Subutai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Subutai

Subutai atau yang juga dikenal dengan julukan Bagatur (yang artinya pemberani) adalah seorang panglima menonjol di Kekaisaran Mongol. Sebagai tangan kanan Genghis Khan, ia merupakan seorang ahli strategi dan panglima. yang berani dan kuat. Ia adalah orang yang dapat diandalkan para pemimpin Mongol yang terkenal untuk membantu perluasan kekaisaran.

Meski bergabung sejak muda, keahliannya yang luar biasa mendorongnya untuk menjadi salah satu panglima perang Genghis Khan. Usai Genghis Khan meninggal dunia, Subotai pun melayani putra dan penerusnya, Ogedei Khan.

Masa muda[sunting | sunting sumber]

Subutai diyakini lahir antara tahun 1160-an -1170-an. Ia berasal dari suku yang dikenal sebagai Uriangkhai. Namun, suku tersebut tidak dianggap sebagai suku Mongol. Siki tersebut adalah orang-orang penghuni hutan. Tidak seperti orang Mongol yang terkenal sebagai penunggang kuda, Uriangkhai mengkhususkan diri dalam perdagangan bulu dan pandai besi.

Dalam sejarah, Subutai dicatat sebagai putra seorang pandai besi. Salah satu sumber menyebutkan nama ayahnya sebagai Qaban. Sebagai pandai besi, ayah Subutai menawarkan jasanya kepada bangsa Mongol. Ia memperbaiki benda logam yang rusak, seperti senjata dan wadah memasak. Mungkin melalui inilah Subutai muda bertemu dengan bangsa Mongol untuk pertama kalinya.

Saat remaja, Subutai bergabung dengan pasukan Genghis Khan. Ia baru berusia 14 tahun ketika pergi untuk bergabung dengan tentara Mongol. Karena masih terlalu muda untuk terjun ke medan perang, Subutai pun ditunjuk sebagai penjaga pintu Khan. Dalam posisi inilah Subutai mulai mempelajari seni perang Mongol. Sebagai penghuni hutan, Subutai tidak memiliki pengalaman menunggang kuda. Ia baru mulai mempelajarinya dari perwira Mongol tempat dia mengabdi. Subutai juga diajari menggunakan busur dan kemudian menggabungkan kedua elemen tersebut.

Sejak awal, Genghis mengenali bakat Subutai dalam perang dan melibatkannya dalam diskusi militer. Dia memberinya mentor berpengalaman, Jebe, jenderal elit Mongol lainnya. Subutai naik melalui jajaran Mongol dan akhirnya menjadi bagian dari lingkaran dalam Genghis Khan. Ini sering dianggap sebagai bukti bahwa pemimpin Mongol mempraktikkan meritokrasi. Bahkan, orang non-Mongol biasa seperti Subutai bisa menjadi terkenal di pasukannya dan menjadi salah satu orang penting.

Sebagai seorang komandan militer, Subutai mungkin terkenal karena kampanyenya di Barat. Selama ekspedisi militer ini, Subutai memimpin bangsa Mongol melawan sejumlah musuh, termasuk Rus, Polandia, dan Hungaria.

Kiprah[sunting | sunting sumber]

Subutai menunjukkan keahliannya sebagai jenderal dan ahli strategi yang serba bisa. Pertempuran Mohi umumnya dianggap sebagai kemenangannya yang paling cemerlang. Pertempuran tersebut terjadi pada bulan April 1241. Saat itu, bangsa Mongol di bawah Batu Khan dan Subutai melawan Hungaria di bawah Raja Bela IV.

Selama pertempuran ini, banyak pasukan Mongol yang tewas akibat tembakan hebat dari pasukan panah Hungaria. Pasukan panah itu ditempatkan di seberang Sungai Sajo. Untuk menghindari kerugian lebih lanjut, Subutai memutuskan untuk menyerang pemanah dengan pelempar batu. Pelempar batu merupakan senjata yang biasanya digunakan dalam perang pengepungan. Pada saat yang sama, jembatan sementara dibangun lebih jauh ke bawah sungai. Pada akhirnya, pasukan Mongol dapat mengepung Hungaria dan menyerang mereka.

Pada akhir tahun 1241, Subutai berencana menyerang Kekaisaran Romawi Suci. Pada sekitaran waktu tersebut, Ogedei meninggal dan pasukan Mongol kembali untuk pemilihan Khan Agung yang baru. Karena itulah seluruh Eropa terhindar dari bangsa Mongol. Ada spekulasi bahwa seandainya Ogedei tidak mati, tidak ada tentara Eropa yang mampu menahan serangan gencar Mongol.

Kematian[sunting | sunting sumber]

Khan Agung yang baru adalah Guyuk, putra Ogedei. Pada tahun 1246, Subutai ditugaskan untuk memimpin kampanye melawan Dinasti Song Tiongkok. Kampanye tersebut berlangsung hingga 1247, setelah Subutai kembali ke Mongolia. Ia meninggal pada 1248. Selain julukannya 'Bagatur', Subutai juga dikenal sebagai salah satu dari empat panglima perang Genghis Khan, tiga lainnya adalah Jelme, Jebe, dan Khubilai.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]