Kepaksian Sekala Brak
Kepaksian Sekala Brak | |
|---|---|
| 1289 | |
| Ibu kota | Liwa, Lampung Barat |
| Bahasa resmi | Lampung Saibatin |
| Agama | Islam (resmi) |
| Pemerintahan | Monarki Kesultanan |
| Sultan (Yang Dipertuankan ke-23) | |
• 1989-sekarang | Edward syah Pernong |
| Sejarah | |
• Didirikan | 1289 |
| Sekarang bagian dari | Lampung |
Kepaksian Sekala Brak adalah kerajaan di wilayah Lampung sekarang yang berdiri sekitar abad ke-13.[1][2]
Sejarah
Bagian ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. |
Sebelumnya wilayah penduduk Lampung semula bercorak Hindu yang diperkirakan peradaban masyarakat telah ada pada abad ke-3—abad ke 7 yang didirikan oleh Suku Tumi. Pada tahun 535 M, terjadi ledakan besar Gunung Krakatau purba yang menyebabkan hancurnya kebudayaan Pasemah.[3] Pada saat itu terjadi langit yang gelap, suhu lingkungan menurun dan terbentuknya selat Sunda. Setelah itu peradaban ada kembali sekitar tahun 600 M dengan berdirinya Kerajaan Tulang Bawang yang telah tercatat pada catatan asing.
- Pada abad ke 7, wilayah ini dikuasai oleh Sriwijaya dibuktikan dengan adanya prasasti Sriwijaya yang ditemukan di Lampung.
- Pada abad ke 12, wilayah Ini dikuasai Singosari, dengan adanya Ekspedisi Pamalayu.
- Pada abad Ke 13, dikuasai oleh Majapahit, lalu Majapahit mengutus Adityawarman sebagai pimpinan pulau Sumatra di bawah Komando Majapahit [4]
- Pada abad ke 14, wilayah bekas vasal majapahit di Sumatra, didirikan Kerajaan Pagaruyung.
- Pada abad ke-16, kerajaan ini mulai mengadopsi agama Islam yang dibawa oleh empat utusan Kerajaan Pagaruyung.[5][6] lalu Mendirikan Kepaksian Sekala Brak, dan akhirnya terbagi menjadi 4 wilayah kepaksian.
- Pada abad ke 18, wilayah ini ditaklukkan oleh VOC.
Kepaksian Sekala Brak masih mewariskan keturunan sampai sekarang yang berusaha melestarikan adat dan budaya Sekala Brak kendati sudah tidak memiliki wewenang secara politik lagi.[7]
Daftar leluhur
Berikut adalah nama-nama leluhur yang hidup pada masa kerajaan Tulang Bawang (Wilayah sepanjang aliran Sungai Way Tulang Bawang serta anak sungainya, Way Kiri dan Way Kanan).[8][9]
- Runjung Gelar Minak Tabu Gayaw
- Senamo
- Tuan Rio Mangkubumi
- Tuan Rio Tengah
- Tuan Rio Sanak
- Minak Pati Pejurit
- Minak Sang Menteri
- Minak Sang Putri
- Minak Indah
- Minak Makdum
- Minak Raja Ratu
- Minak Raja Malaka
- Minak Sengaji
- Minak Ngegulung
- Minak Jagad
- Minak Dewa Pengantin
- Minak Ratu Guruh Malay
- Minak Ratu Junjungan
- Minak Merettah Dibumi
- Minak Kemala Adam
- Minak Sendang Belawan
- Minak Kemala Kota
- Minak Cekai Dilangit
- Minak Rio Kuaso
- Minak Temenggung
- Minak Kerenggo
Galeri
Referensi
- ↑ https://arrahim.id/alvina/jejak-islam-di-tanah-sang-bumi-ruwai-jurai-lampung/
- ↑ https://metropolis.co.id/2018/08/14/4-umpu-sekala-brak-lampung-anak-raja-pagaruyung-minangkabau/
- ↑ Abdurrachman, M., Widiyantoro, S., Priadi, B., dan Ismail, T. (2018). Geochemistry and Structure of Krakatoa Volcano in the Sunda Strait, Indonesia. Geosciences, 8(4), 111.https://www.mdpi.com/2076-3263/8/4/111
- ↑ Kitab Negara Kertagama | Perpustakaan Balai Arkeologi D.I.Y.http://perpusbalarjogja.kemdikbud.go.id/index.php?p=show_detail&id=222&keywords=
- ↑ "4 Umpu Sekala Brak Lampung 'Anak Raja Pagaruyung Minangkabau'". Metropolis.co.id. 14 Agustus 2018. Diakses tanggal 2022-08-25.
- ↑ developer, lampost co (2018-12-18). "Sekala Brak Menjawab Sejarah". lampost.co. Diakses tanggal 2021-04-11.
- ↑ Raditya, Iswara N. "Mengenal Kerajaan Sekala Brak sebagai Leluhur Lampung". tirto.id. Diakses tanggal 2021-04-10.
- ↑ Saptono, Nanang (2006). "POTENSI ARKEOLOGI DI KABUPATEN TULANGBAWANG". EKSPOSE HASIL PENELITIAN ARKEOLOGI TULANGBAWANG.
- ↑ Akip, Hi. Assaih (1976). Kerajaan Tulang Bawang Lampung Sebelum dan Sesudah Islam. Tanjungkarang. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)



