Perang Kreta (1645–1669)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Perang Kreta
(Perang Utsmaniyah-Venesia Kelima)
Bagian dari Peperangan Utsmaniyah-Venesia
Venetiancrete.jpg
Peta Kreta
Tanggal1645–1669
LokasiDalmatia, Kreta dan Laut Aegea
Hasil Kemenangan Utsmaniyah
Perubahan
wilayah
Kreta ditaklukkan oleh Kesultanan Utsmaniyah
Pihak terlibat
 Republik Venesia
Bendera Ordo Militer Berdaulat Malta Ksatria Malta
 Negara Gereja
 Prancis
Maniot
 Kesultanan Utsmaniyah
Negara-negara Barbaria
Tokoh dan pemimpin
Bendera Republik Venesia Andrea Corner
Bendera Negara Gereja Niccolò Ludovisi
Bendera Republik Venesia Tommaso Morosini 
Bendera Republik Venesia Giovanni Battista Grimani
Bendera Republik Venesia Giacomo da Riva
Bendera Republik Venesia Alvise Mocenigo
Bendera Republik Venesia Leonardo Foscolo
Bendera Republik Venesia Lorenzo Marcello 
Bendera Republik Venesia Lazzaro Mocenigo 
Bendera Republik Venesia Francesco Morosini
Bendera Kerajaan Prancis Almerigo d'Este
Bendera Kerajaan Prancis François, Adipati Beaufort 
Bendera Kesultanan Utsmaniyah Silahdar Yusuf Pasha
Bendera Kesultanan Utsmaniyah Koca Musa Pasha 
Bendera Kesultanan Utsmaniyah Gazi Deli Hüseyin Pasha
Bendera Kesultanan Utsmaniyah Voinok Ahmed Pasha
Bendera Kesultanan Utsmaniyah Kara Murad Pasha
Bendera Kesultanan Utsmaniyah Köprülü Mehmed Pasha
Bendera Kesultanan Utsmaniyah Köprülüzade Fazıl Ahmed Pasha

Perang Kreta (bahasa Yunani: Κρητικός Πόλεμος, bahasa Turki: Girit'in Fethi) atau Perang Candia (bahasa Italia: Guerra di Candia, bahasa Serbo-Kroasia: Kandijski rat), juga disebut Perang Utsmaniyah-Venesia Kelima, adalah sebuah konflik yang berlangsung antara Republik Venesia dan sekutu-sekutunya (terutama Ksatria Malta, Negara Gereja dan Prancis) melawan Kesultanan Utsmaniyah dan negara-negara Barbaria. Perang ini berlangsung dari tahun 1645 hingga 1669. Sebagian besar pertempuran berlangsung di pulau Kreta yang merupakan wilayah seberang laut Venesia, tetapi pertempuran juga meletus di sekitar Laut Aegea dan Dalmatia.

Walaupun sebagian besar pulau Krete telah ditaklukkan oleh Utsmaniyah pada tahun-tahun pertama perang, benteng Candia (kini Heraklion) yang juga berfungsi sebagai ibu kota Kreta berhasil bertahan. Pengepungan Candia (yang dijuluki "saingan Troya" oleh Lord Byron)[1] memaksa kedua belah pihak untuk memusatkan perhatian mereka kepada persediaan pasukan-pasukan mereka di pulau Kreta. Venesia berharap bahwa mereka dapat memperoleh kemenangan dari pasukan Utsmaniyah yang lebih besar dengan menutup akses persediaan dan bala bantuan. Maka dari itu, perang ini berubah menjadi perang laut. Venesia dibantu oleh negara-negara Eropa Barat lainnya yang didesak oleh Paus. Dengan jiwa perang salib yang bangkit kembali, negara-negara ini mengirim pasukan, kapal dan persediaan "untuk mempertahankan Kekristenan". Selama berlangsungnya perang ini, angkatan laut Venesia dapat mengungguli angkatan laut musuh dan memenangkan sebagian besar pertempuran laut, tetapi upaya untuk memblokade Selat Dardanella kurang berhasil, dan Venesia tidak memiliki cukup kapal untuk memutus akses persediaan dan bala bantuan Utsmaniyah ke Kreta. Utsmaniyah sendiri disulitkan oleh kekacauan di dalam negeri dan pengalihan pasukan mereka ke Transilvania dan wilayah perbatasan dengan Monarki Habsburg di utara.

Konflik berkepanjangan ini menguras ekonomi Venesia yang bergantung pada perdagangan dengan Utsmaniyah. Pada tahun 1660-an, walaupun terus menerima bantuan dari negara-negara Kristen lainnya, Venesia mulai merasa dilelahkan oleh perang. Di sisi lain, Utsmaniyah mampu mempertahankan pasukannya di Kreta dan memperkuatnya kembali di bawah kepemimpinan keluarga Köprülü yang cakap. Mereka melancarkan ekspedisi besar terakhir pada tahun 1666 di bawah pengawasan langsung Wazir Agung. Ekspedisi ini memulai tahap terakhir Pengepungan Candia yang berdarah dan berlangsung selama lebih dari dua tahun. Akhirnya, Benteng Candia memutuskan untuk menyerah, sehingga mengakhiri kekuasaan Venesia di pulau Kreta. Dalam perjanjian perdamaian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, Venesia tetap mengendalikan beberapa pulau benteng kecil yang terisolasi di lepas pantai Kreta, dan memperoleh beberapa wilayah di Dalmatia. Venesia ingin membalas kekalahan ini, sehingga 15 tahun kemudian Perang Morea yang dimenangkan oleh Venesia meletus. Namun, pulau Kreta tetap lepas dari kendali Serenissima. Pulau ini dikendalikan oleh Utsmaniyah hingga tahun 1897, ketika Kreta menjadi negara otonom. Kreta kemudian disatukan dengan Yunani pada tahun 1913.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Bostan, İdris (2009). "Navy". Dalam Ágoston, Gábor; Masters, Bruce. Encyclopedia of the Ottoman Empire. New York: Facts On File, Inc. hlm. 425–429. ISBN 0-8160-6259-5. 
  • Cooper, J. P. (1979), The New Cambridge Modern History, Volume IV: The Decline of Spain and the Thirty Years War, 1609–48/59, CUP Archive, ISBN 978-0-521-29713-4 
  • Detorakis, Theocharis E. (1986), Ιστορία της Κρήτης (dalam bahasa Greek), Athens, OCLC 17550333 
  • Duffy, Christopher (1979), Siege Warfare, Routledge, ISBN 978-0-7100-8871-0 
  • Faroqhi, Suraiya (2006), The Ottoman Empire and the World Around It, I.B. Tauris, ISBN 978-1-84511-122-9 
  • Finkel, Caroline (2006), Osman's Dream: The Story of the Ottoman Empire 1300–1923, London: John Murray, ISBN 978-0-7195-6112-2 
  • Finlay, George (1856), The History of Greece under Othoman and Venetian Domination, London: William Blackwood and Sons 
  • Fleet, Kate; Faroqhi, Suraiya; Kasaba, Reşat (2006), The Cambridge history of Turkey: the later Ottoman Empire, 1603-1839, Cambridge University Press, ISBN 978-0-521-62095-6 
  • Greene, Molly (2000), A Shared World: Christians and Muslims in the Early Modern Mediterranean, Princeton University Press, ISBN 978-0-691-00898-1 
  • Holt, P. M.; Lambton, Ann K. S.; Lewis, Bernard (1978), The Central Islamic Lands from Pre-Islamic Times to the First World War, Cambridge University Press, ISBN 978-0-521-29135-4 
  • Lane, Frederic Chapin (1973), Venice, a Maritime Republic, JHU Press, ISBN 978-0-8018-1460-0 
  • Miller, William, Essays on the Latin Orient, Cambridge University Press Archive 
  • Murphey, Rhoads; Black, Jeremy (1999), Ottoman warfare, 1500–1700, Routledge, ISBN 978-1-85728-389-1 
  • Nicolle, David (1989), The Venetian Empire, 1200–1670, Osprey Publishing, ISBN 978-0-85045-899-2 
  • Parry, Vernon J.; Cook, M. A. (1976), A History of the Ottoman Empire to 1730: Chapters from the Cambridge History of Islam and the New Cambridge Modern History, CUP Archive, ISBN 978-0-521-09991-2 
  • Setton, Kenneth Meyer (1991). Venice, Austria, and the Turks in the Seventeenth Century. Philadelphia: The American Philosophical Society. ISBN 0-87169-192-2. 
  • Shaw, Stanford Jay; Shaw, Ezel Kural (1976), History of the Ottoman Empire and Modern Turkey: Empire of the Gazis - The Rise and Decline of the Ottoman Empire, 1280–1808, Cambridge University Press, ISBN 978-0-521-29163-7 
  • Turnbull, Stephen (2003), The Ottoman Empire 1326–1699, Routledge, ISBN 978-0-415-96913-0 
  • Tzompanaki, Chrysoula (2008). Ο Κρητικός Πόλεμος 1645–1669: Η Μεγάλη Πολιορκία και η Εποποιϊα του Χάνδακα (dalam bahasa Greek). Heraklion. ISBN 978-960-92052-4-5. 
  • Vakalopoulos, Apostolos E. (1968). Ιστορία του νέου ελληνισμού, Τόμος Γ′: Τουρκοκρατία 1453–1669 (dalam bahasa Greek). Thessaloniki: Emm. Sfakianakis & Sons. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Media terkait Cretan War di Wikimedia Commons