Rasmus Effersøe

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Rasmus Christoffer Effersøe
Rasmus effersoe.jpg
Lahir 30 Mei 1857
Trongisvágur
Meninggal 23 Maret 1916 (umur 58)
Tórshavn

Rasmus Christoffer Effersøe (30 Mei 1857 – 23 Maret 1916) adalah seorang ahli agronomi, penyair dan politikus Kepulauan Faroe.

Effersøe lahir di kota Trongisvágur pada tanggal 30 Mei 1857.[1][2] Nama belakangnya berasal dari nama pulau Effersey di Islandia.[3] Ia adalah anak seorang administrator lokal (sysselmann) yang bernama Gudmund Christie Laurentius Isholm Effersøe. Ia juga merupakan saudara kandung pengacara Poul Effersøe (1871–1926) dan politikus Oliver Effersøe (1863–1933).[4]

Effersøe mengenyam pendidikan di Denmark dan Swedia dan pernah bekerja sebagai pengawas pertanian.[5] Ia adalah salah satu dari sembilan orang yang mengadakan Pertemuan Natal 1888,[5] yang dianggap sebagai permulaan gerakan kemerdekaan Faroe. Effersøe bersama dengan Jóannes Patursson mendirikan kelompok Føringafelag (masyarakat Faroe) dan Effersøe bertugas sebagai penyunting koran organisasi tersebut, Føringatíðindi,[2] yang merupakan koran pertama yang ditulis dalam bahasa Faroe. Selain itu, ia pernah menjadi penyunting koran Dúgvan dan Dimmalætting. Ia juga pernah menulis naskah teater[5] dan turut serta dalam pementasannya.

Sebagai seorang penyair, ia pernah menulis puisi-puisi berikut:[2]

  • "Førøya landið" (puisi patriotik)
  • "Alfaðirs eygu jarðarríki skoða" (Mata Allfather Menjaga Bumi)
  • "Eitt heim, eitt varandi heim ei her" (Satu Rumah, Satu Rumah Kekal Tidak Di Sini)
  • "Eg minnist úr gomlum søgum" (Saya Ingat dari Saga-Saga Lama)
  • "Úr øllum ættum koma vindar" (Angin Berkumpul dari Segala Arah)

Rasmus Effersøe meninggal dunia pada tanggal 23 Maret 1916 di kota Tórshavn.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Heinesen, Jens Pauli. 1966. Føroyar í dag. Tórshavn: Norrøna felagið, p. 102.
  2. ^ a b c Rossel, Sven Hakon. 1992. A History of Danish Literature. Lincoln: University of Nebraska Press, hlm. 552–553.
  3. ^ Isaksen, Jógvan. 1993. Færøsk litteratur: introduktion og punktnedslag. Valby: Forlaget Vindrose, hlm. 100.
  4. ^ Nauerby, Tom. 1996. No Nation is an Island: Language, Culture and National Identity in the Faroe Islands. Aarhus: SNAI-North Atlantic Publications, hlm. 57.
  5. ^ a b c Wylie, Jonathan. 1987. The Faroe Islands: Interpretations of History. Lexington: The University Press of Kentucky, hlm. 151–152.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]