Pohon Pengantin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pohon pengantin.

Pohon pengantin adalah pohon tunggal di tengah pematang sawah yang berada di Jalan Siranda Raya Desa Bancaan, Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Pohon tersebut menjadi populer di Kota Salatiga karena sering dikunjungi oleh para muda-mudi dan pecinta fotografi untuk berfoto, bahkan juga calon pengantin yang melakukan sesi foto pra nikah. Setidaknya hingga tahun 2020, kondisi pohon tersebut masih cukup baik.

Lokasi[sunting | sunting sumber]

Pohon pengantin berada di Jalan Siranda Raya Desa Bancaan, Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Pohon tersebut berada di dekat SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga.[1] Akses menuju lokasi pohon ini cukup mudah karena sudah terdeteksi di aplikasi Google Maps serta dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Rata-rata mereka yang datang ingin berfoto dengan latar suasana senja dan area persawahan hijau. Menurut penuturan warga setempat, ada pula calon pengantin yang melangsungkan sesi foto pra nikah di tempat itu.[2]

Kondisi[sunting | sunting sumber]

Warga setempat tidak ada yang dapat memastikan awal tumbuhnya pohon ini. Puryanti, salah satu warga Desa Pulutan, menjelaskan bahwa dahulu ada dua pohon di tempat itu, tetapi salah satunya ditebang sejak lama. Pohon tersebut tumbuh dengan batang yang meliuk-liuk seperti bonsai serta seolah-olah membentuk tempat duduk alami.[3] Dilihat dari jenisnya, pohon itu termasuk keluarga beringin. Bentuknya memang seperti bonsai, tetapi ukurannya jauh lebih besar.[1][4] Meskipun bernama pohon pengantin, alih-alih berupa sepasang pohon yang saling berdampingan layaknya pengantin, pohon ini tumbuh sendiri di tengah pematang sawah dan jauh dari pohon-pohon lainnya.[2][5]

Mitos[sunting | sunting sumber]

Selain menjadi salah satu tempat untuk berfoto, ada pula mitos yang menyertai pohon ini. Menurut penuturan warga setempat, pohon itu merupakan salah satu simbol cinta.[3] Konon, jika seseorang berkunjung bersama pasangannya ke pohon tersebut, hubungannya akan menjadi langgeng.[4][5] Namun, ada juga yang mengatakan bahwa salah satu alasan pohon ini disebut dengan pohon pengantin karena terletak di pematang sawah dan sering dijadikan tempat foto pra nikah.[1]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Iswi, Derry (4 Juli 2017). "Ada Sebuah Pohon yang Unik di Salatiga Namanya Adalah Pohon Pengantin". Indonesia Keren. Diakses tanggal 19 April 2020. 
  2. ^ a b Traveling Yuk (28 Februari 2016). "Kisah Pohon Pengantin di Salatiga yang Tumbuh Sebatang Kara". Traveling Yuk. Diakses tanggal 8 Maret 2020. 
  3. ^ a b Tribun Travel (10 Maret 2019). "Empat Destinasi Instagramable di Salatiga-Ambarawa, Ada Benteng Pendem Hingga Pohon Pengantin". Tribun Video. Diakses tanggal 8 Maret 2020. 
  4. ^ a b Riyani, Utami Evi (23 Agustus 2017). "Berburu Foto Mitos Pohon Pengantin Salatiga, Spot Indah Para Juru Kamera". Okezone. Diakses tanggal 8 Maret 2020. 
  5. ^ a b Prayitno, Gigih (28 Februari 2019). "Pohon Pengantin, Pohon Cantik yang Menjadi Simbol Cinta Abadi di Salatiga, Jawa Tengah". Tribun Travel. Diakses tanggal 8 Maret 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]