Pemilihan umum Denmark 2019

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pemilihan umum Denmark 2019
Bendera Denmark
← 20155 Juni 2019Berikutnya →
Tingkat partisipasi pemilih84.1%
Partai Pemimpin % Kursi ±
Demokrat Sosial (Denmark) Mette Frederiksen 25.9% 48 +1
Venstre (Denmark) Lars Løkke Rasmussen 23.4% 43 +9
Partai Rakyat Denmark Kristian Thulesen Dahl 8.7% 16 -21
Partai Liberal Sosial Denmark Morten Østergaard 8.6% 16 +8
Partai Rakyat Sosialis (Denmark) Pia Olsen Dyhr 7.7% 14 +7
Aliansi Merah-Hijau (Denmark) Pernille Skipper 6.9% 13 -1
Partai Rakyat Konservatif (Denmark) Søren Pape Poulsen 6.6% 12 +6
Alternatif (Denmark) Uffe Elbæk 3.0% 5 -4
Kanan Baru (Denmark) Pernille Vermund 2.4% 4
Aliansi Liberal (Denmark) Anders Samuelsen 2.3% 4
Partai Persatuan (Kepulauan Faroe) Bárður á Steig Nielsen 28.8% 1 +1
Partai Demokrat Sosial (Kepulauan Faroe) Aksel V. Johannesen 25.5% 1 0
Inuit Ataqatigiit Múte Bourup Egede 33.4% 1 0
Siumut Kim Kielsen 29.4% 1 0
Daftar partai yang memenangkan kursi. Lihat hasil lengkapnya di bawah.
Danish Parliament 2019.svg
Perdana Menteri sebelumnya Perdana Menteri-dituju
Lars Løkke Rasmussen - 2018 (MUS6631) (cropped).jpg Lars Løkke Rasmussen
Venstre
Mette Frederiksen
Demokrat Sosial
Mette Frederiksen - 2010.jpg

Pemilihan umum Denmark 2019 diselenggarakan pada 5 Juni 2019 untuk memilih seluruh anggota Folketing (parlemen Denmark) yang berjumlah 179 orang: [1] 175 dari Denmark daratan, 2 dari Kepulauan Faroe, dan 2 dari Greenland. Pemilihan umum (pemilu) untuk Folketing ini dilangsungkan sepuluh hari setelah Denmark menyelenggarakan pemilu untuk pemilihan wakil mereka di Parlemen Eropa. [2]

Pemilu dimenangi oleh "koalisi merah", yang terdiri atas partai-partai yang mendukung pemimpin partai Demokrat Sosial, Mette Frederiksen, sebagai kandidat Perdana Menteri Denmark. Koalisi politik ini memenangi 93 dari 179 kursi dan berhasil menjadi mayoritas dalam parlemen. Sementara itu, kursi koalisi pemerintah petahana berkurang menjadi 76.

Pada 6 Juni 2019, perdana menteri petahana, Lars Løkke Rasmussen, dari partai Venstre, yang beraliran liberal kanan tengah, mengajukan pengunduran dirinya kepada Ratu Margrethe II agar Ratu dapat menunjuk Frederiksen untuk membentuk pemerintah baru. [3]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]