Perjanjian Locarno

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kiri ke kanan: Gustav Stresemann, Austen Chamberlain, dan Aristide Briand dalam perundingan perjanjian Locarno

Perjanjian Locarno adalah rangkaian tujuh perjanjian yang dirundingkan disepakati di Locarno, Swiss, tanggal 5–16 Oktober 1925 dan ditandatangani di London tanggal 1 Desember. Dalam perjanjian ini, negara-negara Sekutu Eropa Barat pada Perang Dunia I dan negara-negara baru di Eropa Tengah dan Timur berusaha menyelesaikan sengketa wilayah pascaperang dan membina kembali hubungan dengan Jerman (saat itu bernama Republik Weimar). Ratifikasi perjanjian Locarno dilakukan di Jenewa tanggal 14 September 1926 dan berlaku pada hari itu juga. Rangkaian perjanjian ini juga disertakan dalam Rangkaian Perjanjian Liga Bangsa-Bangsa pada hari yang sama.[1]

Locarno membagi perbatasan Eropa menjadi dua bagian: bagian barat yang dijamin oleh perjanjian Locarno, dan perbatasan timur Jerman dengan Polandia yang masih bisa direvisi lagi; sehingga klaim Jerman atas Kota Bebas Danzig yang dihuni penduduk Jerman dan wilayah Polandia yang dihuni berbagai etnis disetujui oleh LBB, termasuk Koridor Polandia dan Silesia Hulu.[2][3][4][5][6]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ League of Nations Treaty Series, vol. 54, pp. 290–301.
  2. ^ Gustav Stresemann during the Locarno negotiations. Locarno Treaties. Chronology. See: Google Books preview of The Weimar Republic By Eberhard Kolb: "By the Locarno treaty Germany...reserved her claim for a revision of the eastern frontier" (page 64). Routledge, 2005. ISBN 0-415-34442-5.
  3. ^ Stephen A. Schuker, "The End of Versailles". Page 38–49. In Gordon Martel, The origins of the Second World War reconsidered by Routledge, 1999. Google Books preview: "Stresemann sought to recover Danzig, the Polish Corridor, and Upper Silesia" (page 48), "the treaties were meant to open the way for territorial revision" (page 49). ISBN 0-415-16324-2.
  4. ^ "For me, Locarno means opening the possibility of taking back from Poland of German provinces in the east" Gustav Stresemann
  5. ^ Henryk Samsonowicz, Historia Polski, Tom 2, page 45 "Chciano rzucić Polskę na kolana, wymusić na niej ustępstwa terytorialne." Wydawnictwo Naukowe PWN 2007
  6. ^ Wojna celna (The custom's war with Poland), PWN Biznes (Polandia)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Cohrs, Patrick O. "The First 'Real' Peace Settlements after the First World War: Britain, the United States and the Accords of London and Locarno, 1923-1925," Contemporary European History, (Feb 2003) 12#1 pp 1–31
  • Johnson, Gaynor. Locarno Revisited: European Diplomacy 1920-1929 (2004) excerpt and text search
  • Magee, Frank. "Limited Liability"? Britain and the Treaty of Locarno," Twentieth Century British History, (Jan 1995) 6#1 pp 1-22
  • Schuker, Stephen. "The End of Versailles" pages 38–56 from The Origins of the Second World War Reconsidered A.J.P. Taylor And The Historians edited by Gordon Martel, Routledge: London, United Kingdom, 1999, ISBN 0-415-16325-0
  • Wright, Jonathan. "Locarno: a democratic peace?" Review of International Studies, (April 2010) 36#2 pp 391–411

Pranala luar[sunting | sunting sumber]