Suku Dayak Kantuk

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Suku Dayak Kantuk/Kantu' merupakan salah satu subsuku kelompok Dayak yang mendiami sebagian wilayah di Kabupaten Kapuas Hulu. Di kabupaten tersebut, wilayah penyebaran suku Dayak Kantuk terluas dibanding subsuku dayak lainnya. Berdasarkan data survei awal yang dihimpun oleh peneliti-peneliti dari Institut Dayakologi, menunjukkan setidaknya suku ini tersebar di 14 kecamatan, dari 23 kecamatan yang berada diwilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

Dayak Kantuk memiliki hubungan yang cukup dekat dengan berbagai subsuku dayak lainnya, antara lain: Iban, Ketungau, Seberuang, Desa, dan Mualang. Perbedaaan yang tampak hanya pada dialek bahasa dan sebagian kosa kata tertentu. Diyakini bahwa asal-muasal keberadaan suku Dayak Kantuk ini adalah daerah Tampun Juah, sebuah wilayah yang terletak di daerah hilir Sungai Sekayam dan dekat dengan daerah Segumon.

Suku Dayak Kantuk tinggal dan menetap sehari-hari di "Rumah Panyai" atau yang sekarang lazim disebut "Rumah Betang". Kebudayaan menenun juga terdapat pula pada suku ini yang umumnya dilakukan oleh kaum perempuannya.

Orang dayak kantuk ini memiliki bahasa tersendiri yaitu bahasa kantuk. Belum diperoleh informasi berapa jumlah penutur bahasa ini. Ia bermukim di kedua kecamatan tersebut, mereka berada misalnya diantara 4.900 jiwa penduduk Kecamatan nanga kantuk dan 9.198 jiwa penduduk Kecamatan semitau tahun 1982.

Mereka tinggal berkelompok di suatu rumah panjang (rumah tegoh). Rumah panjang orang kantuk pada keadaan 1976, seperti yang diteliti oleh Dove(1985) di kulit tuba.rumah ini memiliki konstruksi yang baik.[1]


Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Alloy, Sujarni. Albertus. Chatarina Pancer Istiyani. 2008. Mozaik Dayak: Keberagaman Subsuku dan Bahasa Dayak di Kalimantan Barat. Pontianak: Institut Dayakologi.
  1. ^ Dwiari Ratnawati, Lien (2018). Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Jakarta: Direktorat Jendral Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.