Surna Tjahya Djajadiningrat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Prof. Ir. H. Surna Tjahja Djajadiningrat, M.Sc., Ph.D.
Prof. Naya
Ketua ESQ Business School ke-1
Petahana
Mulai menjabat
01 Januari 2013
Informasi pribadi
Lahir Surna Tjahja Djajadiningrat
01 September 1944
Bendera Indonesia Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Meninggal 25 Agustus 2014 (umur 69)
Bendera Indonesia Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Suami/istri Tity Marjanah Djajadiningrat
(1949-2013)
Anak Nayanti Maryani Gardwina
Alma mater Ir./S1 - ITB

M.Sc./S2 - University of Hawaii, Hawaii, Amerika Serikat
Dr./S3 - University of Hawaii, Hawaii, Amerika Serikat

Surna Tjahja Djajadiningrat (Jakarta, DKI Jakarta, 01 September 1944 - meninggal di Jakarta, DKI Jakarta, 25 Agustus 2014) atau lengkapnya Prof. Ir. H. Surna Tjahja Djajadiningrat, M.Sc., Ph.D., juga dikenal dengan nama Prof. Naya, adalah seorang Guru Besar ITB di bidang Manajemen Lingkungan[1]. Prof. Naya merupakan salah satu penggagas ESQ Business School[2] yang dimana ia juga dipecaya untuk menjadi Pimpinan instansi tersebut Sejak 01 Januari 2012 hingga ia meninggal dunia.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Surna Tjahya Djajadiningrat memperoleh gelar doktor dalam bidang Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan dari University of Hawaii tahun 1982. Sebelum menamatkan pendidikan Magister di University of Hawaii tahun 1980, memperoleh gelar sarjana Teknik Industri Institut Teknologi Bandung pada tahun 1972.

Sebelum salah satu pendiri SBM ITB ini terpilih menjadi Dekan untuk periode 2004 - 2009, ia merintis kariernya di Kementrian Negara Lingkungan Hidup (1988 - 1999). Bersamaan dengan kariernya di KLH, ia pun ditunjuk sebagai anggota MPR RI Utusan Ekologis (1993 - 1998). Pernah menjabat di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai Kepala Badan Pendidikan & Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Direktur Jenderal Pertambangan Umum (2000 - 2001) serta Staf Ahli Menteri Pertambangan dan Energi Bidang Lingkungan Pertambangan (1999 - 2000), ia kemudian bergabung dengan Dewan Riset Nasional untuk periode 2000 - 2004.

Bergabung di Kelompok Keahlian Manajemen Insani dan Kewirausahaan, dengan kepakaran/spesialisasi di bidang Business Ethics & Social Responsibility, minat risetnya di bidang Business Leadership, Business Ethics & Social Responsibility, serta Business Economic. Selain mengajar, kini ia bersama Dr. Kuntoro Mangkusubroto adalah merupakan Dewan Sekolah SBM ITB.

Prof. Naya dengan Bapak Haidar Bagir

Kembali aktif di KLH sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan, Prof. Naya juga termasuk ke dalam jajaran Dewan Penasehat Indonesia Project on Climate Change hingga saat ini.

Proses pendirian ESQ Business School tak lepas dari andil ia. Keinginannya itu didasari oleh persamaan visi, yaitu terbentuknya generasi muda yang berkarakter.[3] ESQ Business School selain mengembangkan intelektualitas, juga membekali dengan kecerdasan emosional dan spiritual untuk mencetak pemimpin yang tangguh di dunia bisnis.[3] Dengan mendirikan ESQ Business School baginya sama saja dengan membangun generasi masa depan yang berilmu, berkarakter, dan berkebangsaan. Bangsa yang besar, lanjutnya, adalah bangsa yang berilmu, berkarakter, dan berkebangsaan.[3]

Melalui ESQ Business School, ia ingin mencetak lulusan yang berkarakter 7 Budi Utama, yaitu jujur, disiplin, tanggung jawab, visoner, disiplin, kerjasama, adil, peduli. Tak hanya itu, ia juga menginginkan lulusan yang memiliki jiwa entrepreneurship dan tentunya kemampuan akademik yang bagus.[1]

Surna Tjahya Djajadiningrat juga menambahkan, banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa orang yang berhasil itu kecerdasan intelektualnya hanya 20 persen, sedangkan 80 persennya ada di kecerdasan emotional dan spiritual. Itulah yang ingin dibangun di ESQ Business School.[1]

Menurutnya, bangsa Indonesia telah kehilangan ruhnya, karena kehilangan ruh akhirnya kehilangan identitas. “Kita kehilangan identitas. Bangsa yang kehilangan identitas tak akan maju. Jadi di ESQ Business School ini kita harus membangun wawasan berkebangsaan, jiwa yang kreatif berlandaskan spiritual dan kemampuan intelektualnya,” paparnya.[1]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Karier[sunting | sunting sumber]

  • Ketua dan Pendiri ESQ Business School - (2012 - 2014)
  • Anggota Dewan Pertimbangan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan - (2005)
  • Head of Agency for Training and Education, Department of Mine and Mineral Resources - (2001)
  • Director General of Mine, Department of Mine and Energy - (2000)
  • Direktur Jenderal Pertambangan Umum Departemen Pertambangan dan Energi - (2000 - 2001)
  • Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral - (2001 - 2003)
  • Expert Staff to the Minister of Mine and Energy - (1999)
  • Staf Ahli Menteri Pertambangan dan Energi Departemen Pertambangan dan Energi Bidang Lingkungan Pertambangan - (1999 - 2000)
  • Deputy Head of EIA and Technical Assistant, Agency for Environmental Impact Management (Bapedal) - (1998)
  • Deputi Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan BAPEDAL, Bidang Amdal, dan Pembinaan Teknis - (1998 - 1999)
  • Member of Delegation ‘ Rio meeting (1997) ‘ United Nations - (1997)
  • Assistant Minister for Coordination – State Ministry for Environment - (1993 - 1998)
  • Head of Senior Official on Environment: South East Asian Nations (ASEAN), Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), United Nations Environmental Programmes (ESCAP), Global Environmental Facilities (GEF), Commission on Sustainable Development (CSD) - (1993 - 1998)
  • Member of Delegation ‘ Preparatory Committee Meeting ‘ World Conference on Sustainable Development - (1991 - 1992)
  • Asisten Menteri Negara Departemen Lingkungan Hidup, Bidang Koordinasi - (1993 - 1998)
  • Asisten Menteri Negara Departemen Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Bidang Informasi,Komunikasi, dan Peran Serta Masyarakat - (1988 - 1993)
  • Plt. Pembantu Asisten Menteri Negara Departemen Kependudukan dan Lingkungan Hidup,Bidang Keserasian - (1984 - 1988)
  • Professional Associate EAPI, The East West Center, Honolulu, Hawaii, USA - (1981)
  • Research Assistant Environment and Policy Institute (EAPI), The East West Center, Honolulu, Hawaii, USA - (1979 - 1980)
  • Research Assistant Technology Development Institute (TDI)-The East West Center, Honolulu, Hawaii,USA - (1978)
  • Research Associate Development Technology Center (DTC) – ITB - (1972 - 1996)

Karya[sunting | sunting sumber]

Selama perjalanan hidupnya, ia banyak menghasilkan karya-karya, baik berupa buku, jurnal ilmiah maupun lainnya.

Buku[sunting | sunting sumber]

2011

  • Ekonomi Hijau[4]

2009

  • The Power of Love - Rekayasa Sains[4]
  • Manajemen sebagai Unit Keilmuan Serumpun. A Chapter Book: Apakah Manajemen adalah Sains? - ITB ISBN : 978-979-1344-55-5[4]

2004

  • Kawasan Industri Berwawasan Lingkungan (Eco-Industrial Park), Fenomena Baru dalam Membangun Industri dan Kawasannya Demi Masa Depan Berkelanjutan - Rekayasa Sains ISBN : 979-97478-6-4[4]

2005

  • Sustainable Future : Menggagas Warisan Peradaban bagi Anak Cucu, Indonesia - Center for Sustainable Development ISBN 979-97278-9-8.[4]
  • Pengantar Ekonomi Lingkungan - LP3ES.[4]

Jurnal Nasional[sunting | sunting sumber]

  • Firms Behavior on Contact and Agreement in Small Industry Cluster: Case Studies in Six Small Industry Clusters in Central Java Indonesia; Jurnal Manajemen Teknologi 5, No. 2. ISSN 1412-1770[4]
  • Mengelola Pengetahuan dengan Pembelajaran Organisasi di Perguruan Tinggi. Jurnal Manajemen Teknologi 4,No. 2.ISSN: 1412-1700[4]
  • Tren Dunia Industri Menuju Pembangunan Industri Berwawasan Lingkungan: Eco Industrial Park sebagai sebuah Konsep.( April) . Jurnal Ekonomi Lingkungan 13, No. 7 : 37-50[4]
  • 2004 Analisis Pengembangan Wilayah Industri dengan Pendekatan Klaster Industri, Studi Kasus Klaster Industri Karet, Kawasan Andalan Sukabumi, Jurnal Teknik Industri ITB[4]

Jurnal Internasional[sunting | sunting sumber]

  • 2006 - Firms Behavior on Contract and Agreement in Small Industry Clusters. Proceedings of International Conference on Technology and Operations Management (ICTOM), December 1 – 2, School of Business and Management ITB with Universiti Utara Malaysia, Bandung ISBN NO. 979-15590-0-7[4]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d ESQ Media (07 Juni 2013). "Surna Tjahja Djajadiningrat: Membangun Generasi Berilmu, Berkarakter, dan Berkebangsaan". ESQ Media. Diakses tanggal 09 Juni 2013. 
  2. ^ ESQ Business School (19 Desember 2012). "Tentang Kami". ESQ Business School. Diakses tanggal 24 Mei 2013. 
  3. ^ a b c Tino (15 Maret 2012). "Surna Tjahja Djajadiningrat: Bangsa yang Berkarakter, Itu Mimpi Saya". ESQ News. Diakses tanggal 24 Mei 2013. 
  4. ^ a b c d e f g h i j k SBM ITB (07 Juni 2012). "Profil Prof. Naya". SBM ITB. Diakses tanggal 10 Juni 2013. 

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]