Sudaji, Sawan, Buleleng

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sudaji
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiBali
KabupatenBuleleng
KecamatanSawan
Kodepos81171
Luas8,17 km²[1]
Jumlah penduduk7.283 jiwa (2010)[2]
Kepadatan891 jiwa/km² (2010)
Situs webhttp://sudaji-buleleng.desa.id

Sudaji adalah desa di kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia. Desa ini memiliki rata-rata ketinggian 500 meter dari permukaan laut.[3]

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan informasi lisan, konon nama Sudaji yang dijadikan nama sebuah desa ini berasal dari kata Sariaji. Namun, perubahan nama dari Sariaji menjadi Sudaji tidak diketahui, karena ketiadaan sumber-sumber tertulis. Ada juga yang mengatakan bahwa kata Sudaji berasal dari dua kata, yakni suda dan aji yang berarti ajaran yang bersih.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Luas wilayah Desa Sudaji 8,17 km² (817 ha). Keseluruhan wilayah dipergunakan untuk berbagai keperluan hidup, diantaranya untuk sawah, perkebunan, pekarangan, dll. Luas tanah sawah 453 ha, tanah perkebunan 210,68 ha, tanah pekarangan 94,5 ha, dan tanah negara 40 ha.

Pembagian Dusun/Banjar[sunting | sunting sumber]

Desa Sudaji terbagi dalam Banjar Dinas, yaitu:

  1. Banjar Dinas Desa
  2. Banjar Dinas Ceblong
  3. Banjar Dinas Kaja Kangin
  4. Banjar Dinas Klod Kangin
  5. Banjar Dinas Sanda
  6. Banjar Dinas Celuk
  7. Banjar Dinas Singkung
  8. Banjar Dinas Mayungan
  9. Banjar Dinas Kubukili
  10. Banjar Dinas Dukuh
  11. Banjar Dinas Rarangan
  12. Banjar Dinas Bantas

Demografi[sunting | sunting sumber]

Hingga Desember 2009, Sudaji berpenduduk sebanyak 8.402 orang, dengan rincian: laki-laki 4.173 orang dan perempuan 4.229 orang. Pada sensus tahun 2010, Penduduk desa Galungan berjumlah 7.283 jiwa terdiri dari 3.611 laki-laki dan 3.672 perempuan dengan rasio sex 0,98.[1]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Dari sudut pendidikan, penduduk Sudaji mengalami peningkatan dalam kesertaan dalam pendidikan. Tahun 2008, tingkat pendidikan di berbagai jenjang berjumlah 262 orang dan tahun 2009 meningkat menjadi 292 orang. Berdasarkan pendidikan, jumlah terbesar adalah tamatan SD 127 orang, SMP 106 orang, SLTA 51 orang dan 8 orang tamatan perguruan tinggi. Jumlah penduduk menurut kelompok umur tenaga kerja pada tahun 2008 berjumlah 6.054 orang atau 80,5% dari total penduduk Sudaji (7.518 orang), dan tahun 2009 menjadi 6.283 orang atau 75% dari total penduduk (8.402 orang).

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Dilihat dari mata pencahariannya, penduduk desa ini sebagian besar adalah petani. Petani sawah pemilik sebanyak 344 orang, petani sawah penggarap 216 orang, petani perkebunan pemilik 955 orang, dan petani perkebunan penggarap 142 orang. Ada pula petani peternak sebanyak 15 orang, dan pengrajin 7 orang. Sisanya meliputi beragam profesi, diantaranya sebagai ABRI, PNS, pegawai swasta, tukang bangunan, pedagang, tukang mebel, dll.

Sebagai masyarakat yang didominasi petani, secara turun-temurun di desa ini terdapat kelompok Subak Sawah untuk kegiatan pertanian lahan sawah dan Subak Abian untuk pertanian lahan kering. Terdapat 15 Kelompok Subak Sawah di Sudaji, dan 1 kelompok Subak Abian.

Angka pengangguran di Desa Sudaji tergolong rendah. Pada tahun 2008, penduduk menganggur sebanyak 2,1 persen, sedangka pada tahun 2009 menurun menjadi 1,7 persen. Ketujuh sektor ekonomi masyarakat Sudaji menyumbangkan pendapatan sebesar Rp.73,47 miliar pada tahun 2008 dan menjadi Rp78,42 miliar pada tahun 2009 atau naik sebesar 6,7%.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Satu-satunya lembaga keuangan yang ada di Sudaji adalah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Sudaji, yang terbentuk pada tahun 1988. Nasabah LPD ini sebanyak 2.867 orang. Jumlah kredit yang disalurkan hingga Desember 2009 berjumlah 4,1 miliar. Salah satu sumber dana Desa Sudaji adalah dari Unit Usaha Pengelolaan Air bagi masyarakat desa ini. Usaha ini dikelola secara swadaya dan lebih banyak bertujuan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Tahun 2009 hasil penjualan air sebesar Rp. 19,93 juta.

Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk bertransaksi dalam rangka memenuhi kebutuhannya telah dibangun Pasar Desa Sudaji selama dua tahun terakhir, kontribusi pasar ini cukup besar terhadap pendapatan asli desa Sudaji. Tahun 2008, keuntungan yang diperoleh dari pengelolaan pasar ini sebesar Rp. 27,44 juta.

Seni Budaya[sunting | sunting sumber]

Seni Gamelan[sunting | sunting sumber]

Ada beberapa bentuk kesenian yang ada di Desa Sudaji, diantaranya: Gamelan Gong Kebyar, Gamelan Gong Angklung, Gamelan Gong Angklung Suling, Gamelan Joged Bumbung, Gamelan Rindik Klasik, yang bisa digunakan untuk mengiringi upacara Panca Yadnya dan juga untuk hiburan. Beberapa cuplikan video Gamelan Rindik Klasik ada di Rindik Klasik Bajra Ulangun

Komunitas[sunting | sunting sumber]

Salah satu Komunitas yang ada di Desa Sudaji adalah Komunitas Sudaji Lovers.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Kecamatan Sawan dalam Angka 2017". Badan Pusat Statistik Indonesia. Diakses tanggal 06-02-2019. 
  2. ^ "Penduduk Indonesia Menurut Desa 2010" (PDF). Badan Pusat Statistik. 2010. hlm. 132. Diakses tanggal 14 Juni 2019. 
  3. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Desember 2018. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]