Penawaran Yudas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Yudas membuat tawaran dengan para imam, digambar oleh Duccio, awal abad ke-14.
Penawaran Yudas, fresko karya Lippo Memmi, abad ke-14.

Penawaran Yudas adalah sebuah peristiwa dalam Alkitab yang dikaitkan dengan kehidupan Yesus yang muncul dalam tiga Injil Sinoptik, Matius 26:14–16, Markus 14:10–11 dan Lukas 22:1–6. Peristiwa ini dikaitkan dengan bagaimana Yudas Iskariot membuat sebuah tawaran dengan ketua para imam Yahudi untuk menawari Yesus.[1]

Catatan Alkitab[sunting | sunting sumber]

Injil Matius[sunting | sunting sumber]

Matius 26:14-16

26:14 Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. 26:15 Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. 26:16 Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.[2]

Injil Markus[sunting | sunting sumber]

Markus 14:10–11

14:10 Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka. 14:11 Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.[3]

Injil Lukas[sunting | sunting sumber]

Lukas 22:3–6

22:3 Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu. 22:4 Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka. 22:5 Mereka sangat gembira dan bermupakat untuk memberikan sejumlah uang kepadanya. 22:6 Ia menyetujuinya, dan mulai dari waktu itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus kepada mereka tanpa setahu orang banyak.[4]

Komentari[sunting | sunting sumber]

Injil Matius menyatakan secara spesifik bahwa Yudas dibayar tiga puluh koin perak, sedangkan Injil Markus dan Injil Lukas tidak menyatakan berapa bayarannya.

Kata "membayar" pada Injil Matius diterjemahkan dari bahasa Yunani: εστησαν, estēsan (bahasa Inggris: counted out dalam terjemahan modern; they appointed unto him dalam Alkitab Jenewa; they covenanted with him dalam Versi Raja James; "they settled with him" dalam terjemahan J. B. Phillips tahun 1960).[5] Teks nubuat pada Zakharia 11:12 juga menggunakan kata "membayar" (upah) yang dihubungkan dengan "menimbang" (uang perak):

Lalu aku berkata kepada mereka: "Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!" Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak.[6]

Dalam Perjanjian Lama versi bahasa Yunani kuno Septuaginta, untuk ayat dalam Kitab Zakharia ini, bagi kata "membayar" ataupun "menimbang" dipakai kata εστησαν, estēsan.

Injil Lukas menyatakan bahwa Iblis masuk ke dalam diri Yudas yang menyebabkannya mengajukan penawaran.

Pengkhianatan itu akhirnya terwujud dengan insiden Ciuman Yudas pada saat penangkapan Yesus di taman Getsemani. Penawaran Yudas dianggap sebagai salah satu dari tujuh episode kunci dalam Minggu Sengsara yang menuju kepada Penyaliban Yesus.[7]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Penawaran Yudas
Didahului oleh:
Yesus diurapi
Peristiwa dalam
Perjanjian Baru
Diteruskan oleh:
Perjamuan Malam Terakhir
Ciuman Yudas

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ All the Apostles of the Bible by Herbert Lockyer 1988 ISBN 0-310-28011-7 pages 106–111
  2. ^ Matius 26:14-16
  3. ^ Markus 14:10–11
  4. ^ Lukas 22:3–6
  5. ^ Phillips J. B., The New Testament in Modern English copyright © 1960, 1972 J. B. Phillips, administered by The Archbishops’ Council of the Church of England
  6. ^ Zakharia 11:12
  7. ^ The Synoptic Gospels and the Book of Acts by Doremus Almy Hayes 2009 ISBN 1-115-87731-3 page 88