Onchocerciasis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Onchocerciasis
Onchocerca volvulus emerging from a black fly.jpg
An adult black fly with the parasite Onchocerca volvulus coming out of the insect's antenna, magnified 100x
Klasifikasi dan rujukan luar
SpesialisasiPenyakit infeksi, tropical medicine Sunting ini di Wikidata
ICD-10B73
ICD-9-CM125.3
DiseasesDB9218
eMedicinemed/1667 oph/709
MeSHD009855

Onchocerciasis, juga dikenal sebagai kebutaan sungai atau Penyakit Robles, adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing parasit Onchocerca volvulus.[1] Gejalanya antara lain gatal-gatal parah, benjolan di bawah kulit, dan kebutaan.[1] Penyakit ini adalah penyebab terbesar kedua, setelah trakoma, atas terjadinya kebutaan akibat infeksi.[2]

Penyebab dan Diagnosa[sunting | sunting sumber]

Cacing parasit disebarkan oleh gigitan lalat hitam dari jenis Simulium.[1] Biasanya infeksi muncul setelah penderita berkali-kali terkena gigitan lalat tersebut.[3] Lalat ini hidup di dekat sungai dan ini jugalah asal usul dari nama penyakit ini.[2] Setelah masuk ke dalam tubuh penderita, lalat akan menumbuhkan larva yang akhirnya berkembang hingga bisa mencapai kulit.[1] Di sini, mereka bisa menginfeksi lalat hitam selanjutnya yang menggigit orang tersebut.[1] Ada sejumlah cara untuk melakukan diagnosa, di antaranya: melakukan biopsi kulit dengan kadar garam normal lalu menunggu larva keluar, mencari larva di mata, dan mencari larva cacing dewasa pada benjolan-benjolan di bawah kulit.[4]

Pencegahan dan Perawatan[sunting | sunting sumber]

Belum ada vaksinasi untuk melawan penyakit ini.[1] Pencegahan dilakukan dengan cara mencegah gigitan lalat,[5] yang bisa dilakukan dengan menggunakan penolak serangga dan pakaian yang memadai.[5] Upaya lainnya antara lain berusaha menekan populasi lalat dengan cara menyemprotkan insektisida.[1] Upaya untuk membasmi penyakit dengan cara mengobati keseluruhan kelompok penderita dua kali setahun sedang dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah wilayah di seluruh dunia.[1] Pengobatan bagi mereka yang terinfeksi penyakit ini adalah dengan memberi obat ivermectin setiap enam atau dua belas bulan sekali.[1][6] Pengobatan ini bisa membunuh larva namun tidak efektif untuk cacing dewasa.[7] Obat doksisiklin, yang membunuh bakteri terkait yang disebut sebagai Wolbachia, tampaknya bisa melemahkan cacing dan juga direkomendasikan oleh beberapa orang.[7] Benjolan di bawah kulit juga bisa diangkat melalui pembedahan.[6]

Epidemiologi dan Riwayat[sunting | sunting sumber]

Sekitar 17 hingga 25 juta jiwa terinfeksi kebutaan sungai, dengan sekitar 0.8 juta jiwa di antaranya menderita tingkat tertentu dari kehilangan penglihatan.[3][7] Infeksi paling banyak ditemukan di Afrika Sub-Sahara, sekalipun sejumlah kasus juga dilaporkan di Yemen dan wilayah-wilayah terisolasi di Tengah dan Amerika Selatan.[1] Pada tahun 1915, dokter Rodolfo Robles pertama kali menemukan hubungan antara cacing dengan penyakit mata.[8] Oleh World Health Organization penyakit ini dimasukkan ke dalam daftar penyakit tropikal yang terabaikan.[9]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j "Onchocerciasis Fact sheet N°374". World Health Oragnization. March 2014. Diakses tanggal 20 March 2014. 
  2. ^ a b "Onchocerciasis (also known as River Blindness)". Parasites. CDC. May 21, 2013. Diakses tanggal 20 March 2014. 
  3. ^ a b "Parasites – Onchocerciasis (also known as River Blindness) Epidemiology & Risk Factors". CDC. May 21, 2013. Diakses tanggal 20 March 2014. 
  4. ^ "Onchocerciasis (also known as River Blindness) Diagnosis". Parasites. CDC. May 21, 2013. Diakses tanggal 20 March 2014. 
  5. ^ a b "Onchocerciasis (also known as River Blindness) Prevention & Control". Parasites. CDC. May 21, 2013. Diakses tanggal 20 March 2014. 
  6. ^ a b Murray, Patrick (2013). Medical microbiology (edisi ke-7th). Philadelphia: Elsevier Saunders. hlm. 792. ISBN 9780323086929. 
  7. ^ a b c Brunette, Gary W. (2011). CDC Health Information for International Travel 2012 : The Yellow Book. Oxford University Press. hlm. 258. ISBN 9780199830367. 
  8. ^ Lok, James B.; Walker, Edward D.; Scoles, Glen A. (2004). "9. Filariasis". Dalam Eldridge, Bruce F.; Edman, John D.; Edman, J. Medical entomology (edisi ke-Revised). Dordrecht: Kluwer Academic. hlm. 301. ISBN 9781402017940. 
  9. ^ Reddy M, Gill SS, Kalkar SR, Wu W, Anderson PJ, Rochon PA (October 2007). "Oral drug therapy for multiple neglected tropical diseases: a systematic review". JAMA. 298 (16): 1911–24. doi:10.1001/jama.298.16.1911. PMID 17954542.