Sanca hijau

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Sanca hijau[1]
Morelia-viridis.jpg
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Subfilum: Vertebrata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Pythonidae
Genus: Morelia
Spesies: M. viridis
Nama binomial
Morelia viridis
(Schlegel, 1872)
Sinonim
  • Python viridis Schlegel, 1872
  • Chondropython azureus Meyer, 1874
  • Chondropython pulcher
    Sauvage, 1878
  • Chondropython azureus
    W. Peters & Doria, 1878
  • Chondropython viridis
    Boulenger, 1893
  • Chondropython viridis
    Kinghorn, 1928
  • Chondropython viridis
    – McDowell, 1975
  • Morelia viridis
    Underwood & Stimson, 1990
  • Chondropython viridis
    Cogger, 1992
  • M[orelia]. viridis – Kluge, 1993

Sanca hijau adalah sejenis ular Sanca pohon yang ditemukan di Pulau Papua beserta kepulauan sekitarnya dan Semenanjung Tanjung York di Australia.


Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Seekor sanca hijau berbintik sedang beristirahat; menunjukkan moncong lancipnya yang khas.

Sanca hijau dicirikan dengan tubuhnya yang relatif langsing. Ekornya yang relatif panjang terhitung sekitar 14% dari panjang total hewan ini. Kepala hewan ini besar dan bisa dengan jelas dibedakan dari lehernya. Hewan ini memiliki moncong yang besar dan lancip. Penampang tubuh hewan ini berbentuk segitiga dengan tulang belakang yang menonjol. Hewan ini biasanya mencapai panjang total 1,5-1,8 meter (4,9-5,9 kaki) namun betina berukuran besar panjangnya bisa mencapai 2 m (6,6 ft). Ukuran hewan ini juga bervariasi berdasarkan daerah asalnya. Berat hewan ini sangat bergantung pada status nutrisinya. Jantan bisa mencapai berat sekitar 1,1-1,4 kg (2,4-3,1 pon), sementara betina bisa mencapai 1,6 kg (3,5 lb). Spesimen yang lebih besar dari biasanya seberat 2,2 kg (4,9 lb) merupakan betina, sebagaimana kebanyakan ular lainnya dimana ukuran betina sedikit lebih besar dan berat daripada jantan.

Habitat[sunting | sunting sumber]

Habitat utama hewan ini adalah hutan hujan, semak belukar dan pepohonan.

Konservasi[sunting | sunting sumber]

Ancaman terbesar terhadap hewan ini adalah kehancuran habitat dikarenakan penebangan hutan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Ron Kivit & Steven Wiseman (2005). The Green Tree Python and Emerald Tree Boa - Care, Breeding and Natural History. Kirschner & Seufer Verlag. ISBN 3-9808264-0-6.

Bacaan lanjut[sunting | sunting sumber]

  • Schlegel, H. 1872. De Dierentuin van het Koninklijk Zoölogisch Genootschap Natura Artis Magistra te Amsterdam, Reptilia. 64 pp. (Python viridis, p. 54.)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]