Sayur asin
| Sayur asin | |||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Sayur asin yang terbuat dari sawi pahit | |||||||||||||||||||
| Hanzi: | 酸菜 | ||||||||||||||||||
| Pinyin: | suān cài | ||||||||||||||||||
| Makna harfiah: | Sayur kecut | ||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||
| nama alternatif | |||||||||||||||||||
| Hanzi: | 鹹菜 | ||||||||||||||||||
| Makna literal: | Sayur asin | ||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||
Di Indonesia, sayur asin digunakan untuk mengistilahkan produk fermentasi sawi. Sawi pada pembuatan sayur asin difermentasi secara alami dengan air pekat yang diambil dari air cuvian beras, garam meja dan gula merah iris serta biasanya di tambah jahe. Air cucian beras dapat diganti dengan air kelapa.[1]
Proses fermentasi
[sunting | sunting sumber]Fermentasi terjadi dengan pertumbuhan beberapa bakteri asam laktat. Bakteri-bakteri asam laktat itu antara lain leuconostoc mesenteroides, lactobacillus confusus, lactobacillus curvatus, pediococcus pentosaceus, dan lactobacillus plantarum. Jamur candida sake dan candida guilliermondii juga berkontribusi pada fermentasi itu. Asam laktat, asam asetat, asam sukinat, etanol, dan gliserol merupakan hasil dari fermentasi. Glukosa, muncul akibat degradasi pati dan maltosa, dimetabolisir oleh spesies yang tumbuh.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Lyliana, Lea; Agmasari, Silvita (2021-01-30). "Cara Membuat Sayur Asin, Bisa untuk Sup dan Asinan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-01-19.