Soekardi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Soekardi
Marsekal TNI Sukardi.png
Kepala Staf TNI Angkatan Udara 8
Masa jabatan
26 November 1982 – 11 April 1986
PresidenSoeharto
PendahuluAshadi Tjahjadi
PenggantiOetomo
Informasi pribadi
Lahir(1931-12-30)30 Desember 1931
Bojonegoro, Jawa Timur
Kebangsaan Indonesia
HubunganK. Prawirodiredjo(Ayah)
Saodah (Ibu)
Dinas militer
Dinas/cabangLambang TNI AU.png TNI Angkatan Udara
PangkatPdu marsekaltni staf.png Marsekal TNI
SatuanKorps Penerbang (Penerbang C-130 Hercules)

Marsekal TNI (Purn.) Soekardi (lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, 30 Desember 1931; umur 87 tahun) adalah Kepala Staf TNI Angkatan Udara pada 26 November 1982 hingga 11 April 1986. Soekardi menggantikan Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi. Ia juga pernah menjadi anggota DPR.[1]

Dalam perjalanan dinasnya, Sukardi pernah mengalami kenaikan pangkat menjadi Acting Mayor Udara, yaitu ketika sibuk dalam operasi-operasi penerbangan C-130B Hercules dalam rangka Komando Pembebasan Irian Barat (Trikora). Bintang satu Komodor Udara, sebelum nama pangkat itu menjadi (Marsekal Pertama TNI) diperoleh ketika diangkat menjadi Panglima Kodau VII tahun 1970. Pangkat paling lama yang disandingnya adalah Marsekal Muda, yaitu tujuh tahun.

Perjalanan Karier[sunting | sunting sumber]

Putra pasangan Bapak Prawirodiredjo dengan ibu Saodah. Menyelesaikan pendidikan sekolah dasar pada tahun 1943 yang dilanjutkan mengikuti sekolah menengah pertama yang diselesaikan pada tahun 1947. Setelah menamatkan Sekolah Menengah Atas pada tahun 1951, Sukardi lalu melamar untuk menjadi Penerbang di AURI. Setelah lulus seleksi ia diterima di Sekolah Penerbang AURI di Pangkalan Udara Andir, Bandung. Sukardi dilantik menjadi Letnan Muda Udara I penerbang yang pelaksanaan upacara Wing Day langsung dipimpin oleh Kasau Laksamana Udara Soerjadi Soerjadarma pada 22 Oktober 1953 di Pangkalan Udara Cililitan, Jakarta.[2]

Operasi Naga[sunting | sunting sumber]

Pengalaman yang mendebarkan ketika melaksanakan Operasi Naga, sewaktu C-130 Hercules yang diawakinya bergerak akan take-off di landasan pacu Amahai kedua sayap pesawat bergerak naik turun mengikuti gelombang landasan yang masih dalam kondisi darurat. Hal itu dikarenakan pesawat over load (kelebihan muatan) sebanyak 5 ton karena tuntutan operasional. Disamping ketidaknyamanan sewaktu mengemudikan pesawat karena seluruh kru harus menggunakan parasut selama penerbangan. Kondisi ini merupakan hal yang tidak biasa dilakukan oleh kru pesawat transport.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • Sekolah Teknik Bagian Elektro, Malang (1938)
  • Sekolah Montir Pesawat, Bandung (1940-1942)
  • Sekolah Penerbang AURI di Pangkalan Udara Andir, Bandung
  • Pendidikan transisi untuk pesawat C-47 Dakota (1954)
  • Sekolah Ilmu Siasat (SIS) (1955)
  • Pendidikan transisi pesawat Ilyushin IL-14 (1958)
  • Pendidikan transisi pesawat C-130 Hercules B (1961)
  • Sekolah Instruktur Penerbang (1960)
  • Sekolah Staf dan Komando AU (Seskoau) (1964)
  • Seskoad (1967-1968)
  • Kursus Sistem Management Hankam (1973)

Riwayat Jabatan[sunting | sunting sumber]

  • Penerbang Dakota C-47 pada Skadron Dinas Angkutan Udara Militer (DAUM) yang berkedudukan di pangkalan udara Andir, Bandung. Pada saat dilakukan penyempurnaan organisasi yang berdampak kepada Skadron DAUM dilebur ke dalam Skadron 2, Sukardi juga ikut pindah dan menjadi penerbang di Skadron tersebut yang berpangkalan di udara Cililitan, Jakarta. Selain menjadi penerbang pesawat C-47 Dakota, Sukardi pernah juga menerbangkan
  • Penerbang Pesawat AVIA-14
  • Penerbang pesawat kepresidenan “Dolok Martimbang” di era Presiden Sukarno serta lama menjadi penerbang C-130B Hercules bahkan menjadi penerbang pesawat kepresiden di era Presiden Suharto
  • Instruktur Penerbang pada Wing Pendidikan (Wingdik) 1 di pangkalan udara Adisutjipto (1960)
  • Penerbang C-130B pada Skadron 31 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma
  • Perwira Latihan Skadron 31 Wing Ops 001. Pada tahun 1963 Sukardi dipindah menjadi
  • Komandan Skadron 2 Wing Ops 001 (1963)
  • Asisten Direktur Pengadaan Luar Negeri MBAU I (1965)
  • Direktur Pengadaan di MBAU. Pada 1 Januari 1968 menjabat sebagai
  • Komandan Pangkalan Udara Utama (Lanuma) Halim Perdanakusuma di Jakarta (1 Januari 1968)
  • Panglima Komando Daerah Angkatan Udara (Kodau) VII yang berkedudukan di Biak, Irian Jaya (1970)
  • Panglima Kodau V yang berkedudukan di Jakarta (1973)
  • Asisten Operasi Depahnkam dan Asisten Operasi Kopkamtib (1975)
  • Wakil Panglima Kowilhan (Komando Wilayah Pertahanan) II Jawa – Madura - Nusa Tenggara yang berkedudukan di kota Yogyakarta (1977)
  • Panglima Komando Strategis Nasional (Kostranas) dengan pangkat Marsekal Madya TNI (1981)
  • Kasau 18 Desember 1982 menggantikan Marsekal TNI Ashadi Tjahyadi

Riwayat Penugasan[sunting | sunting sumber]

  • Operasi penumpasan pemberontakan Republik Maluku Selatan
  • DI/TII di Jawa Barat
  • Pemberontakan PKI Madiun
  • Peristiwa Andi Azis
  • Westerling
  • PRRI/Permesta
  • Operasi Trikora
  • Operasi Dwikora
  • Operasi Gerakan 30 September 1965
  • Operasi Naga
  • Gangguan keamanan Aceh

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Soekardi, diakses pada 12 Maret 2010
  2. ^ "Karier Marsekal TNI Sukardi"

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan militer
Didahului oleh:
Ashadi Tjahjadi
Kepala Staf TNI Angkatan Udara
1982–1986
Diteruskan oleh:
Oetomo