Lompat ke isi

QGIS

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
QGIS
QGIS 2.2 menunjukkan menu yang didesain ulang.
Tipesistem informasi geografis, perangkat lunak bebas dan sumber terbuka, aplikasi, Open Source GIS (en) Terjemahkan, OpenStreetMap editor software (en) Terjemahkan dan karya umum digital Suntingan nilai di Wikidata
Versi pertamaJuli 2002 (2002-07)
Versi stabil
3.44.5 (21 November 2025) Suntingan nilai di Wikidata
GenreSistem informasi geografis
LisensiGNU GPL
Bahasa
Daftar bahasa
Dalam bahasa Indonesia Tersedia
Karakteristik teknis
Sistem operasiLinux (mul) Terjemahkan, macOS (mul) Terjemahkan, Microsoft Windows (mul) Terjemahkan, BSD (mul) Terjemahkan, Android (mul) Terjemahkan dan iOS (mul) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Anjunganx86 (mul) Terjemahkan, x86_64 dan ARM Suntingan nilai di Wikidata
Formatdistribusi digital Suntingan nilai di Wikidata
Bahasa pemrogramanC++ (mul) Terjemahkan dan Python (mul) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Format kode
Format berkas
Antarmuka BibliotecaQt Suntingan nilai di Wikidata
Informasi pengembang
PengembangQGIS Development Team
PenerbitFlathub (mul) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Informasi tambahan
Situs webqgis.org/id/site/ Sunting di Wikidata
BlogBlog oficial Suntingan nilai di Wikidata
Stack ExchangeEtiqueta Suntingan nilai di Wikidata
SourceForgeqgis Suntingan nilai di Wikidata
Pelacakan kesalahanLaman pelacakan Suntingan nilai di Wikidata
Free Software DirectoryQGIS Suntingan nilai di Wikidata
Subredditqgis Suntingan nilai di Wikidata
Framalibreqgis Suntingan nilai di Wikidata
Panduan penggunaLaman panduan Suntingan nilai di Wikidata
Facebook: 298112000235096 X: qgis Youtube: UCGS162t4hkOA0b35ucf1yng GitHub: qgis Modifica els identificadors a Wikidata
Sunting di Wikidata Sunting di Wikidata Sunting kotak info L B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

QGIS (sebelumnya dikenal sebagai Quantum GIS) adalah aplikasi sistem informasi geografis (GIS) desktop sumber terbuka dan bebas lintas platform yang menyediakan tampilan, penyuntingan, dan analisis data geospasial dalam berbagai format. QGIS dapat digunakan di berbagai sistem operasi, termasuk Linux, macOS, dan Windows.[1][2]

Fungsi dan kegunaan[3]

[sunting | sunting sumber]
  • Mengelola data spasial: Memungkinkan pengguna untuk mengelola data vektor dan raster. Data vektor dapat berupa titik, garis, dan poligon, sedangkan data raster dapat berupa gambar satelit atau foto udara.
  • Analisis geospasial: Memiliki fitur yang canggih untuk analisis spasial, seperti membuat model, menganalisis jaringan, dan melakukan perhitungan spasial lainnya.
  • Visualisasi dan pemetaan: Berfungsi untuk membuat peta yang dinamis, menarik, dan informatif. Peta yang sudah dibuat dapat diekspor dalam berbagai format.
  • Fleksibilitas: Mendukung berbagai format data geospasial yang sering digunakan, seperti Shapefile (.shp), GeoTIFF, dan CSV.
  • Sumber terbuka: Karena bersifat open source, QGIS terus dikembangkan oleh komunitas kontributor di seluruh dunia. Pengguna dapat menambah fungsionalitasnya dengan menginstal berbagai plugin tambahan.

Sejarah QGIS dimulai pada tahun 2002 sebagai proyek kecil yang dikembangkan oleh Gary Sherman untuk menampilkan data PostGIS di Linux. Awalnya, perangkat lunak ini dikenal dengan nama Quantum GIS.[4]

Berikut adalah garis besar perkembangan sejarah QGIS:

  • Awal 2002: Gary Sherman memulai pengembangan Quantum GIS sebagai proyek hobi pribadi. Ia menggunakan bahasa pemrograman C++ dan toolkit Qt untuk membuat antarmuka pengguna.
  • Mei–Juni 2002: Proyek ini resmi dimulai dan hosting di SourceForge pada Juni. Tujuannya adalah menyediakan perangkat lunak GIS yang terjangkau bagi siapa pun yang memiliki komputer pribadi.
  • Juli 2002: Rilis pertama, yang masih sangat sederhana dan hanya bisa menampilkan data PostGIS.
  • 2007: Proyek ini menjadi bagian dari Open Source Geospatial Foundation (OSGeo), sebuah yayasan yang mendukung pengembangan perangkat lunak geospasial sumber terbuka.
  • Januari 2009: Versi 1.0 dirilis, menandai pencapaian penting dalam perkembangannya.
  • 2013: Seiring dengan rilis versi 2.0, nama "Quantum GIS" secara resmi diubah menjadi "QGIS" untuk menghindari kebingungan karena kedua nama tersebut sering digunakan secara bersamaan.
  • Pengembangan Berlanjut: QGIS terus mengalami pembaruan dan peningkatan berkat kontribusi komunitas pengembang dan pengguna yang berdedikasi. Fitur-fitur baru terus ditambahkan, menjadikannya salah satu perangkat lunak GIS sumber terbuka yang paling populer.

Beberapa plugin yang paling banyak diunduh dan digunakan oleh pengguna QGIS umumnya berfokus pada fungsionalitas inti, seperti menambahkan peta dasar, mengunduh data, dan alat digitasi. Berdasarkan data dari repositori resmi plugin QGIS, berikut adalah beberapa plugin yang sangat populer dan sering digunakan:[5]

QuickMapServices

[sunting | sunting sumber]

Fungsi: Menyediakan akses mudah ke berbagai peta dasar (basemap) dari penyedia yang berbeda. Memungkinkan pengguna untuk dengan cepat menambahkan peta latar belakang seperti OpenStreetMap, Google Satellite, atau peta lainnya tanpa harus mengonfigurasi koneksi secara manual.[6][7]

Fungsi: Mengunduh data dari OpenStreetMap dengan cepat untuk area yang diinginkan. Berguna bagi pengguna yang membutuhkan data vektor spesifik dari OSM, seperti jalan, bangunan, atau area tertentu.[8][9]

QFieldSync

[sunting | sunting sumber]

Fungsi: Mensinkronkan proyek QGIS dengan aplikasi QField, sebuah aplikasi mobile untuk survei lapangan. Mempermudah alur kerja bagi pengguna yang melakukan survei atau pengumpulan data di lapangan menggunakan perangkat seluler.[10][11]

Shape Tools

[sunting | sunting sumber]

Fungsi: Menambahkan berbagai alat yang berguna untuk mengedit dan memanipulasi bentuk fitur vektor. Menyediakan fitur tambahan yang melengkapi alat digitasi bawaan QGIS, sehingga meningkatkan efisiensi saat bekerja dengan data vektor.[12]

Digitizing Tools

[sunting | sunting sumber]

Fungsi: Serangkaian alat tambahan untuk membantu proses digitasi (menggambar fitur) dengan lebih efisien. Mirip dengan Shape Tools, plugin ini memberikan kemampuan ekstra untuk mempercepat dan menyederhanakan proses digitalisasi data geografis.[13]

Salah satu koleksi peta yang dibuat dengan QGIS oleh André de Oliveira
Río Bogotá - Salah satu koleksi peta yang dibuat dengan QGIS oleh André de Oliveira

Point sampling tool

[sunting | sunting sumber]

Fungsi: Mengekstrak nilai dari lapisan raster atau medan digital ke titik-titik sampel. Digunakan untuk analisis yang melibatkan ekstraksi data dari model elevasi atau citra satelit ke lapisan titik.[14]

Freehand raster georeferencer

[sunting | sunting sumber]

Fungsi: Memungkinkan pengguna melakukan georeferencing (menambahkan informasi spasial) pada citra raster dengan metode gambar tangan. Menyediakan cara yang fleksibel untuk menempatkan peta atau citra yang tidak memiliki referensi spasial ke posisi geografis yang tepat.[15]

Integrasi Python

[sunting | sunting sumber]

Meskipun inti QGIS dibangun dengan bahasa pemrograman C++, Python bertindak sebagai lapisan yang memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan, memperluas, dan mengotomatisasi fungsionalitas QGIS secara programatis. Hubungan ini dikenal sebagai PyQGIS.[16]

Cara Python berintegrasi dengan QGIS

[sunting | sunting sumber]
  • PyQGIS API: QGIS menyediakan Application Programming Interface (API) Python yang kaya, disebut PyQGIS, yang mencakup hampir semua operasi yang dapat dilakukan melalui antarmuka grafis QGIS. API ini berfungsi sebagai "pembungkus" untuk API C++ QGIS, membuatnya dapat diakses dengan mudah oleh kode Python.[17]
  • Konsol Python Bawaan: QGIS dilengkapi dengan konsol Python interaktif yang memungkinkan pengguna menjalankan perintah Python secara langsung. Ini sangat berguna untuk melakukan pemrosesan data cepat, eksperimen skrip, dan debugging.
  • Plugin Python: Sebagian besar plugin QGIS, termasuk yang paling populer, dikembangkan menggunakan Python. Dengan PyQGIS, pengembang dapat membuat alat kustom yang terintegrasi secara mudah ke dalam antarmuka QGIS.
  • Otomatisasi Alur Kerja (Scripting): Python memungkinkan pengguna untuk mengotomatisasi tugas-tugas GIS yang berulang. Alih-alih melakukan langkah-langkah secara manual, pengguna dapat menulis skrip Python untuk menjalankan proses seperti pembersihan data, analisis spasial, dan pembuatan peta.[16]
  • Kerangka Kerja Pemrosesan (Processing Framework): Pengguna dapat menulis skrip Python yang berfungsi sebagai algoritma pemrosesan. Skrip ini dapat diakses melalui kotak peralatan pemrosesan QGIS, sehingga bisa digabungkan dalam model grafis atau dijalankan dalam mode batch.[16]
  • Aplikasi Mandiri: Selain skrip di dalam QGIS, PyQGIS juga memungkinkan pengembang untuk membuat aplikasi mandiri (stand-alone) yang menggunakan komponen QGIS, seperti jendela peta atau backend data.[16]
  • Integrasi dengan Pustaka Lain: Python dalam QGIS dapat diintegrasikan dengan pustaka Python populer lainnya seperti geopandas, shapely, dan rasterio untuk memperluas kemampuan analisis dan manipulasi data geospasial. [17]

Fitur Kecerdasan Buatan (AI)

[sunting | sunting sumber]

QGIS tidak menyertakan fitur kecerdasan buatan (Artificial IntelligenceI) dan pembelajaran mesin (Machine Learning) secara bawaan dalam perangkat lunak intinya. Namun, fungsionalitas ini dapat ditambahkan dan diakses melalui sistem plugin dan integrasi dengan skrip Python. Ini memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan teknologi AI dan ML tanpa harus menjadi ahli dalam bidang tersebut. Konsep utamanya adalah mengintegrasikan model-model pemelajaran mendalam (deep learning) yang sudah dilatih sebelumnya (sering disebut pre-trained models) ke dalam alur kerja analisis geospasial di QGIS. Dengan demikian, meskipun tidak terintegrasi secara bawaan, QGIS menawarkan ekosistem yang kuat untuk mengaplikasikan AI dan ML melalui plugin, yang memberikan pengguna berbagai alat canggih untuk analisis geospasial.[18][19]

Terdapat beberapa plugin QGIS yang memanfaatkan AI, pemelajaran mesin, atau teknologi sejenis untuk berbagai keperluan analisis geospasial. Plugin-plugin ini berfokus pada tugas yang berbeda, dari klasifikasi citra hingga vektorisasi otomatis.

Plugin untuk pemelajaran mendalam (deep learning)

[sunting | sunting sumber]

Deepness: Plugin ini merupakan plugin dengan model terlatih (Pre-trained Models) sehingga pengguna sudah tidak perlu melatih model deep learning dari nol, yang membutuhkan daya komputasi tinggi dan data pelatihan yang besar. Sebaliknya, plugin seperti Deepness menyediakan "Model Zoo", yaitu repositori berisi model-model yang sudah dilatih oleh pengembang untuk berbagai tugas, seperti:[20]

  • Segmentasi citra: Mengklasifikasikan setiap piksel dalam citra satelit atau foto udara untuk mengidentifikasi objek tertentu (misalnya, bangunan, jalan, tutupan lahan).
  • Deteksi objek: Mengidentifikasi dan membuat kotak pembatas (bounding box) di sekitar objek tertentu (misalnya, mobil, pesawat) dalam citra.

Setelah plugin diinstal, pengguna dapat mengunduh model yang diperlukan dari Model Zoo ke dalam lingkungan QGIS. Plugin akan secara otomatis mengelola semua dependensi yang diperlukan agar model tersebut dapat berjalan. Pengguna kemudian memasukkan data raster, seperti citra satelit atau foto udara, sebagai data masukan. Plugin akan memproses data ini dengan memecahnya menjadi ubin-ubin (tiles) kecil dan menerapkan model deep learning yang telah dipilih untuk setiap ubin. Model deep learning akan melakukan proses inferensi, yaitu menggunakan model yang sudah dilatih untuk membuat prediksi berdasarkan data yang belum pernah dilihat sebelumnya. Hasilnya berupa informasi yang diekstrak dari citra, seperti:

  • Layer vektor yang berisi poligon bangunan yang terdeteksi.
  • Layer raster baru yang menunjukkan hasil klasifikasi tutupan lahan.

Hasil dari proses deep learning ini kemudian ditampilkan sebagai layer baru di QGIS. Pengguna dapat memvisualisasikannya, menganalisisnya lebih lanjut, atau mengintegrasikannya dengan data spasial lain untuk berbagai tujuan, seperti analisis tata ruang atau pemantauan lingkungan.[21][22]

Dengan demikian, QGIS menjadi platform yang memfasilitasi penggunaan deep learning untuk analisis geospasial dengan menyederhanakan alur kerjanya melalui plugin, sehingga pengguna dapat fokus pada analisis data, bukan pada kompleksitas pemrograman AI.[23]

Plugin untuk klasifikasi citra

[sunting | sunting sumber]
  • Semi-Automatic Classification Plugin (SCP): Plugin ini sangat populer untuk analisis citra penginderaan jauh. SCP menyediakan alat yang kuat untuk klasifikasi citra, termasuk teknik machine learning dan deep learning, serta fitur pra-pemrosesan dan pasca-pemrosesan citra.[24][25]
  • QLearn: Plugin ini memungkinkan pengguna untuk melatih model segmentasi neural network (arsitektur UNet) dan melakukan prediksi pada data raster. Pengguna dapat melatih model di dalam QGIS tanpa harus meninggalkan aplikasi.[26][27]
  • Artificial Intelligence Forecasting Remote Sensing (AIRS): Plugin ini berfokus pada peramalan deret waktu (time series forecasting) menggunakan model deep learning. AIRS menyederhanakan proses pelatihan dan prediksi, serta visualisasi hasilnya.[28][29]

Plugin untuk digitasi dan vektorisasi

[sunting | sunting sumber]
  • Bunting Labs AI Vectorizer: Plugin ini menggunakan machine learning untuk secara otomatis memvektorisasi garis dan poligon dari peta raster. Alat ini sangat membantu untuk mendigitasi peta-peta lama atau peta yang dipindai dengan lebih cepat.[30][31]
  • Raster Tracer: Plugin ini juga membantu proses digitasi secara semi-otomatis. Pengguna dapat mengklik titik awal dan titik akhir pada garis kurva di peta raster, dan plugin ini akan secara otomatis menelusuri garis tersebut.[32][33]

Plugin untuk gaya peta

[sunting | sunting sumber]
  • AIAMAS - AI-Assisted Map Styler: Plugin ini menggunakan model bahasa besar (Large Language Model/LLM) untuk menyarankan simbol dan warna yang sesuai untuk layer vektor. Fitur ini mempercepat proses simbologi, meskipun bukan analisis spasial.[34][35]

Plugin asisten AI

[sunting | sunting sumber]
  • Kue Plugin: Plugin ini berfungsi sebagai chatbot AI di dalam QGIS yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan QGIS menggunakan perintah bahasa alami (natural language). Pengguna dapat meminta plugin ini untuk melakukan tugas seperti memilih fitur, memfilter layer, atau menambahkan peta dasar.[36][37]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "QGIS Official Website". QGIS. Diakses tanggal 16 October 2013.
  2. Rosas-Chavoya, Marcela; Gallardo-Salazar, José Luis; López-Serrano, Pablito Marcelo; Alcántara-Concepción, Pedro Camilo; León-Miranda, Ana Karen (2022-05-17). "QGIS a constantly growing free and open-source geospatial software contributing to scientific development". Cuadernos de Investigación Geográfica. 48 (1): 197–213. doi:10.18172/cig.5143. ISSN 1697-9540.
  3. Jenkins, Keith. "LibGuides: GIS: Geographic Information Systems: QGIS". guides.library.cornell.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-23.
  4. "Founder of QGIS: Gary Sherman". xyHt. 2018-09-03. Diakses tanggal 2025-10-23.
  5. "Most Downloaded Plugins — QGIS Python Plugins Repository". plugins.qgis.org. Diakses tanggal 2025-10-23.
  6. nextgis/quickmapservices, 2025-10-20, diakses tanggal 2025-10-24
  7. Dubinin, Maxim (2015-01-14). "QuickMapServices: easy basemaps in QGIS | NextGIS" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-24.
  8. 3liz/QuickOSM, 2025-10-22, diakses tanggal 2025-10-24
  9. "QuickOSM". docs.3liz.org. Diakses tanggal 2025-10-24.
  10. opengisch/qfieldsync, 2025-10-19, diakses tanggal 2025-10-24
  11. OPENGIS.ch. "Get started - QField Ecosystem Documentation". docs.qfield.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-24.
  12. hamiltoncj/qgis-shapetools-plugin, 2025-07-21, diakses tanggal 2025-10-24
  13. bstroebl/DigitizingTools, 2025-05-11, diakses tanggal 2025-10-24
  14. borysiasty/pointsamplingtool, 2025-08-26, diakses tanggal 2025-10-24
  15. "Freehand Raster Georeferencer - QGIS plugin for the interactive georeferencing of rasters". gvellut.github.io. Diakses tanggal 2025-10-24.
  16. 1 2 3 4 "Python in QGIS". autogis-site.readthedocs.io. Diakses tanggal 2025-10-23.
  17. 1 2 "Learning the QGIS Python API". Packt (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-23.
  18. Febrita, Diana (2025), Evaluating AI-Driven Automated Map Digitization in QGIS, doi:10.48550/ARXIV.2504.18777, diakses tanggal 2025-10-24
  19. "Advanced QGIS Analysis with AI and Machine Learning". Career & Professional Development | University of Denver (dalam bahasa American English). 2024-08-21. Diakses tanggal 2025-10-24.
  20. Febrita, Diana (April 2025). "Evaluating AI-Driven Automated Map Digitization in QGIS". QGIS-Deepness. doi:10.48550/arXiv.2504.18777.
  21. "IAMAP: Unlocking Deep Learning in QGIS for non-coders and limited computing resources". arxiv.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-24.
  22. ODonohue, Daniel (2022-09-30). "Machine Learning In QGIS For Satellite Image Classification - October 24, 2025" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-24.
  23. Aszkowski, Przemysław; Ptak, Bartosz; Kraft, Marek; Pieczyński, Dominik; Drapikowski, Paweł (2023-07-01). "Deepness: Deep neural remote sensing plugin for QGIS". SoftwareX (dalam bahasa English). 23. doi:10.1016/j.. ISSN 2352-7110. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  24. "Semi-Automatic Classification Plugin - The Semi-Automatic Classification Plugin (SCP) allows for the supervised classification of remote sensing images, providing tools for the download, the preprocessing and postprocessing of images". plugins.qgis.org. Diakses tanggal 2025-10-24.
  25. "From GIS to Remote Sensing: Semi-Automatic Classification Plugin for QGIS". From GIS to Remote Sensing. Diakses tanggal 2025-10-24.
  26. "QLearn - QLearn preforms automatic training of a neural network model on raster data". plugins.qgis.org. Diakses tanggal 2025-10-24.
  27. "QLearn - Neural Network Training for QGIS — QLearn 1.0 documentation". qlearn.readthedocs.io. Diakses tanggal 2025-10-24.
  28. "Artificial Intelligence Forecasting Remote Sensing - This plugin allows time series forecasting using deep learning models". plugins.qgis.org. Diakses tanggal 2025-10-24.
  29. AIRS-Plugin/AIRS, 2025-01-14, diakses tanggal 2025-10-24
  30. "Bunting Labs AI Vectorizer - Autocomplete for vectorizing and georeferencing raster maps". plugins.qgis.org. Diakses tanggal 2025-10-24.
  31. "Bunting Labs | QGIS Plugin // AI Vectorizer". buntinglabs.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-24.
  32. "Raster Tracer - This plugin allows user to automaticaly trace lineal features of the underlaying raster map, simply by clicking on knots of lines on map". plugins.qgis.org. Diakses tanggal 2025-10-24.
  33. mkondratyev85/raster_tracer, 2025-08-06, diakses tanggal 2025-10-24
  34. "AIAMAS - AI-Assisted Map Styler - Symbolize your vector layers in seconds". plugins.qgis.org. Diakses tanggal 2025-10-24.
  35. "README.md · main · Geometa Lab at IFS / AIAMAS / AIAMAS QGIS Plugin · GitLab". GitLab (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-24.
  36. "Kue - Kue is an embedded AI assistant inside QGIS". plugins.qgis.org. Diakses tanggal 2025-10-24.
  37. "Bunting Labs | QGIS Plugin // Kue AI Assistant". buntinglabs.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-24.