Sidorejo, Godean, Sleman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sidorejo
Negara Indonesia
ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta
KabupatenSleman
KecamatanGodean
Kodepos
55264
Kode Kemendagri34.04.02.2001 Edit the value on Wikidata
Luas5,44 Km2
Jumlah penduduk7.440 Jiwa, 2.051 KK
Kepadatan-

Sidorejo adalah desa di kecamatan Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Pada mulanya Desa Sidorejo merupakan wilayah yang terdiri dari 3 (tiga) Kelurahan yakni: Kelurahan Kwagon, Sangonan, dan Jering. Berdasarkan maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diterbitkan tahun 1946 mengenai Pemerintahan Kelurahan, maka Kelurahan-Kelurahan tersebut kemudian digabung menjadi satu desa otonom dengan nama Desa Sidorejo. Desa Sidorejo kemudian secara resmi ditetapkan berdasarkan Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1948 tentang Perubahan Daerah-Daerah Kelurahan.

Desa Sidorejo secara topografi berupa tanah datar, dan merupakan Desa terluas di Kecamatan Godean dengan luas 5,44 Km2 (sekitar 20% luas Kecamatan Godean). Desa ini sebagian besar merupakan kawasan pedesaan yang subur, dan memiliki potensi di bidang pertanian, peternakan dan industri genteng. Sebanyak 7.440 jiwa yang terbagi dalam 2.051 KK tinggal di 13 padukuhan yang ada di desa ini. Di Desa Sidorejo terdapat 259 KK Miskin (Raskin 2009) yang merupakan terendah di Kecamatan Godean.

Industri Genteng dan Bata Merah Wilayah bekas Kelurahan Kwagon[sunting | sunting sumber]

Wilayah bekas Kelurahan Kwagon yang meliputi Padukuhan Kwagon,Padukuhan Dukoh,Pedukuhan Pare Tengah,Padukuhan Pare Kulon dan Padukuhan Bantut merupakan sentra industri genteng yang telah berlangsung secara turun temurun. Dimulai dari pembuatan genteng "Asthogino ( tangan yang berguna )" lalu berkembang menjadi genteng soka yang tebal dan kuat mengikuti tuntutan zaman. Hampir semua warga padukuhan ini terlibat dalam industri genteng maupun bata merah.

Untuk mensyukuri keberadaan industri genteng dan bata merah yang telah menghidupi masyarakat, khusus warga Padukuhan Kwagon, maka diadakanlah upacara Merti Bumi setiap bulan Sapar. Berbagai kegiatan diantaranya gotong royong membersihkan lingkungan, bakti sosial, pengobatan massal, kenduri massal, dan tirakatan dilakukan oleh masyarakat. Sedangkan acara puncak dilaksanakan dengan diawali doa tahlilan kemudian diadakan kirab labuhan berupa pusaka dan ubarampe serta gunungan hasil bumi sepanjang satu setengah kilometer menuju lokasi penambangan tanah di Bukit Gunung Pare.

Lurah Desa[sunting | sunting sumber]

  • Dwijo (1946)
  • Zainuddin Sosroyoewono (1968-1981)
  • Klijo Hartono (Pjs. 1981-1988)
  • Drs. Soeryat (1988-2000)
  • Supandri A.W, SH (2000-2007)
  • Subagyo, S.Pd (2007-2013)
  • Isharyanto (2013 - 2019)

Kode Pos[sunting | sunting sumber]

  • 55564

Padukuhan di Sidorejo[sunting | sunting sumber]

No Nama Padukuhan Nama Dukuh Nama Kampung & Perumahan
1 Kwagon Sukiman Kwagon, Klodran, Karang, Bakungan
2 Pare Dukuh Sugiyono Pare Dukuh
3 Pare Tengah Slamet Darmaji Pare Tengah, Pare Gunung
4 Pare Kulon Wiranto Pare Kulon, Pare Tegal
5 Bantut Supriyanto Bantut, Jomboran, Kragan
6 Jering VI Saridi Jering
7 Kleben Ig Purwanto Kleben
8 Jering VIII Agatha Feristan Jering Trukan, Jetis,Dukohsari,Ngringin, Gunungso.
9 Kliwonan Slamet Riyanto Kliwonan
10 Ganjuran Jaka Dwi Suyatin Ganjuran, Bletuk
11 Sangonan Agus Anwar Khairuddin Sangonan
12 Kemirisewu Zulianto Kemirisewu, Jetis Jombongan
13 Dongkelan Nur Slamet Dongkelan, Taragan, Rejosari