Pamijen, Baturraden, Banyumas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pamijen
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenBanyumas
KecamatanBaturraden
Kodepos
53151
Kode Kemendagri33.02.22.2004 Edit the value on Wikidata
Luas835625 km²
Jumlah penduduk2857 jiwa
Kepadatan0,0036 jiwa/m²

Pamijen adalah desa di kecamatan Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Letak dan luas wilayah[sunting | sunting sumber]

Secara administrasi desa Pamijen termasuk dalam wilayah kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. Dari ibu kota kecamatan Baturraden berjarak kurang lebih 2 km, yang dapat ditempuh dengan angkutan umum dalam waktu 5 menit, dari pusat Kabupaten Banyumas berjarak 5,9 km, waktu tempuh kurang lebih 13 menit. |kode pos =53151

Desa Pamijen terdiri dari 2 Dusun dan 2 RW 14 RT

  • Dusun I meliputi:
  1. RT 001 RW 001
  2. RT 002 RW 001
  3. RT 003 RW 001
  4. RT 004 RW 001
  5. RT 005 RW 001
  6. RT 006 RW 001
  • Dusun II meliputi
  1. RT 001 RW 002
  2. RT 002 RW 002
  3. RT 003 RW 002
  4. RT 004 RW 002
  5. RT 005 RW 002
  6. RT 006 RW 002
  7. RT 007 RW 002
  8. RT 008 RW 002

Luas wilayah desa Pamijen adalah 86,3006 Ha dengan batas - batas desa sebagai berikut:

Topografi dan jenis tanah[sunting | sunting sumber]

Desa Pamijen memiliki topografi miring dengan beda ketinggian 25 m dengan ketinggian tempat antara 200–260 m di atas permukaan laut, sehingga tergolong dataran rendah. Sebagian tanahnya berjenis assosiasi latosol regosol tekstur tanahnya debu dengan struktur remah dan porous/sarang.

Keadaan iklim[sunting | sunting sumber]

Desa Pamijen mempunyai suhu rata-rata harian 27 derajat Celcius, kelembaban rata-rata harian 90 % sehingga Desa Pamijen tergolong daerah sedang, sangat baik untuk pertumbuhann tanaman dan kelangusungan hidup hewan ternak. Curah hujan rata-rata pertahun adalah 3531 mm dengan penyebaran yang tidak merata sepanjang tahun.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk desa Pamijen berdasarkan data sekunder monografi desa tahun 2019 adalah berjumlah 2857 jiwa terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak 1418 jiwa dan perempuan sebanyak 1439 jiwa.

Potensi desa[sunting | sunting sumber]

  • Sektor Pertanian
  • Sektor Perikanan
  • Ikan Gurameh
  • Ikan Nila

Potensi wisata[sunting | sunting sumber]

  • Pengelolaan Air Bersih Oleh KPSPAMS Banyu Mili
  • Kampung Ternak
  • Produk UMKM

Prestasi Desa[sunting | sunting sumber]

  • Peringkat I pada pemeringkatan Red Metric ITT Telkom Purwokerto se-Kabupaten Banyumas
  • -

Kepala Desa[sunting | sunting sumber]

Sejarah para Kepala Desa

No. Nama Kepala Desa Lama memerintah Tahun Keterangan
1 Raden Kyai Haji Abdul Hamid - antara tahun 1853-1900 Pendiri Desa Pamijen
2 Mertawecana - Sebelum tahun 1900 Kepala Desa Pamijen Ke-1
3 Mertawirana 16 Tahun 1900-1916 Kepala Desa Pamijen Ke-2
4 Kartanom 12 Tahun 1916-1928 Kepala Desa Pamijen Ke-3
5 Ranadiwirya 16 Tahun 1928-1944 Kepala Desa Pamijen Ke-4
6 Kartosudarmo 3 Tahun 1944-1947 Kepala Desa Pamijen Ke-5
7 Dipadikrama 11 Tahun 1947-1958 Kepala Desa Pamijen Ke-6
8 Su'udiarjo 30 Tahun 1958-1988 Kepala Desa Pamijen Ke-7
9 Cholid 10 Tahun 1988-1998 Kepala Desa Pamijen Ke-8
10 Suharto 9 Tahun 1998-2007 Kepala Desa Pamijen Ke-9
11 Surat Mursidi 12 Tahun 2007-2019 Kepala Desa Pamijen Ke-10
12 Agus Sumarko - 2019-sekarang Kepala Desa Pamijen Ke-11

SEJARAH DESA PAMIJEN KECAMATAN BATURRADEN

Pada masa penjajahan Belanda ada pahlawan Nasional bernama Pangeran Diponegoro. Dahulu ada perang yang terkenal dengan nama perang Diponegoro. Karena dia di cari oleh orang-orang belanda,akhirnya dia memerintahkan santrinya untuk menyebar, dan salah satu santrinya bernama K.H. Abdul Hamid. Dia diperintahkan untuk mengasingkan diri ke daerah banyumas dan akhirnya dia babad alas didaerah yang sekarang di beri nama desa Pamijen. Dialah orang yang pertama tiba di desa Pamijen pada tahun 1853.

Mengapa di beri nama Pamijen ??

K.H. Abdul Hamid meninggal dunia pada tahun 1903. Dia dimakamkan di pemakaman desa pamijen (depok). Dahulu banyak orang yang berdatangan untuk berziarah (pamujan;istilah jawa berarti upacara keagamaan) ke makam dia, karena warga dahulu takut akan ziarah itu di salah gunakan untuk meminta hal sejenis pesugihan atau yang lainya,maka jika ada yang menanyakan makam dia, warga sekitar menjawab makam senjata. Karena banyaknya orang untuk melakukan ziarah (pamujan), dengan berjalanya waktu daerah ini di kenal dengan nama Pamujan atau sampai sekarang bernama Desa Pamijen.

Ada berbagai versi yang menceritakan sejarah Desa Pamijen,

salah satunya seperti cerita di atas, sumber dari orang tua dahulu,sekiranya bisa bermanfaat dan jika ada kesalahan kami mohon maaf karena sumber yang kami terima belum pasti.