Seksualitas anak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Perkembangan seksualitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan dan kedewasaan seorang anak. Serangkaian sensasional, emosional, dan aktivitas seksual yang mengikutinya dapat terjadi sebelum atau selama pubertas awal, namun sebelum pubertas penuh terjadi. Perkembangan seksualitas anak dipengaruhi oleh aspek sosial dan budaya; namun pengaruh besar dipengaruhi oleh aspek budaya. Konsep seksualitas anak juga memainkan peranan penting dalam psikoanalisis klasik.

Perilaku normatif[sunting | sunting sumber]

Permainan seks antara saudara kandung[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1980, sebuah survei 796 mahasiswa tingkat sarjana, 15 persen perempuan dan 10 persen laki-laki melaporkan beberapa bentuk pengalaman seksual yang melibatkan saudara, sebagian besar memiliki hubungan hubungan seksualyang singkat yang sebenarnya. Sekitar seperempat dari pengalaman ini digambarkan sebagai pelecehan atau eksploitasi.[1] Sebuah makalah 1989 melaporkan hasil kuesioner dengan tanggapan dari 526 mahasiswa sarjana di mana 17 persen dari responden menyatakan bahwa mereka memiliki pengalaman seksual remaja dengan saudara kandung.[2]

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

  • Diana Gittins, Children's Sexuality: Why Do Adults Panic?. In The Child in Question. Macmillan, 1997. ISBN 0-333-51109-3.
  • Ronald Goldman and Juliette Goldman, Children's Sexual Thinking: A Comparative Study of Children Aged Five to Fifteen Years in Australia, North America, Britain and Sweden. London: Routledge and Kegan Paul, 1982. ISBN 0-7100-0883-X..
  • Stevi Jackson, Childhood and Sexuality. Blackwell Publishing, 1982. ISBN 0-631-12871-9.
  • Susan M. Moore, Doreen A. Rosenthal, Sexuality in Adolescence. Routledge, 1993. ISBN 0-415-07528-9.
  • Sharon Lamb (2002). The Secret Lives of Girls: What Good Girls Really Do—Sex Play, Aggression, and Their Guilt, Free Press. ISBN 0-7432-0107-8.
  • Sharon Lamb (2006). Sex, Therapy, and Kids: Addressing their Concerns through Talk and Play. W.W. Norton.
  • Sharon Lamb & Lyn Mikel Brown (2006). Packaging Girlhood: Rescuing our Daughters from Marketers' Schemes. St. Martin's Press.
  • Gil, E. & Cavanagh Johnson, T. (1993). Sexualized children – Assessment and treatment of sexualized children and children who molest. Launch Press. Cited in Larsson, 2000, op. cit.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Finkelhor, David. Ph.D. Sex Among Siblings: A Survey on Prevalence, Variety and Effects. Archives of Sexual Behavior. Volume 9, Number 3 / June, 1980. p. 171-194.
  2. ^ SpringerLink - Journal Article