Lompat ke isi

Penguin jambul-tegak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Penguin jambul-tegak
Eudyptes sclateri Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Genting
IUCN22697789 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
SuperkerajaanHolozoa
KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoSphenisciformes
FamiliSpheniscidae
GenusEudyptes
SpesiesEudyptes sclateri Suntingan nilai di Wikidata
Buller, 1888
Tata nama
Dinamakan berdasarkanPhilip Sclater Suntingan nilai di Wikidata
Distribusi

Peta sebaran spesies
EndemikSelandia Baru Suntingan nilai di Wikidata

Penguin jambul-tegak (Eudyptes sclateri) (bahasa Maori: Tawaki nana hī)[1] adalah sebuah spesies penguin yang endemik dari Selandia Baru[2] dan hanya kawin di Kepulauan Antipodes dan Kepulauan Bounty.[3] Bagian atas tubuhnya berwarna hitam, sementara bagian bawahnya putih, dengan jambul dan garis mata yang berwarna kuning. Mereka menghabiskan musim dinginnya di laut dan sedikit yang diketahui mengenai biologi dan kebiasaan kawin mereka. Populasi mereka diyakini telah berkurang selaman dekade-dekade belakangan pada abad ke-20,[4] dan IUCN telah menggolongkannya sebagai spesies terancam.[5]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ "Erect-crested penguin | Tawaki nana hī | New Zealand Birds Online". www.nzbirdsonline.org.nz (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-11-26.
  2. ↑ "Erect-crested penguin | New Zealand Birds Online". nzbirdsonline.org.nz. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-21. Diakses tanggal 2019-02-12.
  3. ↑ Wilson, Kerry-Jayne; Mattern, Thomas (April 2019). State of Penguins. Dunedin, New Zealand: New Zealand Penguin Initiative. doi:10.36617/sop.erect.2019-04. S2CID 210312214. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-31. Diakses tanggal 2019-11-18.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Taylor, Graeme (2000). Action Plan for Seabird Conservation in New Zealand. Part A: Threatened Seabirds (PDF). Wellington, New Zealand: Department of Conservation. hlm. 65–68.
  5. ↑ "The IUCN Red List of Threatened Species". IUCN Red List of Threatened Species. Diakses tanggal 2019-02-12.