Perangkat analog

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Hard drive yang menyimpan informasi berbentuk biner dan dianggap sebagai bentuk fisik media digital.

Perangkat analog merupakan kombinasi dari mesin analog dan media analog yang dapat bersama-sama mengukur, merekam, mereproduksi, atau menyiarkan informasi berkelanjutan, misalnya, nilai transparansi, tegangan, resistensi, rotasi, atau tekanan yang hampir tak terbatas. Secara teori, informasi kontinu (juga sinyal analog) memiliki jumlah tak terbatas dari nilai yang mungkin dengan satu-satunya batasan pada resolusi yang menjadi ketepatan perangkat analog.

Media Analog adalah media yang serupa tapi tidak sama dalam berbagai teknologi awal yang menyerupai bentuk asli. Media ini memerlukan banyak inovasi teknologi sehingga mendapatkan hasil akhir yang bermanfaat. Perspektif masyarakat terhadap analog umumnya adalah terjadinya interaksi sosial, relasi sosial, jaringan sosial dan juga struktur secara hirearki adanya keberpihakan.

Dalam kehidupan sehari-hari media analog sering dijumpai dimana-mana seperti komunikasi tatap muka, koran, majalah, brosur dan lainnya. Beberapa contoh lain dari media yang bekerja dengan prinsip analog antara lain adalah transistor, tabung Transistor, Tabung TV, IC-IC TTL, IC Catu daya. Digital: IC logika, microcontroller, FPGA. Rangkaian analog adalah kebutuhan dasar yang tak tergantikan di banyak sistem yang kompleks dan menuntut kinerja yang tinggi. Lihatlah beberapa aplikasi dimana analog begitu sulit atau bahkan mustahil untuk digantikan. Pemrosesan Sinyal dari Alam secara alamiah, sinyal yang dihasilkan alam itu adalah berbentuk analog. misalnya sinyal suara dari mikrofon, seismograph dan sebagainya, walaupun kemudian bisa diproses dalam domain digital didalamnya banyak perangkat yang mempunyai bagian ADC dan DAC.

Antarmuka digital dan analog[sunting | sunting sumber]

Pembuatan ADC dan DAC dengan presisi dan kecepatan tinggi dengan penggunaan daya rendah itu sangat sulit, karena memerlukan orang-orang analog. Komunikasi Digital digunakan untuk mengirim sinyal melalui kabel yang panjang dan biasanya diubah terlebih dulu menjadi sinyal analog dengan memerlukan perancangan ADC dan DAC. Disk Drive Electronics Data storage diubah menjadi binari (Digital) dibaca oleh “magnetic head” untuk menjadi Analog disini sinyal perlu di “amplified, filtered, and digitized” sang penerima nirkabel.Sinyal yang diambil atau diterima oleh antena penerima RF adalah ANALOG. Penerima optis mengirim data dengan kecepatan tinggi melalui jalur fiber optic yang panjang, kemudian data diubah menjadi bentuk cahaya. ANALOG perlu perancangan dengan beberapa rangkaian kecepatan tinggi dengan menggunakan pita lebar (broad band) yang dibuat dalam sistem analog. (saat ini kecepatan receiver 10-40Gb/s), Sensor kamera Video dengan menggunakan citra/image diubah menjadi arus mengunakan larik fotodioda pada sistem ultrasonik. Kemudian menggunakan sensor akustik untuk menghasilkan tegangan yang proporsional dengan amplitudo accelerometer. Beberapa hal lain misalnya mengaktifkan kantong udara ketika terjadi insiden, maka perubahan kecepatan diukur untuk menciptakan akselerasi.

Meskipun sebenarnya memori dan mikroprosesor analog adalah sistem digital berkecepatan tinggi, tetapi pengoperasiannya mirip analog dan dilihat sebagai sinyal analog. Pada praktiknya sistem analog lebih sulit dari pada sistem digital. Digital hanya mempertimbangkan kecepatan (speed), power dissipation, gain, precission, supply voltage dan sebagainya. Analog lebih sensitif terhadap derau, crosstalk dan interferensi (kecepatan & presisi). Perangkat analog jarang yang bisa diotomatisasi dalam perancangan seperti perangkat digital yang bisa di-"layout" dan diproses secara otomatis. Permodelan dan simulasi untuk analog memerlukan pengalaman karena banyak efek dan perilaku yang “aneh”.

Media digital[sunting | sunting sumber]

Teknologi sekarang banyak digunakan dan dirancang untuk memproduksi produk digital, karena itu sangat sulit jikalau memproduksi teknologi analog. Dalam konteks komputer (mesin komputer) maka analog dan digital pada praktiknya seperti komputer analog. Digunakan untuk data yang sifatnya kontinyu dan bukan data yang berbentuk angka, tetapi dalam bentuk fisik, seperti misalnya arus listrik, temperatur, kecepatan, tekanan, dan lain-lain. Komputer digital juga digunakan untuk data berbentuk angka dengan memilki keunggulan dalam huruf sehingga dapat memproses data lebih tepat dibandingkan dengan komputer analog. Selain itu, Komputer digital mampu menyimpan data selama proses masih dibutuhkan dan dapat melakukan operasi logika Data yang telah dimasukkan, serta bisa dikoreksi atau dihapus.