Lompat ke isi

Referendum konstitusi Burundi 2018

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Referendum konstitusi Burundi 2018
Membentuk jabatan Perdana Menteri, mengurangi jumlah Wakil Presiden dari dua menjadi satu, dan menambah lama masa jabatan Presiden dari lima menjadi tujuh tahun, tetapi presiden hanya boleh menjabat selama dua periode
Lokasi Burundi
Tanggal17 Mei 2018 (2018-05-17)
Hasil
Suara %
Ya 3.359.493 79,08%
Tidak 888.564 20,92%
Suara sah 4.248.057 92,62%
Suara kosong atau tidak sah 338.673 7.38%
Total suara 4.586.730 100.00%
Pemilih terdaftar/hadir 4.768.154 96.2%

Referendum konstitusi digelar di Burundi pada 17 Mei 2018.[1] Berdasarkan hasil referendum ini, 70% pemilih menyetujui rancangan amendemen Konstitusi Burundi.[2]

Usulan perubahan

[sunting | sunting sumber]

Rancangan amendemen konstitusi yang baru membentuk jabatan Perdana Menteri, mengurangi jumlah Wakil Presiden dari dua menjadi satu, dan menambah lama masa jabatan Presiden dari lima menjadi tujuh tahun, tetapi presiden hanya boleh menjabat selama dua periode.[1] Namun, amendemen ini juga mengizinkan Presiden petahana Pierre Nkurunziza (menjabat sejak 2005) untuk maju lagi dalam pemilu meskipun sudah menjabat tiga periode.[3]

Referendum

[sunting | sunting sumber]

Pada Desember 2017, Nkurunziza mengancam orang-orang untuk tidak berkampanye menentang amendemen konstitusi ini.[4] Sebelum referendum digelar, BBC dan Voice of America dilarang masuk selama enam bulan.[5] Radio France Internationale (RFI) juga diberi "peringatan" terkait dengan liputannya.[6]

Menurut laporan dari tempat pemungutan suara, beberapa orang dipaksa memilih agar tidak dipukuli atau ditangkap. Orang-orang yang diduga sebagai penentang konstitusi yang baru "dibunuh, diperkosa, diculik, dipukuli, dan diintimidasi"; menurut laporan Human Rights Watch, pada hari pemungutan suara telah terjadi 15 pembunuhan, 6 pemerkosaan, dan 8 penculikan.[7]

Pilihan Suara %
Mendukung3.359.49379,08
Menentang888.56420,92
Tidak sah/kosong338.673
Jumlah4.586.730100
Pemilih terdaftar/tingkat partisipasi4.768.15496,19
Sumber: CENI Diarsipkan 2018-06-12 di Wayback Machine.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Burundi's constitution amendment process going well before referendum: minister Diarsipkan 2018-01-19 di Wayback Machine. Xinhua, 19 Januari 2018
  2. Amendments to constitution of Burundi approved: electoral commission Diarsipkan 2018-05-22 di Wayback Machine. Xinhua, 22 Mei 2018
  3. Burundi to hold referendum of constitution in May 2018: electoral commission Diarsipkan 2018-02-05 di Wayback Machine. Xinhua, 16 Desember 2017
  4. Burundi's Opposition Says Only ‘Yes’ Campaigning Is Allowed on Referendum to Extend President’s Rule Global Voices, 2 Februari 2018
  5. Burundi bans BBC and Voice of America before referendum Diarsipkan 2020-09-10 di Wayback Machine. Al Jazeera, 5 Mei 2018
  6. "Burundi: 26 personnes tuées à quelques jours du référendum constitutionnel". Le Vif. AFP. 12 Mei 2018. Diakses tanggal 12 Mei 2018.
  7. "As Burundians wait for referendum results HRW says 15 killed in campaigns". The East African. 18 Mei 2018.