Lompat ke isi

Sintaksis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Sintaks)

Dalam linguistik, sintaksis (/ˈsɪntæks/ Templat:Respelling)[1][2] adalah kajian tentang bagaimana kata dan morfem bergabung untuk membentuk unit-unit yang lebih besar dan terbentuk dengan baik, seperti frasa dan kalimat. Perhatian utama dalam bidang linguistik ini mencakup urutan kata, hubungan gramatikal, struktur kalimat hierarkis (konstituensi),[3] persesuaian, variasi lintasbahasa, dan hubungan antara struktur dan makna (semantik). Berbagai pendekatan, seperti tata bahasa generatif dan tata bahasa fungsional, telah diajukan sebagai cara untuk memodelkan tata bahasa mental manusia yang membentuk dan menafsirkan kalimat.

Dalam logika, sintaksis adalah kajian tentang bagaimana untaian simbol membentuk formula yang terbentuk dengan baik dalam bahasa formal.[4]

Etimologi

[sunting | sunting sumber]

Kata sintaksis berasal dari kata bahasa Yunani Kuno σύνταξις, yang berarti susunan yang teratur atau sistematis, yang terdiri dari σύν- (syn-, "bersama" atau "serupa"), dan τάξις (táxis, "susunan"). Dalam bahasa Yunani Helenistik, kata ini juga secara khusus berkembang menjadi istilah yang merujuk pada susunan gramatikal kata-kata, dengan ejaan yang sedikit berbeda: συντάσσειν. Istilah bahasa Inggris tersebut, yang pertama kali muncul pada tahun 1548, sebagian dipinjam dari bahasa Latin (syntaxis) dan bahasa Yunani, meskipun istilah Latin tersebut berkembang dari bahasa Yunani.[5]

Bidang sintaksis memiliki sejumlah topik yang hendak dijelaskan oleh suatu teori sintaksis. Hubungan antara topik-topik tersebut diperlakukan secara berbeda dalam berbagai teori, dan beberapa di antaranya mungkin tidak dianggap berbeda satu sama lain, melainkan diturunkan dari yang lain (misalnya, urutan kata dapat dipandang sebagai hasil dari aturan perpindahan yang diturunkan dari hubungan gramatikal).

Pengurutan subjek, verba, dan objek

[sunting | sunting sumber]

Salah satu deskripsi dasar mengenai sintaksis suatu bahasa adalah urutan di mana subjek (S), verba (V), dan objek (O) biasanya muncul dalam kalimat. Lebih dari 85% bahasa biasanya menempatkan subjek di awal, baik dalam urutan SVO maupun SOV. Urutan lain yang mungkin adalah VSO, VOS, OVS, dan OSV, tiga urutan terakhir di antaranya jarang digunakan. Beberapa bahasa tidak memiliki urutan dominan untuk ketiga unsur kalimat tersebut.[6] Dalam sebagian besar teori sintaksis generatif, perbedaan permukaan ini muncul dari struktur frasa klausal yang kompleks, dan setiap urutan dapat sesuai dengan beberapa derivasi. Urutan kata juga dapat mencerminkan semantik atau fungsi unsur-unsur yang diurutkan.[7]

Hubungan gramatikal

[sunting | sunting sumber]

Deskripsi lain mengenai suatu bahasa mempertimbangkan seperangkat hubungan gramatikal yang mungkin terdapat dalam suatu bahasa atau secara umum, serta bagaimana hubungan tersebut berperilaku satu sama lain dalam keselarasan morfosintaksis bahasa tersebut. Deskripsi hubungan gramatikal juga dapat mencerminkan transitivitas, pemasifan, serta penandaan kepala-dependen atau persesuaian lainnya. Bahasa memiliki kriteria yang berbeda untuk menentukan hubungan gramatikal. Misalnya, kriteria kesubjekan dapat berimplikasi pada bagaimana subjek dirujuk dari suatu klausa relatif atau memiliki koreferensi dengan suatu unsur dalam klausa infinitif[butuh klarifikasi].[8]

Konstituensi

[sunting | sunting sumber]

Konstituensi adalah ciri menjadi sebuah konstituen dan bagaimana kata-kata dapat bekerja bersama untuk membentuk suatu konstituen (atau frasa). Konstituen sering dipindahkan sebagai satu kesatuan, dan konstituen dapat menjadi ranah persesuaian. Beberapa bahasa memungkinkan frasa diskontinu, yaitu kata-kata yang termasuk dalam konstituen yang sama tidak langsung berdekatan, tetapi dipisahkan oleh konstituen lain (tmesis). Konstituen dapat bersifat rekursif, karena dapat terdiri atas konstituen lain, yang berpotensi memiliki jenis yang sama.

Sejarah awal

[sunting | sunting sumber]

Aṣṭādhyāyī karya Pāṇini, dari sekitar abad ke-4 SM di India Kuno, sering dikutip sebagai contoh karya pramodern yang mendekati kecanggihan teori sintaksis modern karena karya-karya mengenai tata bahasa telah ditulis jauh sebelum sintaksis modern muncul.[9] Dalam budaya Barat, aliran pemikiran yang kemudian dikenal sebagai "tata bahasa tradisional" dimulai dari karya Dionysius Thrax.

Selama berabad-abad, suatu kerangka yang dikenal sebagai grammaire générale, yang pertama kali dijelaskan pada tahun 1660 oleh Antoine Arnauld dan Claude Lancelot dalam buku dengan judul yang sama, mendominasi kajian sintaksis;[10] premis dasarnya adalah asumsi bahwa bahasa merupakan cerminan langsung dari proses berpikir, sehingga hanya ada satu cara yang paling alami untuk mengungkapkan suatu pemikiran.[11]

Namun, pada abad ke-19, dengan berkembangnya linguistik historis-komparatif, para linguis mulai menyadari keragaman bahasa manusia yang sangat besar dan mempertanyakan asumsi-asumsi mendasar mengenai hubungan antara bahasa dan logika. Menjadi jelas bahwa tidak ada cara yang paling alami untuk mengungkapkan suatu pemikiran, sehingga logika tidak lagi dapat diandalkan sebagai dasar untuk mempelajari struktur bahasa.[butuh rujukan]

Tata bahasa Port-Royal memodelkan kajian sintaksis berdasarkan logika. (Memang, sebagian besar Logika Port-Royal disalin atau diadaptasi dari Grammaire générale.[12]) Kategori sintaksis diidentifikasi dengan kategori logis, dan semua kalimat dianalisis dalam bentuk "subjek – kopula – predikat". Pada awalnya, pandangan tersebut bahkan dianut oleh para linguis komparatif awal seperti Franz Bopp.

Peran sentral sintaksis dalam linguistik teoretis baru menjadi jelas pada abad ke-20, yang secara wajar dapat disebut sebagai "abad teori sintaksis" dalam bidang linguistik. (Untuk tinjauan sejarah sintaksis selama dua abad terakhir yang terperinci dan kritis, lihat karya monumental Giorgio Graffi (2001).[13])

Model teoretis sintaksis

[sunting | sunting sumber]

Tata bahasa dependensi

[sunting | sunting sumber]

Tata bahasa dependensi adalah pendekatan terhadap struktur kalimat yang menyusun unit-unit sintaksis berdasarkan hubungan dependensi, berlawanan dengan hubungan konstituensi dalam tata bahasa struktur frasa. Dependensi merupakan hubungan terarah antarkata. Verba (hingga) dipandang sebagai akar dari seluruh struktur klausa dan semua kata lain dalam klausa tersebut bergantung, baik secara langsung maupun tidak langsung, pada akar ini (yaitu verba). Beberapa teori sintaksis berbasis dependensi yang terkenal adalah sebagai berikut:

Lucien Tesnière (1893–1954) secara luas dipandang sebagai bapak teori sintaksis dan tata bahasa modern berbasis dependensi. Ia dengan tegas menentang pembagian biner klausa menjadi subjek dan predikat yang diasosiasikan dengan tata bahasa pada zamannya (S → NP VP) dan tetap menjadi inti sebagian besar tata bahasa struktur frasa. Sebagai gantinya, ia menempatkan verba sebagai akar dari seluruh struktur klausa.[14]

Tata bahasa kategoris

[sunting | sunting sumber]

Tata bahasa kategoris adalah pendekatan yang menganggap konstituen bergabung sebagai fungsi dan argumen, sesuai dengan kemungkinan kombinatorial yang ditentukan dalam kategori sintaksisnya. Misalnya, pendekatan lain mungkin mengemukakan aturan yang menggabungkan frasa nomina (NP) dan frasa verba (VP), sedangkan CG akan mengemukakan satu kategori sintaksis NP dan kategori lain NP\S, dibaca sebagai "suatu kategori yang mencari ke kiri (ditunjukkan oleh \) sebuah NP (unsur di sebelah kiri) dan menghasilkan sebuah kalimat (unsur di sebelah kanan)." Dengan demikian, kategori sintaksis untuk verba intransitif adalah formula kompleks yang menyatakan fakta bahwa verba bertindak sebagai kata fungsi yang memerlukan NP sebagai masukan dan menghasilkan struktur tingkat kalimat sebagai keluaran. Kategori kompleks tersebut ditulis sebagai (NP\S), bukan V. Kategori verba transitif didefinisikan sebagai unsur yang memerlukan dua NP (subjek dan objek langsungnya) untuk membentuk sebuah kalimat. Kategori tersebut ditulis sebagai (NP/(NP\S)), yang berarti "suatu kategori yang mencari ke kanan (ditunjukkan oleh /) sebuah NP (objek) dan menghasilkan suatu fungsi (setara dengan VP) yang berupa (NP\S), yang pada gilirannya mewakili suatu fungsi yang mencari ke kiri sebuah NP dan menghasilkan sebuah kalimat."

Tata bahasa penggabungan pohon adalah tata bahasa kategoris yang menambahkan sebagian struktur pohon ke dalam kategori.

Tata bahasa stokastik/probabilistik dan teori jaringan

[sunting | sunting sumber]

Pendekatan teoretis terhadap sintaksis yang didasarkan pada teori probabilitas dikenal sebagai tata bahasa stokastik. Salah satu penerapan umum pendekatan tersebut menggunakan jaringan saraf atau koneksionisme.

Tata bahasa fungsional

[sunting | sunting sumber]

Model tata bahasa fungsional mempelajari interaksi bentuk–fungsi dengan melakukan analisis struktural dan fungsional.

Sintaksis generatif

[sunting | sunting sumber]

Sintaksis generatif adalah kajian sintaksis dalam kerangka umum tata bahasa generatif. Teori-teori sintaksis generatif biasanya mengusulkan analisis pola gramatikal menggunakan alat-alat formal seperti tata bahasa struktur frasa yang dilengkapi dengan operasi tambahan seperti perpindahan sintaksis. Tujuannya dalam menganalisis suatu bahasa tertentu adalah menetapkan aturan yang menghasilkan semua dan hanya ungkapan yang terbentuk dengan baik dalam bahasa tersebut. Dengan demikian, teori-teori tersebut berusaha mengidentifikasi prinsip-prinsip bawaan yang spesifik domain dari kognisi linguistik, sesuai dengan tujuan yang lebih luas dari pendekatan generatif. Sintaksis generatif merupakan salah satu pendekatan yang menganut prinsip otonomi sintaksis dengan mengasumsikan bahwa makna dan maksud komunikatif ditentukan oleh sintaksis, bukan sebaliknya.

Sintaksis generatif dikemukakan pada akhir 1950-an oleh Noam Chomsky, berdasarkan karya sebelumnya oleh Zellig Harris, Louis Hjelmslev, dan tokoh-tokoh lainnya. Sejak saat itu, banyak teori telah diajukan dalam kerangka tersebut:

Teori lain yang berakar pada paradigma generatif adalah:

Tata bahasa kognitif dan berbasis penggunaan

[sunting | sunting sumber]

Kerangka Linguistik Kognitif berasal dari tata bahasa generatif, tetapi menganut linguistik yang bersifat evolusioner, bukan linguistik Chomsky. Model kognitif sering mengakui asumsi generatif bahwa objek termasuk dalam frasa verba. Kerangka kognitif mencakup:

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Istilah sintaksis

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ "syntax". Lexico UK English Dictionary. Oxford University Press. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-03-22.
  2. ↑ "Syntax". Merriam-Webster Dictionary.
  3. ↑ Luuk, Erkki (2015). "Syntax–Semantics Interface". Dalam Wright, James D. (ed.). International Encyclopedia of the Social & Behavioral Sciences (Edisi second). Amsterdam: Elsevier. hlm. 900–905. doi:10.1016/b978-0-08-097086-8.57035-4. ISBN 978-0-08-097087-5.
  4. ↑ Enderton, Herbert (2001), A mathematical introduction to logic (Edisi second), Boston, MA: Academic Press, ISBN 978-0-12-238452-3
  5. ↑ "syntax (n.)". Oxford English Dictionary (Edisi Online). Oxford University Press. (Subscription or participating institution membership required.)
  6. ↑ "WALS Online – Feature 81A: Order of Subject, Object and Verb". wals.info. Diakses tanggal 2026-04-08.
  7. ↑ Rijkhoff, Jan (2015). "Word Order" (PDF). Dalam Wright, James D. (ed.). International Encyclopedia of the Social & Behavioral Sciences (Edisi 2nd). Amsterdam: Elsevier. hlm. 644–656. doi:10.1016/b978-0-08-097086-8.53031-1. ISBN 978-0-08-097087-5.
  8. ↑ Shibatani, Masayoshi (2021). "Syntactic Typology". Oxford Research Encyclopedia of Linguistics (dalam bahasa Inggris). Oxford: Oxford University Press. doi:10.1093/acrefore/9780199384655.013.154. ISBN 978-0-19-938465-5.
  9. ↑ Fortson, Benjamin W. (2004). Indo-European Language and Culture: An Introduction. Blackwell. hlm. 186. ISBN 978-1-4051-8896-8. [The Aṣṭādhyāyī] is a highly precise and thorough description of the structure of Sanskrit somewhat resembling modern generative grammar...[it] remained the most advanced linguistic analysis of any kind until the twentieth century.
  10. ↑ Arnauld, Antoine; Lancelot, Claude; Rollin, Bernard E.; Danto, Arthur Coleman; Kretzmann, Norman; Arnauld, Antoine (1975). The Port-Royal grammar: General and rational grammar. The Hague: De Gruyter. hlm. 197. ISBN 9789027930040.
  11. ↑ Arnault, Antoine; Lancelot, Claude (1660). Grammaire générale et raisonnée de Port-Royal.
  12. ↑ Arnauld, Antoine (1683). La logique (Edisi fifth). Paris: G. Desprez. hlm. 137. Nous avons emprunté...ce que nous avons dit...d'un petit Livre...sous le titre de Grammaire générale.
  13. ↑ Graffi (2001).
  14. ↑ Mengenai penolakan Tesnière terhadap pembagian biner klausa menjadi subjek dan predikat serta pilihannya untuk menjadikan verba sebagai akar seluruh struktur, lihat Tesnière (1969:103–105).
  15. ↑ Chomsky, Noam (1957). Syntactic Structures. The Hague: Mouton. hlm. 15.
  16. ↑ Chomsky, Noam (1993). Lectures on Government and Binding: The Pisa Lectures (Edisi 7th). Berlin: Mouton de Gruyter. ISBN 3-11-014131-0.
  17. ↑ Chomsky, Noam (1995). The Minimalist Program. Cambridge, Massachusetts: The MIT Press.
  • Brown, Keith; Miller, Jim, ed. (1996). Concise Encyclopedia of Syntactic Theories. New York: Elsevier Science. ISBN 0-08-042711-1.
  • Carnie, Andrew (2006). Syntax: A Generative Introduction (Edisi 2nd). Oxford: Wiley-Blackwell. ISBN 1-4051-3384-8.
  • Freidin, Robert; Lasnik, Howard, ed. (2006). Syntax. Critical Concepts in Linguistics. New York: Routledge. ISBN 0-415-24672-5.
  • Graffi, Giorgio (2001). 200 Years of Syntax: A Critical Survey. Studies in the History of the Language Sciences 98. Amsterdam: Benjamins. ISBN 90-272-4587-8.
  • Talasiewicz, Mieszko (2009). Philosophy of Syntax – Foundational Topics. Dordrecht: Springer. ISBN 978-90-481-3287-4. Esai interdisipliner mengenai hubungan antara logika dan linguistik dalam teori-teori sintaksis.
  • Tesnière, Lucien (1969). Eléments de syntaxe structurale (dalam bahasa Prancis) (Edisi 2nd). Paris: Klincksieck. ISBN 2-252-01861-5.

Bacaan lebih lanjut

[sunting | sunting sumber]
  • Everaert, Martin; Van Riemsdijk, Henk; Goedemans, Rob; Hollebrandse, Bart, ed. (2006). The Blackwell Companion to Syntax. Malden, Massachusetts: Blackwell. ISBN 978-1-4051-1485-1. 5 volume; 77 studi kasus mengenai fenomena sintaksis.
  • Isac, Daniela; Reiss, Charles (2013). I-Language: An Introduction to Linguistics as Cognitive Science (Edisi 2nd). Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-966017-9.
  • Moravcsik, Edith A. (2006). An Introduction to Syntax: Fundamentals of Syntactic Analysis. London: Continuum. ISBN 978-0-8264-8946-3. Berupaya menjadi pengantar yang netral terhadap teori. Buku pendampingnya, Moravcsik, Edith A. (2006). An Introduction to Syntactic Theory. London: Continuum. ISBN 0-8264-8943-5., membahas teori-teori utama. Keduanya ditinjau bersama dalam Hewson, John (2009). "An Introduction to Syntax: Fundamentals of Syntactic Analysis, And: An Introduction to Syntactic Theory (Review)". The Canadian Journal of Linguistics. 54 (1): 172–175. doi:10.1353/cjl.0.0036. S2CID 144032671.
  • Müller, Stefan (2020). Grammatical Theory: From Transformational Grammar to Constraint-Based Approaches (Edisi 4th revised and extended). Berlin: Language Science Press. ISBN 978-3-96110-273-0.
  • Roark, Brian; Sproat, Richard William (2007). Computational Approaches to Morphology and Syntax. Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-927477-2. bagian II: pendekatan komputasional terhadap sintaksis.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]

[[:wikt:{{{1}}}|{{{1}}}]]

Templat:Syntax