Sidaraja, Ciawigebang, Kuningan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sidaraja
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenKuningan
KecamatanCiawigebang
Kodepos
45591
Kode Kemendagri32.08.10.2007 Edit the value on Wikidata
Luas185,47 Ha
Jumlah penduduk6.717 orang (3.474 Pria, dan 3.243 Wanita)
Kepadatan3.217 per KM

Sidaraja adalah desa di kecamatan Ciawigebang, Kuningan, Jawa Barat, Indonesia. Desa ini dipimpin oleh seorang kepala desa yang di pilih secara demokratis oleh masyarakat yang memiliki periode masa kepemimpinan. di bantu oleh 12 Orang Perangkat Desa, yang terdiri dari 1 Orang Sekertaris Desa, 2 Orang Kaur, 1 Bendahara Desa, 3 Orang Kasi dan 5 Orang Kepala Dusun.

GEOGRAFI

Desa Sidaraja merupakan jenis desa swadaya yang berada di dataran rendah, dengan ketinggian+218 Meter DPL (Diatas Permukaan Laut), sebagian besar wilayah desa adalah Pemukiman Penduduk, lahan pertanian/sawah/tegalan dengan permukaan tanah datar, dimana berbatasan langsung dengan desa di dalam Kecamatan Ciawigebang diantarannya sebelah Timur berbatasan dengan Desa PajawanLor, Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Manggari Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Ciomas, serta Sebelah Utaranya berbatas dengan Desa Kapandayan dan Desa Ciputat. Desa Sidaraja memiliki total luas wilayah 185,47 Ha.

SEJARAH DESA

Desa Sidaraja adalah bagian dari wilayah Kecamatan Ciawigebang yang berada di sebelah Timur Kabupaten Kuningan dalam Provinsi Jawa Barat. Sejarah tentang Desa Sdaraja sebetulnya tidak ada bukti otentik Baik Berupa Prasati Peninggalan ataupun catatan tertulis yang mana sumbernya dapat di pertanggung jawabkan. yang melatar belakangi nama ataupun pembentukan desa Sidaraja sendiri, namun dari beberapa sumber yang telah dikumpulkan baik dari internet maupun Informasi dari mulut ke mulut, Sidaraja adalah sebuah wilayah desa yang termasuk tua / kolot di Kabupaten Kuningan. Terbentuk melalui perjalanan waktu yang panjang dan penuh dengan kisah inspiratif dalam sejarahnya hinggan kini.

Sidaraja terdiri dari dua suku kata “sida” yang berarti “Menjadi” dan “Raja” yang berarti “Raja” namun ada pula yang berpendapat nama sidaraja berasal dari kata “Seda” yang berarti anak dan “Raja” yang berarti Raja. jadi ada dua pendapat tentang asal muasal dari nama Desa Sidaraja, Pendapat Pertama mengatakan Sidaraja berarti “Menjadi Raja” dan Pendapat Kedua mengatakan Sidaraja berarti “Anak Raja”.

1. PERIODE ABAD 19

Pada sekitar tahun 1870 adalah Ibu Kota Kecamatan, ketika itu Ibu kota Kawadanan adalah Lebakwangi, Pada Tahun tersebut ibu Kota kewadanan Lebakwangi dan ibu kota Kecamatan Sidaraja berpindah ke Desa Aris. Sejalan dengan berpindahnya ibu kota Kecamatan dan ibu kota kewadanan maka Desa Aris dipecah menjadi dua. sebelah selatan dinamakan Ciawigebang dan sebelah utara Ciawilor. Karena melihat geografis Ciawigebang cukup strategis, untuk itu Ciawigebang dijadikan kota kewadanan dan kecamatan tidak di Ciawilor, padahal para tokoh dan pemuka termasuk para pemimpinnya berdomisili di Desa Ciawilor. Dan sebelum ada Desa Aris dipecah menjadi dua, sebagai pusat pemerintahannya di Desa Ciawilor. Sehingga Desa Ciawilor dikenal dengan sebutan Desa kolot.

Pada tahun yang sama Desa Ciawilor satu desa dengan Desa Ciawigebang, pada waktu itu namanya Desa Aris. Desa Aris bukan merupakan Ibu Kota Kecamatan maupun kewadanan. Adapun Kecamatannya berpusat di Desa Sidaraja sedangkan kewadanannya di Lebakwangi.

2. PERIODE ABAD 20

Pada tahun 1935. karena wilayah Sidaraja yang terlalu luas akhirnya masyarakat memutuskan untuk memisahkan diri. Pemekaran Desa Sidaraja tersebut adalah Desa Kapandayan. Asal mula nama Kapandayan berasal dari pekerjaan penduduk desa kapandayan yang mayoritas masyarkatnya bekerja sebagai tukang / pembuat perkakas rumah tangga (tukang pandai) masyarakat yang mayoritasnya menjadi tukang pandai tepatnya berada di Dusun Kliwon atau yang terkenal dengan sebutan Pamijen, dari situlah asal mula munculnya nama kapandayan. Sebelum menjadi desa Kapandayan, dahulu sebenarnya wilayah kapandayan menyatu dengan desa Sidaraja. Desa kapandayan memiliki luas + 67,22 Ha dan kini adalah batas desa sebelah Utara dari desa Sidaraja ke Ibu kota Kecamatan Ciawigebang.

Pada tahun 1946 Balai Desa Sidaraja Dibangun Melalui Swadaya Masyarakat. Kepengurusan Pemerintahan Desa Berlangsung Hingga saat ini berganti – ganti kepemimpinan.

NO PERIODE NAMA KEPALA DESA/DEMANG KET
1 1881-1897 APONG
2 1900-1917 ASNAP
3 1920-1944 TJAKRA ASPIJAN
4 1944-1952 SUBAGDJA
5 1952-1957 SUMA ATMADJA
6 1959-1969 SUMANTRA DIRAKSA
7 1969-1981 SUPARTA
8 1983-1987 EMON ABDURAHMAN
9 1989-1997 MUHAMMAD
10 1998-2007 SAHIDI
11 2008-2013 H. AI ARIPUDIN
12 2014-2019 TJASTA
13 2020 S/D SEKARANG H. AI ARIPUDIN

Luas Wilayah Menurut Penggunaan

Luas Pemukiman 40,44 Ha
Luas Persawahan 92,97 Ha
Luas Perkebunan 8,40 Ha
Luas Kuburan 2,62 Ha
Luas Pekarangan 0,10 Ha
Luas Taman 0,00 Ha
Perkantoran 0,10 Ha
Luas Prasarana Umum Lainnya 40,84 Ha

Tanah Sawah

Sawah irigasi teknis 83,77 Ha
Sawah irigasi ½ teknis 9,20 Ha
Sawah tadah hujan 0,00 Ha
Sawah pasang surut 0,00 Ha

Iklim

Curah hujan 300,00 mm
Jumlah bulan hujan 6,00 bulan
Kelembapan 0,00
Suhu rata-rata harian 27,00 oC
Tinggi tempat dari permukaan laut 218,00 mdpl

Orbitasi

Jarak ke ibu kota kecamatan 3,00 KM
Jarak ke ibu kota kabupaten/kota 12,00 KM

Hidrologi dan Klimatologi

Aspek hidrologi suatu wilayah desa sangat diperlukan dalam pengendalian dan pengaturan tata air wilayah desa, berdasarkan hidrologinya, aliran-aliran sungai diwilayah Desa Sidaraja merupakan aliran aliran sungai/selokan dengan debit yang sedang dan kecil oleh petani yang hanya mengandalkan tadah hujan. Adapun untuk Klimatologi suhu 27 – 300C, curah hujan 2000/3000 mm

Luas dan Sebaran Penggunaan Lahan

Pada umumnya lahan yang berada atau terdapat di Desa Sidaraja digunakan secara produktif, karena merupakan lahan yang subur terutama untuk lahan pertanian, jadi hanya sebagian kecil saja yang tidak dimanfaatkan oleh warga, hal ini pula menunjukan bahwa kawasan Desa Sidaraja adalah daerah yang memiliki sumber daya alam yang memadai. baik untuk pertanian, Perkebunan maupun Pemukiman.