Suku Karen

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Karen
ကညီကလုာ်
A Karen woman.jpg
Seorang wanita Karen dalam busana tradisional
Total populasi
9 juta[1]
Kawasan dengan populasi yang signifikan
 Myanmar 7,000,000[2]
 Thailand 1,000,000[1]
 AS 70,000+
 Australia 11,000+[3]
 Kanada 5,000[4]
 Swedia 1,500
Negara lainnya 100,000+
Bahasa
Bahasa-bahasa Karen, yang meliputi S'gaw Karen, Pwo Karen, Karenni dan Pa'O
Agama
Buddha Theravada, Kristen, Animisme
Negara bagian Karen di Myanmar


Suku Karen, Kayin, Kariang atau Yang (Per Ploan Poe atau Ploan dalam Poe Karen dan Pwa Ka Nyaw atau Kanyaw dalam Sgaw Karen; ကညီကလုာ်, diucapkan [kəjɪ̀ɴ lù mjó]; bahasa Thai: กะเหรี่ยง or ยาง) merujuk kepada sejumlah kelompok etnis pemakai bahasa Tiongkok-Tibet yang utamanya tinggal di Negara bagian Karen, selatan dan tenggara Myanmar. Karen melingkungi sekitar 7 persen dari jumlah penduduk Burma dengan jumlah sekitar 5 juta orang.[5] Sejumlah besar Karen berpindah ke Thailand, yang kebanyakan mendiami perbatasan Thai–Karen.

Karen sering disamakan dengan Karen Merah (Karenni), yang merupakan salah satu suku Kayah di Negara bagian Kayah, Myanmar. Salah satu subkelompok Karenni, suku Padaung, paling dikenal karena wanita-wanitanya yang mengenakan cincin leher. Suku tersebut mendiami wilayah perbatasan Myanmar dan Thailand.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Cetakan[sunting | sunting sumber]

  • Marshall, Harry Ignatius (1997) [1922]. The Karen People of Burma. A Study in Anthropology and Ethnology. White Lotus Press. 
  • Anderson, Jon Lee (2004) [1992]. Guerrillas: Journeys in the Insurgent World. Penguin Books. 
  • Delang, Claudio O. (Ed.) (2003). Living at the Edge of Thai Society: The Karen in the Highlands of Northern Thailand. London: Routledge. ISBN 978-0-415-32331-4. 
  • Evans, W.H. (1932). The Identification of Indian Butterflies (2nd ed). Mumbai, India: Bombay Natural History Society. 
  • Falla, Jonathan (1991). True Love and Bartholomew: Rebels of the Burmese Border. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-39019-4. 
  • Forbes, Andrew, and Henley, David, 'Chiang Mai's Hill Peoples' in: Ancient Chiang Mai Volume 3. Chiang Mai, Cognoscenti Books, 2012. ASIN: B006IN1RNW
  • Lewis, Paul; Elaine Lewis (1984). Peoples of the Golden Triangle. London: Thames and Hudson Ltd. ISBN 978-0-500-97472-8. 
  • Gravers, Mikael (2007). Exploring Ethnic Diversity in Burma. Copenhagen: Nordic Institute of Asian Studies. ISBN 978-87-91114-96-0. 
  • Matisoff, James A. (1991). "Sino-Tibetan Linguistics: Present State and Future Prospects". Annual Review of Anthropology (Annual Reviews Inc.) 20 (1): 469–504. doi:10.1146/annurev.an.20.100191.002345. 
  • Phan, Zoya (2009). Little Daughter: a Memoir of Survival in Burma and the West. Simon & Schuster. 
  • Scott, James C. (2009). The Art of Not Being Governed: An Anarchist History of Upland Southeast Asia. New Haven: Yale University Press. ISBN 978-0-300-15228-9. 
  • Silverstein, Josef (1977). Burma: Military Rule and the Politics of Stagnation. Ithaca, N.Y.: Cornell University press. ISBN 0-8014-0911-X. 
  • Smith, Martin (1991). Burma - Insurgency and the Politics of Ethnicity. London and New Jersey: Zed Books. ISBN 0-86232-868-3. ISBN 0-86232-869-1 pbk. 
  • Thawngmung, Ardeth Maung (2012). The 'Other' Karen in Myanmar: Ethnic Minorities and the Struggle Without Arms. Lanham, UK: Lexington Books. ISBN 978-0-7391-6852-3. 

Online[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Templat:Kelompok etnis di Thailand