Renah Indojati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Renah Indojati adalah sebutan untuk wilayah yang berada di bagian selatan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatra Barat. Wilayah ini secara administratif terdiri dari enam kecamatan yaitu Pancung Soal, Air Pura, Basa Ampek Balai Tapan, Ranah Ampek Hulu Tapan, Lunang dan Silaut. Wilayah ini pada dasarnya adalah wilayah empat buah nagari adat yaitu Nagari Inderapura (Kecamatan Pancung Soal dan Air Pura), Nagari Tapan (Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan dan Ranah Ampek Hulu Tapan), Nagari Lunang (Kecamatan Lunang) dan Nagari Silaut (Kecamatan Silaut).


Sejarah[sunting | sunting sumber]

Renah Indojati diawali dengan Kerajaan Indojati di Muaro Silaut dan dilanjutkan oleh Teluk Air Pura di Muaro Sakai Inderapura. Pada masa selanjutnya kemajuan di wilayah ini ditandai dengan majunya Kerajaan Inderapura pada abad ke 8 Masehi yang kemudian menjadi Kesultanan Inderapura semenjak abad 16 M. Kerajaan ini pernah menjadi salah satu kerajaan terbesar di pesisir barat Sumatra dengan wilayah kekuasaan mencapai wilayah Pasaman Barat sekarang, Padang Pariaman, Padang di utara, Pesisir Selatan hingga Mukomuko di selatan.

Sosial Budaya[sunting | sunting sumber]

Inderapura[sunting | sunting sumber]

Inderapura terkenal dengan dua puluh penghulunya yang merupakan perwakilan dari 3 nenek moyang mereka (6 di hilir, 6 di mudik dan 8 di tengah. Inderapura dulunya merupakan Pusat Kerajaan Inderapura yang pernah jaya pada masa lalu.

Tapan[sunting | sunting sumber]

Tapan terkenal dengan 4 penghulu sukunya sehingga disebut Basa Ampek Balai. Di Tapan adalah tempat berkedudukannya Rajo Adat Renah Indojati.

Lunang[sunting | sunting sumber]

Pendudk Asli Lunang "mudiknya Ujung Tanjung" awalnya banyak bermukim di pinggir Batang Lunang, Batang Sindang dan Batang Kumbung. Ketiga Sungai ini bermuara di Muara Sakai. Di Lunang ini terdapat keluarga keturunan Bundo Kanduang, lebih dikenaldengan sebutan Keluarga Mande Rubiah, dipercaya sebagai seorang raja perempuan Minangkabau bersama keluargnya menyelamatkan diri dari musuhnya yang menyerang Pagaruyung dari Timur (perkiraan abad ke 13 M). Ia menyelamatkan diri bersama anak dan menantunya ke daerah ini. Hingga kini masih didapati makam keluarga Kerajaan Pagaruyung di nagari Lunang dan juga sebuah rumah gadang yang tak lain adalah istana Bundo Kanduang.Fakta ini dijadikan cerita atau tambo Masyarakat minang dalam kaba Cindua Mato. Lunang Juga terkenal dengan 8 Penghulu. Setiap hari kedua Idulfitri, kedelapan penghulu tsb berkumpul di rumah Gadang Mande rubiah. Kehadiran mereka diringi oleh penakan sukunya masing2. Bararak dari depan kantor Angku Palo (kini Walinagari). Kedelapan penghulu memiliki Alam(lambang/bendera)yg berbeda. Untuk meramaikan acr helat Nyalang Mande (berkunjung ke rumah Gadang Mande Rubiah / bersilaturahim). Masyarakat Lunanng sangat welcome tehadap pendatang.Baik asalnya dari nagari tetangga maupun dari daerah jauh. Bahkan juga dari pulau jawa. Terbukti warga transmigrasi yang tiba dari pulau Jawa mulai tahun 1973 juga telah memiliki mamak masing2. mereka dipersilakan bergabung ke suku minang yang ada. seperti ke melayu gdang, caniago dan lain2. Masyarakat Lunang sangat mengagungkan Leluhurnya. memiliki tpat Sako di hulu batang lunag, tpat salimbing, tpat Palimo,tpat kuku besi dan lalin2. di tpat ini mereka bermusyawarah sebelum turun sawah. memilih dan melewakan penghulu baru.(tpat = makam leluhur yg di agungkan).

Silaut[sunting | sunting sumber]

Silaut berbatan langsung dengan Provinsi Bengkulu.Pendudk Asli Silaut berasal dari muaro samungo. Silaut berkembang karena adanya wilayah transmigrasi yang mayoritas penduduknya adalah Suku Jawa. Di wilayah transmigrasi Siluat terjadi akulturasi banyak kebudayaan, antara lain Minangkabau, Jawa, Renah Indojati, Batak dan lain-lain, Dan daerah ini di canangkan sebagai kota transmigrasi mandiri oleh pemerintah, karna perkembangan ekonomi yang pesat.

Potensi[sunting | sunting sumber]

Wilayah Renah Indojati adalah pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pesisir Selatan. Daerah ini merupakan daerah yang sangat berpotensi untuk mengembangkan perkebunan dan pertanian. Komoditas utamanya adalah sawit, karet, kakao, jagung dan sebagainya.

Kecamatan Pancung Soal[sunting | sunting sumber]

Di Inderapura Kecamatan Pancung Soal terdapat perkebunan sawit dan pabrik CPO. Daerah ini juga memiliki lahan pertanian yang luas. Luas lahan perkebunan sawit di Inderapura terus berkembang.

Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan[sunting | sunting sumber]

Di Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, selain perkebunan sawit dan karet, daerah ini juga memiliki lahan pertanian yang luas, serta jagung yang merupakan komoditas pertanian yang terus meningkat produksinya dari tahun ke tahun. Tapan juga direncanakan sebagai pusat pertumbuhan Renah Indojati dan calon ibu kota Kabupaten Renah Indojati.

Kecamatan Lunang[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Lunang Silaut merupakan wilayah utama perkebunan sawit dengan luas perkebunan terluas. Selain sawit, di wilayah ini juga dikembangkan karet dan jagung. Di Silaut terdapat Kota Terpadu mandiri (KTM) yang merupakan pembangunan perkotaan untuk daerah transmigrasi.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Di Renah Indojati sangat banyak objek wisata yang menarik untuk dikunjungi, baik objek wisata alam, sejarah fdan budaya. diantaranya adalah:

  1. Istana Kerajaan Inderapura di Muaro Sakai Inderapura
  2. Kompleks makam raja-raja Inderapura di Inderapura
  3. Pantai Pasir Ganting di Inderapura
  4. Sako di Tapan
  5. Air Terjun Telun Berasap di Malepang Tapan
  6. Air Terjun Malaca di Panadah Tapan
  7. Bendungan Ampang Tulak di Tapan
  8. Makam Tpat Gdang di Tapan
  9. Istana (Rumah Gadang) Mande Rubiah di Lunang
  10. Tpat Sako hulu Lunang
  11. Pantai Sembungo Indah di Silaut

Pemekaran Kabupaten[sunting | sunting sumber]

Sejak tahun 2000, masyarakat yang berada di enam kecamatan paling selatan di Kabupaten Pesisir Selatan ini telah memperjuangkan sebuah kabupaten baru yang meliputi daerah Renah Indojati (Kecamatan Air Pura, Kecamatan Pancung Soal, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kecamatan Lunang dan Kecamatan Silaut). Usulan pemekaran telah masuk dan dibahas oleh DPR RI, namun sampai saat ini belum juga disahkan. Saat ini masyarakat masih menunggu RUU tentang pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Renah Indojati disahkan menjadi UU sehingga Renah Indojati menjadi kabupaten sendiri dan terpisah dari Kabupaten Pesisir Selatan. Dengan Ibu kota Kabupaten berada di Bukit Buai, Nagari Bukit Buai Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan.

Referensi[sunting | sunting sumber]