Prasasti dwibahasa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Dalam epigrafi, prasasti dwibahasa adalah prasasti yang disajikan dalam dua bahasa yang berbeda (tribahasa bila disajikan tiga bahasa, caturbahasa untuk empat bahasa, dan seterusnya mengikuti penamaan bilangan Sanskerta).

Tujuan[sunting | sunting sumber]

Seringkali prasasti dwibahasa dibuat untuk perjanjian yang diterapkan kepada penduduk terkait yang menuturkan bahasa yang berbeda. Dalam ilmu kepurbakalaan, prasasti ini menjadi bukti penting untuk mengartikan dan menguraikan bahasa satunya yang tercantum tetapi tidak dikenal.[1] Dalam hal ini, selama prasasti memiliki naskah yang cukup panjang dan terjemahannya cukup tepat, sering kali memberikan cara untuk mulai menguraikan bahasa yang tidak dikenal.[2]

Contoh[sunting | sunting sumber]

Rosetta[sunting | sunting sumber]

Contoh terkenal prasasti dwibahasa yang lengkap adalah Batu Rosetta, sepertiga isinya ditulis dalam bahasa Yunani Kuno yang sangat dipahami. Dua per tiga bagiannya ditulis dalam bahasa Mesir tetapi memakai dua aksara yang berbeda. Batu Rosetta dapat disebut sebagai "prasasti tiga aksara", meskipun nama tersebut jarang digunakan.[3]

Luwia[sunting | sunting sumber]

Prasasti-prasasti Luwia ditulis dalam aksara Hieroglif Anatolia. Salah satu prasastinya yang lengkap, dinamai sebagai Karatepe, ditulis dalam bahasa Luwia dan Fenisia.[4][5]

Behistun[sunting | sunting sumber]

Behistun adalah contoh prasasti tribahasa, tetapi semuanya ditulis dalam aksara paku. Bahasa Persia Kuno merupakan bagian dari rumpun bahasa Indo-Iran, sedangkan Akkadia merupakan bagian dari Semit. Bahasa yang satunya, tidak diketahui pada saat itu, dinamai sebagai Elam melalui nama masyarakatnya yang disebut dalam bagian bahasa Akkadia di prasasti tersebut.[6][7][8][9]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Bozia, Eleni; Barmpoutis, Angelos; Wagman, Robert S. (2014). "OPEN-ACCESS EPIGRAPHY. Electronic Dissemination of 3D-digitized. Archaeological Material" (PDF). Hypotheses.org: 12. Diakses tanggal 21 September 2018. 
  2. ^ Drake, Miriam A. (2003). Encyclopedia of Library and Information Science. Dekker Encyclopedias Series. 3. CRC Press. ISBN 0-8247-2079-2. 
  3. ^ Alexander Henry Rind, Heinrich Karl Brugsch Zwei bilingue Papyri, Leipzig 1865
  4. ^ "The Rediscovery of the Hittites" (dalam bahasa Inggris). Universiteit van Würzburg. 
  5. ^ Mazzoni, Stefania (October 2008). "Karatepe-Aslantaş: Azatiwataya. Die Bildwerke". American Journal of Archaeology. 112 (4). doi:10.3764/ajaonline1124.Mazzonialt=Dapat diakses gratis. 
  6. ^ [1] W. King and R. C. Thompson, The sculptures and inscription of Darius the Great on the Rock of Behistûn in Persia: a new collation of the Persian, Susian and Babylonian texts, Longmans, 1907
  7. ^ George G. Cameron, The Old Persian Text of the Bisitun Inscription, Journal of Cuneiform Studies, vol. 5, no. 2, pp. 47–54, 1951
  8. ^ George G. Cameron, The Elamite Version of the Bisitun Inscriptions, Journal of Cuneiform Studies, vol. 14, no. 2, pp. 59–68, 1960
  9. ^ W. C. Benedict and Elizabeth von Voigtlander, Darius' Bisitun Inscription, Babylonian Version, Lines 1–29, Journal of Cuneiform Studies, vol. 10, no. 1, pp. 1–10, 1956

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Gordon, Cyrus H. “Phoenician Inscriptions from Karatepe.” The Jewish Quarterly Review, vol. 39, no. 1, 1948, pp. 41–50. JSTOR, www.jstor.org/stable/1453086
  • Barnett, R. D., et al. “A Phœnician Inscription from Eastern Cilicia.” Iraq, vol. 10, no. 1, 1948, pp. 56–71. JSTOR, www.jstor.org/stable/4241675
  • O'Callaghan, Roger T. “The Great Phoenician Portal Inscription from Karatepe.” Orientalia, vol. 18, no. 2, 1949, pp. 173–205. JSTOR, www.jstor.org/stable/43072624
  • Hawkins, John David & Halet Çambel (1999). Corpus of Hieroglyphic Luwian Inscriptions: Karatepe-Aslantaş : the inscriptions. Walter de Gruyter. hlm. 122. ISBN 978-311-014-8701. 
  • Çambel, Halet & Asli Özyar (2003). Karatepe-Aslantaş: Azatiwataya. Die Bildwerke. Mainz: Verlag Philipp von Zabern. hlm. 164. ISBN 3-8053-3085-5. 
  • Adkins, Lesley, Empires of the Plain: Henry Rawlinson and the Lost Languages of Babylon, St. Martin's Press, New York, 2003.
  • Cameron, George G. "Darius Carved History on Ageless Rock". National Geographic Magazine. Vol. XCVIII, Num. 6, December 1950. (pp. 825–844)
  • Rubio, Gonzalo. "Writing in another tongue: Alloglottography in the Ancient Near East". In Margins of Writing, Origins of Cultures (ed. Seth Sanders. 2nd printing with postscripts and corrections. Oriental Institute Seminars, 2. Chicago: University of Chicago Press, 2007), pp. 33–70."Oriental Institute | Oriental Institute Seminars (OIS)". Oi.uchicago.edu. 2009-06-18. Diakses tanggal 2010-04-23. 
  • Louis H. Gray, Notes on the Old Persian Inscriptions of Behistun, Journal of the American Oriental Society, vol. 23, pp. 56–64, 1902
  • A. T. Olmstead, Darius and His Behistun Inscription, The American Journal of Semitic Languages and Literatures, vol. 55, no. 4, pp. 392–416, 1938
  • [2] Saber Amiri Parian, A New Edition of the Elamite Version of the Behistun Inscription (I), Cuneiform Digital Library Bulletin 2017:003