Sungai Petanu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sungai Petanu (Tukad Petanu)
Sungai
COLLECTIE TROPENMUSEUM Een Europese vrouw wordt tijdens een tocht naar Gunung Kawi door Balinese mannen in een draagstoel over een rivier gezet in de bergen bij Tampaksiring TMnr 60042713.jpg
Seorang wanita Eropa diseberangkan di sungai Petanu menuju Candi Gunung Kawi tahun 1922
Negara  Indonesia
Provinsi Bali
Sumber Kintamani
Muara Laut Bali
Panjang 46,96 km (29 mi)
DAS 96,87 km2 (37 sq mi)
Debit air
 - rerata 300 m3/s (10.594 cu ft/s)
Zona waktu WITA (UTC+8)
Bali\ is located in Bali
Sungai Petanu
Sungai Petanu
Lokasi sungai Petanu di Bali

Petanu adalah sungai yang terletak di kabupaten Gianyar, Bali, Indonesia.[1] Sungai ini secara kosmologis mengalir dari perbukitan Kintamani. Memiliki luas ±96.87 km² dengan panjang sungai 46.96 km[2][3]

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Sungai Petanu airnya berasal dari beberapa buah sumber mata air pegunungan Kintamani, yang merupakan sumber air dari banyak sungai di Bali, sungai Petanu melewati tiga kecamatan yakni Tampaksiring, Ubud, Blahbatuh, bermuara di pantai Saba, air sungai ini dimanfaatkan sebagai pemasok kebutuhan air kawasan Bali selatan yakni Kota Denpasar, Badung, dan Gianyar.[4]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Sungai ini mengalir di wilayah tengah ke selatan pulau Bali yang beriklim hutan hujan tropis (kode: Af menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger).[5]

Situs Sepanjang Sungai[sunting | sunting sumber]

Menurut catatan Stutterheim dan Bernet Kempers pada tahun 1923-1930, daerah aliran sungai Petanu bersama sungai Pakerisan menjadi salah satu tempat banyak ditemukan peninggalan purbakala.[6][7][8][9]

  1. Goa Gajah

Tata guna lahan dan tata ruang[sunting | sunting sumber]

Menurut penelitian, daerah aliran sungai Petanu secara umum daerah hulu hingga tengah digunakan untuk wisata air dan sebagai sumber air, baik untuk bahan baku air minum dan untuk pertanian, penyempitan sempadan dan penambangan paras menjadi masalah utama sungai Petanu, banyak bangunan villa atau resort didirikan tidak sesuai aturan dan cenderung merusak ekosistem sungai. Penambang paras mulai berkurang saat ini, masyarakat sekitar sungai juga telah membentuk kelompok penolak penambangan di sungai Petanu[2]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Tukad Pakerisan[pranala nonaktif permanen] at Geonames.org (cc-by); Last updated 2012-01-17; Database dump downloaded 2015-11-27
  2. ^ a b Aryastana, Putu (2015), Identifikasi pemanfaatan daerah sempadan sungai tukad petanu (PDF) 
  3. ^ Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Petanu (PDF), diakses tanggal 8 Juni 2019 
  4. ^ Bali Bangun IPA Petanu 300 Liter/Detik, Antara News, 4 September 2012, diakses tanggal 14 Juli 2019 
  5. ^ Peel, M C; Finlayson, B L; McMahon, T A (2007). "Updated world map of the Köppen-Geiger climate classification". Hydrology and Earth System Sciences. 11. doi:10.5194/hess-11-1633-2007. 
  6. ^ Stutterheim, W.F. (1925), Kort Verslaag Van den Adjuct Oudheidkundige nopemszijn reisnaar Bali 
  7. ^ Sttutterheim, W.F. (1929), Oudheden van Bali I, Het Ouderijk van Pedjeng, Kirtya Liefrick-vander Tuuk 
  8. ^ OBYEK WISATA SEPANJANG DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) PAKERISAN SEBAGAI WARISAN BUDAYA DUNIA, September 29, 2016, diakses tanggal 6 Juni 2019 
  9. ^ Daerah Aliran Sungai Pakerisan dan Petanu Sebagai Tempat Kegiatan Keagaaman (Bag.2), September 29, 2016, diakses tanggal 6 Juni 2019 

Koordinat: 8°31′19″S 115°17′02″E / 8.521887°S 115.283772°E / -8.521887; 115.283772