hasil-hasil alam dari wilayah Tana Nto Bare'e wilayah To Lage yang berupa ayam putih, beras, dan saguer yang disajikan di dalam bambu yang biasa disebut Raja Mabuya atau Pekasivia (sivia).
Gerakan Tari
[sunting | sunting sumber]Tarian Mokanta bisa dilakukan Laki-laki maupun wanita yang semuanya yaitu kedua orang penari mokanta tersebut memakai alat-alat perang atau juga tangan kosong berdiri di depan dan menghadap tamu undangan yang berjalan masuk ke tempat acara,[3] dan setelah tamu undangan tersebut duduk rapi, maka kedua orang penari mokanta yang berdiri di depan dan di hadapan tamu undangan tadi memperagakan beladiri yang mereka kuasai dengan saling beradu keahlian memakai alat-alat perang atau juga keahlian tangan kosong di panggung atau ditempat yang sudah disediakan.
Tari Mokanta sering dilihat pada acara penjemputan para tamu yg dihormati pada acara-acara yang masyarakat suku bare’e selenggarakan, dari acara pesta kecil, pernikahan, sampai acara pesta pagelaran akbar.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Suku Bare'e (Bare'e-Stammen) adalah Suku asli dari Wilayah Poso-Todjo, De Bare'e-Sprekende de Toradja van midden celebes jilid 1 halaman 119, , Diakses 23 Juni 2023.
- ↑ Kaudern 1925, hlm. 420.
- ↑ Tari Mokanta , Pamona ternyata hanya nama Desa, yaitu Desa Pamona di Watu mpogaa tentena, dan setelah di wotu bernama To Lampu, To Lompoe, To Tawaelia, , Diakses 23 Juni 2023.