OnePlus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
OnePlus Technology (Shenzhen) Co., Ltd..
Nama asli
一加科技
Anak perusahaan
IndustriElektronik konsumen
Didirikan16 Desember 2013; 6 tahun lalu (2013-12-16)
PendiriPete Lau
Carl Pei
Kantor
pusat
Tairan Building, ,
Wilayah operasi
Seluruh dunia
Tokoh
kunci
ProdukPonsel cerdas
Earphones
Powerbank
OxygenOS
HydrogenOS
Selubung ponsel
Kaos
Tas
Televisi
Pendapatan US$1,4 milyar (2019)
Karyawan
2700+ (2019)
IndukOppo[1][2][3]
OnePlus
Hanzi sederhana: 深圳市万普拉斯科技有限公司
Hanzi tradisional: 深圳市萬普拉斯科技有限公司
OnePlus
Hanzi: 一加
Makna literal: OnePlus
Situs webOnePlus
Catatan kaki / referensi
[4][5][6][1][7]

OnePlus Technology (Shenzhen) Co., Ltd., atau biasa disebut OnePlus, adalah sebuah produsen ponsel cerdas yang berkantor pusat di Shenzhen, Guangdong, Tiongkok. Perusahaan ini didirikan oleh Pete Lau dan Carl Pei pada bulan Desember 2013. Perusahaan ini eksis di 34 negara dan regional di seluruh dunia per Juli 2018.[5] Perusahaan ini telah meluncurkan sejumlah ponsel dan produk-produk lainnya. Semua saham OnePlus saat ini dipegang oleh Oppo, yang merupakan anak usaha BBK Electronics bersama dengan Vivo dan Realme. Walaupun begitu, OnePlus dan Oppo tetap merupakan dua perusahaan yang independen, meskipun OnePlus mengkonfirmasi bahwa mereka menggunakan fasilitas produksi milik Oppo dan berbagi sebagian sumber daya rantai pasok dengan Oppo.[8]

Kantor pusat OnePlus berada di Tairan Building (泰然大厦) di Chegongmiao (车公庙), Distrik Futian, Shenzhen.[9]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

OnePlus didirikan pada tanggal 16 Desember 2013 oleh mantan wakil presiden Oppo, Pete Lau dan Carl Pei.[10] Berdasarkan catatan pemerintah Tiongkok, pemegang saham OnePlus hanyalah Oppo Electronics.[1] Lau menyangkal bahwa OnePlus adalah anak usaha dari Oppo dan menyatakan bahwa pemegang saham OnePlus adalah Oppo Electronics, bukan Oppo Mobile (produsen ponsel). Ia juga menyatakan bahwa OnePlus pun sedang "dalam pembicaraan dengan calon investor."[11] Tujuan utama perusahaan ini adalah untuk merancang ponsel cerdas berkualitas tinggi dengan harga yang lebih murah daripada ponsel cerdas buatan kompetitornya dengan kualitas yang sama, karena percaya bahwa pengguna "tidak akan betah" dengan ponsel berkualitas rendah yang diproduksi oleh perusahaan lain. Lau menjelaskan bahwa "kami tidak akan menjadi berbeda hanya karena ingin berbeda. Semua harus dilakukan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam penggunaan sehari-hari."[12][13] Ia juga menunjukkan keinginan untuk menjadi "Muji dari industri teknologi", dengan menekankan pada produk berkualitas tinggi yang sederhana dan ramah kepada pengguna.[12] Melanjutkan asosiasi Lau dengan platform dari Oppo N1,[13] OnePlus juga menjalin perjanjian lisensi eksklusif dengan Cyanogen Inc. untuk mendasarkan distribusi Android dari produknya pada varian ROM populer buatan CyanogenMod dan menggunakan merek dagangnya di luar Tiongkok.[14][15]

Pada tanggal 23 April 2014, perusahaan ini memperkenalkan ponsel pertamanya, OnePlus One yang ditujukan untuk berkompetisi dengan seri Google Nexus.[12] Pada bulan Desember 2014, bersama dengan peluncuran OnePlus One di India secara eksklusif melalui Amazon, OnePlus juga mengumumkan rencana untuk mengembangkan eksistensinya di India dengan membuka 25 pusat layanan.[16]

Pada bulan April 2014, OnePlus resmi memperkerjakan Han Han untuk membantu memasarkan produknya di Tiongkok.[17]

Pada tanggal 9 Maret 2014, perusahaan ini mengembangkan bisnisnya ke Uni Eropa.[18]

Pada tanggal 16 Desember 2014, Mahkamah Agung India dan Pengadilan Tinggi Delhi melarang importasi dan penjualan OnePlus One, pasca adanya tuntutan dari Micromax yang menyatakan bahwa mereka memiliki hak eksklusif untuk mendistribusikan ponsel yang dilengkapi dengan Cyanogen OS di India.[19] Pada tanggal 21 Desember 2014, pelarangan tersebut resmi dicabut. Ponsel tersebut pun tetap didistribusikan dengan dilengkapi Cyanogen OS. Namun, sebuah versi dari Android yang dirancang khusus oleh OnePlus dan diberi nama OxygenOS kemudian diluncurkan, sehingga memungkinkan produk buatan OnePlus dijual di India.[20][21]

OnePlus kemudian meluncurkan produknya di Asia Tenggara melalui kemitraan dengan Lazada Indonesia[22] pada tanggal 23 Januari 2015 dan diharapkan dapat berekspansi ke seantero Indonesia pada tahun yang sama. Pada bulan Juni 2016, OnePlus memutuskan untuk keluar dari Indonesia, karena adanya peraturan mengenai importasi ponsel cerdas 4G yang membatasi penjualan OnePlus 2.[23]

Pada saat peluncuran OnePlus 6 pada tanggal 17 Mei 2018, OnePlus mengumumkan bahwa mereka akan membuka lima gerai OnePlus Experience di India, serta 10 pusat layanan baru.[24]

Berdasarkan biro riset pasar Counterpoint Research, OnePlus memuncaki pasar ponsel cerdas premium di India pada tahun 2019 dengan menguasai 33% pangsa pasar, mengalahkan Samsung Electronics yang hanya dapat menguasai 26%. Pada survei IDC, OnePlus menempati peringkat ketiga pada pasar ponsel dengan harga lebih dari $500 di India, di bawah Apple dan Samsung Electronics. Sementara pada pasar ponsel dengan harga $300-$500, OnePlus menempati peringkat kedua di bawah Vivo.[25]

Pada tanggal 16 Oktober 2020, Carl Pei resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur OnePlus.[26][27]

Periklanan dan pemasaran[sunting | sunting sumber]

Sistem undangan[sunting | sunting sumber]

Produk ponsel OnePlus awalnya hanya tersedia melalui sebuah sistem di mana konsumen harus mendaftar terlebih dahulu untuk dapat membeli ponsel di masa yang akan datang. Sistem tersebut diklaim diperlukan oleh sebuah perusahaan baru untuk mengelola permintaan.[28] OnePlus mengakhiri sistem undangan dengan meluncurkan OnePlus 3 pada tanggal 14 Juni 2016.[29] Diumumkan melalui sebuah ajang realitas virtual interaktif, OnePlus 3 awalnya dijual melalui aplikasi realitas virtual tersebut. OnePlus menyebut ajang tersebut sebagai pengalaman belanja virtual pertama di dunia.[30] Ponsel tersebut kemudian mulai dijual sehari kemudian di Tiongkok, Amerika Utara, dan Uni Eropa melalui situs web OnePlus, dan di India melalui Amazon India.[18]

"Smash the Past"[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 23 April 2014, OnePlus memulai kampanye "Smash the Past".[31] Kampanye ini meminta sejumlah peserta terpilih untuk merekam penghancuran ponselnya, agar dapat membeli OnePlus One dengan harga $1. Karena kebingungan, sejumlah video dipublikasikan oleh pengguna yang tidak terpilih dan menghancurkan ponselnya sebelum kampanye tersebut resmi dimulai.[32][33] OnePlus kemudian merevisi peraturan kampanyenya untuk memungkinkan pengguna mendonasikan ponsel lamanya.[34] Kampanye tersebut akhirnya diikuti oleh 140.000 orang dengan 100 orang ditetapkan sebagai pemenang.[35]

Kontroversi Ladies First[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 13 Agustus 2014, OnePlus mengadakan sebuah kontes berhadiah undangan, yang pada saat itu sangat sulit untuk didapat, khusus untuk anggota forum berjenis kelamin perempuan. Pengguna diminta mengunggah sebuah foto dirinya dengan logo OnePlus, dan foto tersebut dapat ditanggapi oleh anggota forum yang lain. Kontes ini mendapat kritik keras karena dianggap merendahkan martabat perempuan, sehingga kontes ini dihentikan hanya dalam beberapa jam setelah diluncurkan.[36]

Duta merek[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Mei 2019, OnePlus resmi menjalin kesepakatan dengan aktor ‘Avengers’, Robert Downey Jr. untuk mempromosikan OnePlus 7 Pro. Sebelumnya, aktor asal India, Amitabh Bachchan lah yang digaet untuk mempromosikan OnePlus di India.[37]

Dukungan konsumen[sunting | sunting sumber]

Dukungan konsumen OnePlus dulu pernah dikritik keras. Sehingga pada tahun 2017, perusahaan ini meningkatkan jumlah staf pelayanan konsumennya dan membuka pusat layanan dan perbaikan di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat untuk meningkatkan kecepatan penanganan keluhannya.[38]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c F., Alan (26 April 2014). "Is OnePlus a wholly owned subsidiary of Oppo? Chinese document suggests that the answer is yes". Phone Arena. 
  2. ^ https://www.androidauthority.com/bbk-third-biggest-phone-manufacturer-808839/
  3. ^ "BBK Electronics: Meet the company that owns OnePlus, OPPO, Vivo, and Realme". Android Central. 13 April 2020. 
  4. ^ Xiang, Tracey (13 January 2014). "Smartphone Startup OnePlus Aims at Developed Markets". TechNode. Diakses tanggal 2 May 2014. [pranala nonaktif]
  5. ^ a b "OnePlus publishes 2017 annual report: revenues and sales on the rise". GSMArena. 30 January 2018. Diakses tanggal 16 June 2018. 
  6. ^ cheek
  7. ^ "Who is BBK, the world's second largest phone manufacturer?". Android Authority. 19 January 2020. 
  8. ^ Byford, Sam (15 June 2018). "The OnePlus 6 is more than just a rebranded Oppo". The Verge. 
  9. ^ "Privacy Policy". OnePlus. Diakses tanggal 2019-10-10. Postal address: F18, Block C, Tairan Building, Tairan 8th Road, Chegongmiao, Futian District, Shenzhen, China, Zip Code: 518040  // Address in Chinese: "快递地址:中国深圳市福田区车公庙泰然八路泰然大厦C座18楼,邮编: 518040"
  10. ^ "OnePlus: setting its sights on changing the world with affordable smartphones". The Guardian. 10 July 2015. Diakses tanggal 13 July 2015. 
  11. ^ "OnePlus Responds To OPPO Controversy". Gizchina.com. 28 April 2014. 
  12. ^ a b c "Meet the One, OnePlus' $299 Nexus killer". Engadget. Diakses tanggal 3 February 2015. 
  13. ^ a b Kastrenakes, Jacob (16 December 2013). "From Oppo to OnePlus: a new company wants to build the next great smartphone". The Verge. Diakses tanggal 14 February 2014. 
  14. ^ "OnePlus to Delhi High Court: Micromax's Cyanogen OS Is Different". NDTV Gadgets. Diakses tanggal 3 February 2015. 
  15. ^ Dent, Steve (7 January 2014). "Cyanogen will partner with OnePlus on its debut phone, the 'OnePlus One'". Engadget. Diakses tanggal 14 February 2014. 
  16. ^ "OnePlus One launched in India for $355 on Amazon". GSMArena. Diakses tanggal 3 February 2015. 
  17. ^ "Oppo unveils Chinese actress Mini Yang M as brand ambassador". GSM INSIDER. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 April 2017. Diakses tanggal 17 April 2015. 
  18. ^ a b "The OnePlus 3 is now on sale from the OnePlus website". Android Central. 14 June 2016. Diakses tanggal 20 June 2018. 
  19. ^ "Delhi HC bans import & sales of OnePlus One smartphone in India". AndroidOS.in. 
  20. ^ Vikas SN (8 May 2015). "Micromax & OnePlus resolve legal dispute; OnePlus handsets will get Cyanogen updates". Economic Times. 
  21. ^ "Cyanogen to continue support for OnePlus One in India". 
  22. ^ "OnePlus Launches in Indonesia through Exclusive Lazada Partnership - OnePlus Blog". Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 January 2015. Diakses tanggal 20 March 2015. 
  23. ^ "Chinese phone maker OnePlus quits Indonesia - Techinasia.com". www.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 29 November 2017. 
  24. ^ "OnePlus Plans to Expand Offline Stores in 10 Cities in India". NDTV Gadgets360.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 18 July 2018. 
  25. ^ "원플러스가 누구야?…프리미엄폰 시장서 돌풍 일으키며 애플·삼성 위협". 중앙일보 (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 2020-05-13. 
  26. ^ https://forums.oneplus.com/threads/thank-you.1323440/
  27. ^ https://www.theverge.com/2020/10/16/21519785/oneplus-carl-pei-departure
  28. ^ Orf, Darren. "OnePlus Is Finally Ditching Its Annoying Invite System". 
  29. ^ "OnePlus goes invite free". Wired. Diakses tanggal 25 June 2016. 
  30. ^ "Free loop VR headset". Fortune. Diakses tanggal 25 June 2016. 
  31. ^ "Phone Smash". OnePlus. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 April 2014. Diakses tanggal 27 April 2014. 
  32. ^ "OnePlus One 'Smash the Past" contest sees hopefuls smashing their phones prematurely". Diakses tanggal 27 April 2014. 
  33. ^ Smith, Chris (25 April 2014). "Warning: You really shouldn't smash your phone for a OnePlus One just yet". BGR. Diakses tanggal 9 August 2017. 
  34. ^ "OnePlus revises their 'smash' contest to allow winners to donate perfectly good phones to charity instead". Android Central. Diakses tanggal 2 May 2014. 
  35. ^ "OnePlus revises their 'smash' contest to allow winners to donate perfectly good phones to charity instead". Android Central. 
  36. ^ "OnePlus asks women to participate in degrading contest to get a smartphone". Verge. Diakses tanggal 13 August 2014. 
  37. ^ Schoon, Ben (2019-05-16). "OnePlus makes a deal with 'Avengers' Robert Downey Jr. to endorse OnePlus 7 Pro". 9to5Google (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-04-27. 
  38. ^ Savov, Vlad (6 June 2017). "OnePlus touts improvements to customer care in anticipation of OnePlus 5". The Verge (dalam bahasa English). Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 June 2017. Diakses tanggal 7 June 2017. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]