Simo Häyhä

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Simo Häyhä selama Perang Musim Dingin.

Simo Häyhä (lahir 17 Desember 1905 – meninggal 1 April 2002 pada umur 96 tahun), dijuluki "White Death" ("Maut Putih") (bahasa Rusia: Белая Смерть, Belaya Smert, bahasa Finlandia: Valkoinen kuolema, bahasa Swedia: den Vita Döden) oleh tentara Soviet, adalah seorang tentara Finlandia. Ia adalah seorang petani dan pemburu yang telah melewati masa wajib militer 1 tahunnya.

Ketika Uni Soviet menyerang Finlandia tahun 1939 dalam Perang Musim Dingin, ia memutuskan untuk membantu Finlandia. Menggunakan senapan SAKO M/28-30 (varian Mosin-Nagant buatan Finlandia yang terkenal berkualitas tinggi), ia memiliki rekor membunuh terbesar dalam peperangan.[1][2]

Dalam suhu −20 dan −40 derajat Celsius, dan memakai baju kamuflase putih, ia telah membunuh 505 tentara Soviet,[2][3] dan 542 jika jumlah kematian yang tidak pasti diikutsertakan.[3] Selain menggunakan SAKO M/28-30, Häyhä juga membunuh dua ratusan orang dengan senapan submesin Suomi KP/-31, meningkatkan jumlah orang yang dibunuhnya menjadi 705.[3] Seluruh pembunuhan dilakukan Häyhä dalam waktu kurang dari 100 (seratus) hari, dan uniknya tanpa menggunakan teropong bidik atau hanya menggunakan pisir senapan. Menurutnya, penggunaan teropong bidik mengharuskan penembak mengangkat kepala sedikit tinggi, sehingga meningkatkan risiko diketahui lawan. Lagipula, Häyhä juga belum pernah berlatih dengan senapan berteropong. Ia juga kerap menumpuk salju di depan posisinya untuk bantalan senapan dan sarana kamuflase, serta kerap memasukkan salju ke dalam mulutnya guna mencegah posisinya terbuka akibat uap nafas di udara dingin.

Finlandia menggunakan Häyhä sebagai sarana propaganda, menciptakan sosok "prajurit bayangan Finlandia" yang ditakuti lawan dalam berbagai tajuk surat kabar. Soviet yang gusar berusaha menyingkirkannya dengan berbagai macam cara, mulai dari taktik kontra-sniper dan serangan artileri. Pada 6 Maret 1940, Häyhä mengalami luka tembak cukup parah akibat terkena peluru berpeledak (explosive bullet). Akibat luka tembak ini, separuh rahang kirinya hancur dan hampir seluruh pipi kirinya hilang. Ia siuman pada 13 Maret, hari ketika perjanjian perdamaian ditandatangani. Begitu parahnya luka yang diderita membuat Häyhä dilarang kembali ke medan pertempuran, meskipun ia sendiri meminta. Oleh karena pengabdiannya selama perang, Häyhä mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari kopral menjadi letnan dua oleh Marsekal C.G.E Mannerheim.

Butuh bertahun-tahun bagi Häyhä untuk pulih dari luka yang dialaminya. Meskipun demikian, ia dapat pulih secara penuh, kemudian tinggal di Ruokolahti (sebuah kota kecil di tenggara Finlandia) sebagai seorang pemburu rusa dan peternak anjing yang sukses. Ia bahkan pernah berburu bersama Presiden Finlandia Urho Kekkonen.[4]

Ketika ditanya pada tahun 1998 bagaimana ia menjadi seperti penembak yang baik, ia menjawab "Latihan". Ketika ditanya apakah ia menyesal membunuh begitu banyak orang, ia berkata "Saya hanya melakukan tugas saya, sebaik mungkin (Tein sen, mitä käskettiin, niin hyvin kuin osasin). Jika semua orang tidak melakukan hal yang sama, Finlandia tidak akan pernah ada". Simo Häyhä menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di sebuah rumah perawatan veteran perang di Hamina, dan meninggal pada 2002 dalam usia 96 tahun.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ The Sniper Log Book—World War II
  2. ^ a b Rayment, Sean. "The long view". The Daily Telegraph. Diakses tanggal 30 March 2009. 
  3. ^ a b c "Sotasankarit-äänestyksen voitti tarkka-ampuja Simo Häyhä". MTV3 (dalam bahasa Finnish). Diakses tanggal 30 March 2009. 
  4. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Stirling2012

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]