Pasutan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Tuanku Panglima Pasutan (1728-1761),[1] bergelar Kejuruan Padang,[2] adalah penguasa keempat Kesultanan Deli.[3][4] Ia menggantikan ayahnya Tuanku Panglima Paderap, namun terjadi perpecahan dalam keluarga sehingga sebagian wilayah Deli berpisah, yang kemudian menjadi Kesultanan Serdang.[3][4]

Perpecahan Deli dan Serdang[sunting | sunting sumber]

Ketika Tuanku Paderap meninggal dunia pada tahun 1728,[5] selama beberapa tahun sempat terjadi perebutan kekuasaan di Deli.[3][6] Hal ini karena Tuanku Jalaluddin anak pertama Tuanku Paderap tidak bisa menggantikan kedudukan ayahnya, sebab memiliki kecacatan jasmani.[3] Akhirnya, Tuanku Pasutan menjadi penguasa Deli yang keempat, sementara adiknya Tuanku Umar menjadi memisahkan diri dan menjadi penguasa Serdang yang pertama.[3][4][6]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Di masa pemerintahannya, Tuanku Pasutan memindahkan ibu kota pemerintahan dari Padang Datar ke Labuhan Deli.[1][7] Ia mendirikan istana baru dan masjid raya di sana.[7] Ia juga memberikan gelar Datuk bagi para kepala suku (sebiyak-biyak) penduduk asli Deli yang mendukungnya.[1]

Wafat[sunting | sunting sumber]

Tuanku Pasutan wafat tahun 1761, dan dimakamkan di pemakaman para sultan Deli di Masjid Raya Al-Osmani.[7]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Peran kraton, puri, dan kesultanan Nusantara dalam pelestarian lingkungan hidup. Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Republik Indonesia. 2009. hlm. 14. 
  2. ^ (Tengku.), M. Lah Husny; Daerah, Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan (1978). Lintasan sejarah peradaban dan budaya penduduk Melayu-Pesisir Deli, Sumatra Timur, 1612-1950. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah. 
  3. ^ a b c d e Ikhsan, Edy (2015). Konflik Tanah Ulayat dan Pluralisme Hukum: Hilangnya Ruang Hidup Orang Melayu Deli. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm. 22–23. ISBN 9789794619377. 
  4. ^ a b c Perret, Daniel (2010). Kolonialisme dan Etnisitas Batak dan Melayu di Sumatra Timur Laut. Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 395. ISBN 9789799102386. 
  5. ^ (Tengku.), M. Lah Husny; Daerah, Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan (1978). Lintasan sejarah peradaban dan budaya penduduk Melayu-Pesisir Deli, Sumatra Timur, 1612-1950. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah. 
  6. ^ a b Meuraxa, Dada (1973). Sejarah kebudayaan suku-suku di Sumatra Utara. Penerbit Sasterawan. hlm. 99. 
  7. ^ a b c Pilliangnasi, Hiqmad Muharman (2013-06-10). Backpacking: Medan-Brastagi-Toba. Elex Media Komputindo. ISBN 9786020213231. 


Didahului oleh
Tuanku Panglima Paderap
Penguasa Deli
1728-1761
Dilanjutkan oleh
Tuanku Panglima Gandar Wahid