Lompat ke isi

Nimrod

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Nimrod, lukisan karya David Scott, tahun 1832

Nimrod[a] adalah tokoh Alkitab yang disebutkan di dalam Kitab Kejadian dan Kitab Tawarikh. Anak Kusy bin Ham bin Nuh ini disebut sebagai raja di tanah Sinear (Mesopotamia Hilir). Menurut Alkitab, Nimrod adalah "seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN [dan] ... orang perkasa pertama di bumi".[1] Tradisi-tradisi Alkitabiah maupun non-Alkitabiah menyifatkan Nimrod sebagai raja yang memerintahkan pembangunan Menara Babel, dan penyifatan seperti inilah yang membentuk citra buruknya sebagai raja yang mendurhakai Allah.

Tidak ada bukti langsung dari rekam sejarah, daftar resmi, maupun senarai nama raja-raja di luar Alkitab (termasuk yang berasal dari Mesopotamia, yang dianggap lebih tua daripada keterangan Alkitab) yang menunjukkan bahwa Nimrod benar-benar seorang tokoh sejarah. Para sejarawan tidak mendapati seorangpun tokoh sejarah yang dapat disamakan dengan Nimrod, dan tidak pula dapat menemukan kaitan sejarah, kebahasaan, maupun genetis di antara bangsa Sumer dan bangsa Semit Mesopotamia dengan Kerajaan Kusy yang muncul lebih kemudian nun jauh di Sudan. Pada tahun 2002, ada sarjana yang berpendapat bahwa tokoh Nimrod yang disebutkan di dalam Alkitab terilhami oleh seorang tokoh sejarah Mesopotamia, yaitu Raja Akad yang bernama Naram-Sin, cucu Sargon. Sarjana-sarjana lain pun sudah berusaha menisbatkan sumber ilham di balik kemunculan tokoh Nimrod kepada satu atau lebih dari satu raja Asyur, Akad, dan Babel, maupun kepada Ninurta, dewa bangsa Asyur dan Babel.[2][3]

Kemudian hari (sesudah kedatangan Islam), beberapa situs reruntuhan di Timur Tengah diberi nama yang terambil dari nama Nimrod.[4]

Nimrod tampak sedang menginspeksi tukang-tukang batu dalam lukisan Menara Babel karya Pieter Bruegel

Nama Nimrod mula-mula muncul di dalam senarai anak cucu Nuh.[5] Ia disebut sebagai anak Kusy bin Ham bin Nuh, dan disifatkan sebagai "orang perkasa pertama di bumi" serta "seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN". Penyifatan ini kembali muncul di dalam Kitab Tawarikh (1 Tawarikh 1:10), dan frasa "negeri Nimrod" digunakan sebagai sinonim untuk Asyur atau Mesopotamia di dalam Kitab Mikha (Mikha 5:6):

Mereka akan meremukkan negeri Asyur dengan pedang,
dan negeri Nimrod di pintu-pintu masuk.
Dia akan membebaskan kita dari Asyur,
ketika dia masuk ke negeri kita dan menginjak daerah kita.

Nas Kejadian 10:10 menyebutkan bahwa "wilayah kerajaannya" (bahasa Ibrani: רֵאשִׁית מַמְלַכְתּוֹ, rēsyit̲ mamlak̲to) adalah Babel, Erekh, Akad, dan Kalne di tanah Sinear (Mesopotamia). Nas ini dimaknai berbeda-beda, yakni Nimrod yang mendirikan, Nimrod yang memerintah, atau Nimrod yang mendirikan sekaligus memerintah kota-kota itu. Lantaran ketaksaan nas Ibraninya, tidak dapat dipastikan apakah Nimrod atau Asyur yang kelak mendirikan kota Niniwe, Resen, Rehobot-Ir, dan Kalaḥ. Baik tafsir yang mendapuk Nimrod maupun tafsir yang mendapuk Asyur sebagai pendiri kota-kota itu tercerminkan di dalam berbagai versi Inggris. Walter Raleigh meluangkan beberapa halaman bukunya, History of the World (terbit tahun 1614), untuk memuat petikan dari kajian ilmiah terdahulu terkait perdebatan tentang apakah Nimrod atau Asyur yang membangun kota-kota di negeri Asyur.[6]

Tradisi dan legenda

[sunting | sunting sumber]

Di dalam tradisi Yahudi dan Kristen, Nimrod dianggap sebagai pemimpin masyarakat yang membangun Menara Babel di tanah Sinear,[7] kendati Alkitab tidak pernah menyatakan demikian. Kerajaan Nimrod mencakup kota Babel, Erekh, Akad, dan mungkin juga Kalne, di tanah Sinear (Kejadian 10:10).[8] Flavius Yosefus yakin bahwa atas prakarsa Nimrodlah kota Babel maupun menaranya mulai dibangun. Selain di dalam risalah Yosefus, anggapan semacam ini juga terdapat di dalam Talmud (Hulin 89a, Pesahim 94b, Erubin 53a, Abodah Zarah 53b), maupun di dalam midras yang disusun lebih kemudian, misalnya Kejadian Rabah. Beberapa di antara sumber-sumber Yahudi terdahulu ini juga menyebutkan bahwa Amrafel, raja yang berperang melawan Abraham, tidak lain adalah Nimrod sendiri.

Yosefus menulis sebagai berikut:[9]

Hatta Nimrod yang menghasut mereka untuk mengolok-olok dan menghina Allah seperti itu. Dia adalah cucu Ham bin Nuh, seorang yang nekat dan besar kekuatan tangannya. Dia yakinkan mereka untuk tidak bersyukur kepada Allah, seakan-akan berkat daya upayanyalah mereka dapat mengenyam kebahagiaan, malah supaya yakin bahwa keberanian mereka sendiri yang mendatangkan kebahagiaan itu. Dia juga berangsur-angsur mengubah pemerintahan menjadi tirani, lantaran sudah tidak ada lagi cara lain untuk menggiring umat manusia menjauhi ketakwaan kepada Allah, bahkan untuk membuat mereka terus-menerus bergantung kepada kekuasaannya. Dia juga sesumbar hendak menuntut balas kepada Allah, kalau sampai sekali lagi Allah berkehendak menenggelamkan dunia; itulah sebabnya dia bertekad untuk membangun sebuah menara yang menjulang sedemikian tingginya supaya tidak dapat dilamun air bah; dan bahwa dia sendiri akan menuntut balas kepada Allah sebab sudah membinasakan bapa-bapa leluhur mereka. Syahdan orang banyak bersedia mengikuti pendirian Nimrod, dan menganggap ketakwaan kepada Allah sebagai sikap pengecut. Lalu mereka membangun sebuah menara, tanpa peduli sakit dan sengsara, tanpa sedikitpun lalai bekerja, dan lantaran banyaknya orang yang bekerja, menara itu bertambah tinggi, lebih pesat daripada perkiraan semua orang. Namun dindingnya sangat tebal, dan dibuat sangat kukuh, sehingga tingginya yang luar biasa itu, apabila diamat-amati, tampak seolah-olah tidak setinggi yang sebenarnya. Menara itu dibangun menggunakan bata bakar yang dilepa dengan gala-gala supaya kedap air. Tatkala Allah melihat mereka berlaku sedemikian gilanya, Ia tidak berkehendak untuk membinasakan mereka sampai punah, sebab kebinasaan orang-orang berdosa terdahulu tidak membuat mereka bertambah bijaksana; akan tetapi Ia menimbulkan huru-hara di tengah-tengah mereka, dengan memunculkan di dalam diri mereka bermacam-macam bahasa, dan oleh sebab itu, lantaran begitu banyaknya bahasa, mereka tidak dapat memahami perkataan satu sama lain. Tempat mereka membangun menara itu sekarang disebut Babel, lantaran kacau-balaunya bahasa yang sebelumnya sudah mereka pahami; sebab yang dimaksud orang Ibrani dengan kata Babel adalah kekacauan ...

Lantaran Akad diluluhlantakkan dan hilang bersama runtuhnya Kemaharajaan Akad pada kurun waktu 2200–2154 Pramasehi (kronologi panjang), kisah-kisah tentang Nimrod sepertinya menyiratkan kurun waktu penghujung Awal Zaman Perunggu. Keterkaitan dengan Erekh (Uruk), kota yang kehilangan arti pentingnya sekitar tahun 2000 Pramasehi akibat perseteruan di antara Isin, Larsa, dan Elam, juga membuktikan kepurbaan kisah-kisah Nimrod. Menurut beberapa pencetus teori pada zaman modern, pemaktubannya ke dalam Alkitab menyiratkan bahwa kisah-kisah itu berasal dari Babel—kemungkinan besar dimasukkan pada masa pembuangan Babel.[10]

Para mufasir Yahudi, yang paling awal adalah Filon dan Yohanan ben Zakai pada abad pertama tarikh Masehi, menafsirkan bahwa frasa di hadapan TUHAN (גבר ציד לפני יהוה gibor-ṣayiḏ lip̄nē Yahweh, harfiah; "di hadapan wajah Yahweh") bermakna bertentangan dengan Tuhan". Tafsir serupa terdapat di dalam risalah Filon Semu dan risalah Simakhos yang ditulis lebih belakangan. Beberapa pengulas Yahudi Rabani juga mengait-ngaitkan nama Nimrod dengan kata Ibrani yang berarti 'pemberontak'.[11] Di dalam risalah Filon Semu (diperkirakan berasal dari sekitar tahun 70 Masehi), Nimrod dicitrakan sebagai pemimpin Bani Ham, sementara Yoktan selaku pemimpin Bani Sem, dan Fenekh selaku pemimpin Bani Yafet, juga dikait-kaitkan dengan pembangunan Menara Babel.[12] Pelbagai versi dari kisah ini kembali muncul di dalam karya-karya sastra yang ditulis belakangan, misalnya Apokalipsis Metodios Semu (dari abad ke-7).

Kitab Yobel hanya menyebut "Nebrod" (bentuk Yunani dari Nimrod) sebagai ayah dari Azurad, istri Eber dan ibu Peleg (bab 8, ayat 7). Keterangan ini membuat Nimrod menjadi salah seorang kakek moyang Abraham, dan oleh karena itu juga kakek moyang segenap bangsa Ibrani.

Nimrod karya Yitzhak Danziger

Talmud Babel (Gittin 56b) menyebutkan bahwa penyebab kematian Titus adalah seekor serangga yang terbang ke dalam lubang hidungnya, dan menggerogoti otaknya selama tujuh tahun, sama seperti legenda penyebab kematian tokoh Alkitab Raja Nimrod.[13][14][15]

Sebuah karya sastra yang lebih tua dalam bahasa Arab yang dinamakan Kitabul Magal atau Kitab Gulungan-Gulungan (bagian dari khazanah sastra Klemens) menyebutkan bahwa Nimrod mendirikan kota Hadāniūn, Elasar, Seleukia, Ktesifon, Rūhīn, Atrapatene, Telalān, dan lain-lain, bahwa dia mulai memerintah sebagai raja di muka bumi ketika Reu berumur 163 tahun, dan bahwa dia memerintah selama 69 tahun, membangun kota Nisibis, Raha (Edesa), serta Haran ketika Peleg berumur 50 tahun. Selanjutnya dikisahkan bahwa Nimrod "melihat di langit sehelai kain hitam dan sebuah mahkota". Dia memanggil Sasan si tukang tenun, dan menyuruhnya membuat sebuah mahkota yang serupa dengan yang dilihatnya di langit, lalu dia tatahinya dengan batu-batu mulia dan dia kenakan. Konon dia adalah raja pertama yang mengenakan mahkota. "Itulah sebabnya orang-orang yang tidak tahu apa-apa mengenai perkara itu berkata sebuah mahkota turun kepadanya dari langit." Risalah ini kemudian menjabarkan bagaimana Nimrod menciptakan upacara pemujaan api dan penyembahan berhala, lalu berguru ilmu tenung selama tiga tahun kepada Bouniter, anak Nuh yang keempat.[16]

Di dalam Pengenalan (R 4.29), salah satu versi sastra Klemens, Nimrod disamakan dengan Ninus, Raja Asyur, tokoh legenda yang pertama kali disebut di dalam risalah sejarawan Yunani Ctesias sebagai pendiri kota Niniwe. Meskipun demikian, di dalam versi sastra Klemens lainnya, Homili (H 9:4–6), Nimrod dijadikan tokoh yang sama dengan Zarathustra.

Gua Harta yang ditulis dalam bahasa Suryani (sekitar tahun 350) memuat sebuah kisah tentang Nimrod yang sangat mirip dengan versi Kitabul Magal, hanya saja Nisibis, Edesa and Haran dikatakan dibangun Nimrod ketika Reu berumur 50 tahun, dan bahwa dia mulai memerintah sebagai raja yang pertama ketika Reu berumur 130 tahun. Di dalam versi ini, si tukang tenun bernama Sisan, dan anak Nuh yang keempat bernama Yonton.

Nimrod lawan Abraham

[sunting | sunting sumber]
Jibril melindungi Ibrahim dari kobaran api Numrud, lukisan miniatur Persia.
Jibril datang membawa domba untuk mencegah Ibrahim mengurbankan anaknya.

Menurut tradisi Yahudi dan Islam, Nimrod pernah bersengketa dengan Abraham. Beberapa cerita menghadirkan keduanya di dalam suatu bentrok sengit, yang dipandang sebagai lambang pertarungan antara Kebaikan dan Kejahatan, atau pertarungan antara monoteisme dan politeisme. Beberapa tradisi Yahudi menyebutkan bahwa keduanya sekadar berjumpa dan bertukar pikiran. Menurut K. van der Toorn dan P. W. van der Horst, tradisi ini pertama kali mengemuka di dalam risalah-risalah Filo Semu.[17] Kisah ini juga terdapat di dalam Talmud, dan risalah-risalah para rabi Abad Pertengahan.[18]

Di dalam beberapa versi, misalnya versi Flavius Yosefus, Nimrod adalah orang yang berkehendak melawan kehendak Allah. Di dalam versi-versi lain, Nimrod mendaku diri sebagai dewa, dan dipuja sebagai dewa oleh rakyatnya. Kadang-kadang permaisurinya, Semiramis, juga dipuja sebagai dewi bersama-sama dengannya.

Konon bintang-bintang memberi pertanda yang dibaca Nimrod dan para ahli nujumnya bahwa Abraham akan lahir, dan akan menghapus penyembahan berhala. Oleh sebab itu Nimrod menitahkan pembunuhan semua bayi yang baru lahir. Meskipun demikian, ibu Abraham mengungsi ke padang belantara dan diam-diam melahirkan di sana. Sejak masih belia, Abraham sudah mengenal Allah dan mulai menyembah-Nya. Dia menghadap Nimrod, dan mengimbaunya supaya tidak lagi menyembah berhala, sehingga Nimrod memerintahkan supaya dia dihukum bakar hidup-hidup di tiang pancang. Di dalam beberapa versi, Nimrod memerintahkan rakyatnya untuk mengumpulkan kayu bakar selama empat tahun penuh, lantaran ingin Abraham terbakar di dalam api unggun terbesar yang pernah disaksikan oleh mata dunia. Meskipun demikian, ketika api unggunnya sudah dinyalakan, Abraham berjalan keluar tanpa celaka sedikitpun.

Dalam beberapa versi, Nimrod selanjutnya menantang Abraham untuk bertempur. Tatkala Nimrod maju di depan pasukannya yang besar, Abraham mendatangkan pasukan agas yang membinasakan pasukan Nimrod. Di dalam beberapa cerita, seekor agas atau nyamuk masuk ke dalam otak Nimrod dan membuatnya gila (azab yang menurut tradisi Yahudi juga menimpa Titus, Kaisar Romawi yang menghancurkan Bait Allah di Yerusalem).

Di dalam beberapa versi, Nimrod bertobat dan menaklukkan diri kepada Allah, mempersembahkan banyak kurban yang tidak diterima Allah (sama seperti yang dialami Kain). Di dalam versi-versi lain, Nimrod menyerahkan budak raksasa bernama Eliezer kepada Abraham sebagai hadiah perdamaian. Beberapa risalah menyebut Eliezer sebagai anak kandung Nimrod (di dalam nas Kejadian 15:2, Alkitab menyebut Eliezer sebagai mayordomo Abraham, tetapi sama sekali tidak mengait-ngaitkannya dengan Nimrod).

Di dalam beberapa lain, Nimrod tetap mendurhakai Allah, atau kembali mendurhakai Allah. Penghijrahan Abraham dari Mesopotamia ke Kanaan kadang-kadang ditafsirkan sebagai tindakan menghindar dari pembalasan Nimrod. Risalah-risalah yang dianggap sahih menyebutkan bahwa Menara Babel dibangun beberapa generasi sebelum Abraham lahir (sama seperti di dalam Alkitab dan Kitab Yobel), tetapi risalah-risalah lain menyebutkan bahwa pembangunan Menara Babel merupakan pendurhakaan yang dilakukan Nimrod sesudah terkecundang dalam konfrontasi dengan Abraham. Risalah-risalah lain menyebutkan bahwa Nimrod tidak patah semangat sesudah pembangunan menara terbengkalai, malah berusaha menyerbu surga seorang diri dengan mengendarai kereta yang dihela burung-burung.

Versi Midras Rabah

[sunting | sunting sumber]

Persengketaan Abraham dan Nimrod diriwayatkan di dalam Midras Rabah, sekumpulan besar eksegesis kitab suci Yahudi, tepatnya di bagian Kejadian Rabah (bab 38, ayat 13), yang diyakini berasal dari abad ke-6.

נטלו ומסרו לנמרוד. אמר לו: עבוד לאש. אמר לו אברהם: ואעבוד למים, שמכבים את האש? אמר לו נמרוד: עבוד למים! אמר לו: אם כך, אעבוד לענן, שנושא את המים? אמר לו: עבוד לענן! אמר לו: אם כך, אעבוד לרוח, שמפזרת עננים? אמר לו: עבוד לרוח! אמר לו: ונעבוד לבן אדם, שסובל הרוחות? אמר לו: מילים אתה מכביר, אני איני משתחוה אלא לאוּר - הרי אני משליכך בתוכו, ויבא אלוה שאתה משתחוה לו ויצילך הימנו! היה שם הרן עומד. אמר: מה נפשך, אם ינצח אברהם - אומַר 'משל אברהם אני', ואם ינצח נמרוד - אומַר 'משל נמרוד אני'. כיון שירד אברהם לכבשן האש וניצול, אמרו לו: משל מי אתה? אמר להם: משל אברהם אני! נטלוהו והשליכוהו לאור, ונחמרו בני מעיו ויצא ומת על פני תרח אביו. וכך נאמר: וימת הרן על פני תרח אביו. (בראשית רבה ל"ח, יג)

(...) Mereka menangkap dan menyerahkan dia [Abraham] kepada Nimrod. Kata dia [Nimrod] kepadanya, "sembahlah api!" Kata Abraham kepadanya, "dan haruskah aku menyembah air yang memadamkan api?" Kata Nimrod kepadanya, "sembahlah air!" Kata dia [Abraham] kepadanya, "kalau begitu haruskah aku menyembah awan yang mengangkut air?" Kata dia [Nimrod] kepadanya, "sembahlah awan!" Kata dia [Abraham] kepadanya, "kalau begitu haruskah aku menyembah angin yang menyerakkan awan?" Kata dia [Nimrod] kepadanya, "sembahlah angin!" Kata dia [Abraham] kepadanya, "dan haruskah aku menyembah anak Adam yang menentang angin?" Kata dia [Nimrod] kepadanya, "engkau ini banyak bicara, tidaklah aku bersujud selain kepada api, ke dalamnyalah akan kulemparkan engkau, biarlah Allah yang kepada-Nya engkau bersujud itu datang menyelamatkanmu dari padanya!
Haran [saudara Abraham] berdiri di sana. Kata dia [kepada diri sendiri], "apa yang nanti aku perbuat? Kalau Abraham yang menang, akan kukatakan, "aku ikut Abraham", dan kalau Nimrod yang menang, akan kukatakan, "aku ikut Nimrod". Bakda Abraham masuk ke dalam tungku api dan selamat, berkatalah mereka kepada Haran, "ikut siapakah engkau?" Dia berkata, "ikut Abraham!" Mereka pun menangkap dan melemparkannya ke dalam tungku api itu, maka pecahlah perutnya dan matilah dia mendahului Terah, ayahnya.
Itulah sebabnya dikatakan "Haran mati mendahului Terah, ayahnya." (Kejadian 11:28)

Tafsir kesejarahan

[sunting | sunting sumber]
Prasasti Naram Sin yang ditemukan di kota Marad

Para sejarawan, orientalis, asyurolog, dan mitograf sudah berusaha mencari tautan-tautan yang menghubungkan tokoh Nimrod yang diriwayatkan di dalam Alkitab dengan tokoh sejarah dari Mesopotamia dan sekitarnya. Tidak ada raja yang bernama Nimrod dan tidak ada nama mirip Nimrod di dalam daftar raja Sumer, Akad, Asyur, maupun Babel, yang merupakan sumber sejarah ekstra-Alkitabiah sekaligus pra-Alkitabiah yang jauh lebih tua dan lebih banyak. Nama Nimrod juga tidak tercantum di dalam peninggalan-peninggalan tertulis lain dalam konteks apa saja dari Mesopotamia dan sekitarnya, baik yang berasal dari Zaman Perunggu, Zaman Besi, maupun dari Zaman Klasik pra-Kristen.

Karena kota Akad diluluhlantakkan dan hilang bersama runtuhnya kemaharajaan Akad pada periode 2200–2154 Pramasehi (kronologi panjang), tampaknya kisah-kisah Alkitab yang menyebut nama Nimrod, yang muncul jauh lebih belakangan, terilhami oleh tokoh dan peristiwa Zaman Perunggu. Pengaitan tokoh Nimrod dengan Erekh (Sumero-Akkadian Uruk dalam bahasa Sumer-Akad), kota yang kehilangan keutamaannya sekitar tahun 2000 Pramasehi akibat perseteruan di antara Isin, Ur, Larsa, dan Elam, mungkin saja telah memengaruhi kisah-kisah tentang Nimrod yang muncul lebih belakangan.[10] Beberapa reruntuhan petilasan Mesopotamia diberi nama yang terambil dari nama Nimrod oleh bangsa Arab Muslim yang menginvasi negeri itu pada abad Ke-8 Masehi, antara lain reruntuhan kota bangsa Asyur yang bernama Kalhu (Kalah di dalam Alkitab), yang sebenarnya didirikan oleh Maharaja Asyur Madya yang bernama Salmaneser I (bertakhta tahun 1274–1244 Pramasehi), tidak seperti yang dikatakan di dalam Alkitab bahwa kota itu didirikan oleh Nimrod.[5]

Beberapa ikhtiar untuk mengaitkan tokoh Nimrod dengan tokoh-tokoh sejarah tertentu sudah dilakukan, tetapi tidak ada hasilnya.

Uskup Eusebius dari Kaisarea, seawal-awalnya pada permulaan abad ke-4, menyitir pernyataan Berosus, sejarawan Babel abad ke-3 Pramasehi, bahwa raja pertama sesudah air bah Euekhoios dari Kasdim (pada kenyataannya Kasdim adalah sebuah negara kecil di tenggara Mesopotamia yang menurut sejarah baru didirikan pada akhir abad ke-9 Pramasehi), dan menyamakan Euekhoios dengan Nimrod. Gregorius Sinselus (sekitar tahun 800) juga pernah membaca keterangan Berosus, dan menyamakan Euekhoios dengan tokoh Nimrod yang terdapat di dalam Alkitab. Meskipun demikian, sama seperti Nimrod, tidak ada raja dengan nama Euekhoios di dalam satu pun catatan Mesopotamia.

Dalam budaya populer

[sunting | sunting sumber]

Sebagai ungkapan

[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa slang Inggris Amerika Utara modern, jamak dijumpai pemakaian istilah "nimrod" dengan makna orang dungu atau bodoh. Sering kali dikatakan bahwa ungkapan ini dipopulerkan oleh Bugs Bunny, tokoh kartun Looney Tunes, yang secara sarkastis menjuluki si pemburu Elmer Fudd dengan sebutan "nimrod"[19][20] untuk menonjolkan perbedaan "sang pemburu perkasa" dengan "si Nimrod kecil yang malang", yaitu Elmer Fudd.[21] Sebenarnya Daffy Duck yang menjuluki Elmer Fudd dengan sebutan "Nimrod kecilku" dalam film kartun pendek tahun 1948 berjudul What Makes Daffy Duck,[22] kendati Bugs Bunny memang menjuluki Yosemite Sam sebagai "si Nimrod kecil" dalam film kartun pendek tahun 1951 berjudul Rabbit Every Monday. Kedua film itu sama-sama diisi suara oleh Mel Blanc dan diproduseri Edward Selzer.[23]

Sebagai tokoh cerita

[sunting | sunting sumber]

Di dalam Divina Commedia karangan Dante Alighieri (ditulis tahun 1308–1321), Nimrod digambarkan sebagai manusia raksasa, sebagaimana yang lumrah terjadi pada Abad Pertengahan. Bersama beberapa raksasa lain, yakni Efialtes, Anteus, Briareus, Titios, dan Tifon, Nimrod berdiri terbelenggu di pinggiran Lingkar Khianat Neraka. Satu-satunya kalimat yang dia ucapkan adalah "Raphèl mai amècche zabì almi", yakni kalimat tak terpahami yang mengisyaratkan dosanya selaku biang keladi kekacaubalauan bahasa karena memerintahkan pembangunan Menara Babel.[24]

Baca juga

[sunting | sunting sumber]

Keterangan

[sunting | sunting sumber]
  1. bahasa Ibrani: נִמְרוֹד, Nīmrōḏ; bahasa Suryani: ܢܡܪܘܕ, Nimrōḏ; bahasa Arab: نُمْرُود, Numrūd
  1. "Alkitab SABDA".
  2. Levin, Yigal (2002). "Nimrod the Mighty, King of Kish, King of Sumer and Akkad". Vetus Testamentum (dalam bahasa Inggris). 52 (3): 350–366. doi:10.1163/156853302760197494. ISSN 0042-4935.
  3. Jones, Christopher W. (2022). "The Literary-Historical Memory of Sargon of Akkad in Assyria as the Background for Nimrod in Genesis 10:8–12". Journal of Biblical Literature. 141 (4): 595–615. doi:10.15699/jbl.1414.2022.1. ISSN 0021-9231. S2CID 255905070.
  4. Harris, Stephen L. (1985). Understanding the Bible. Palo Alto: Mayfield. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  5. 1 2 Harris, Stephen L. (1985). Understanding the Bible. Palo Alto: Mayfield.
  6. Raleigh, Walter (1820) [1614]. History of the World, Jld. II. Edinburgh: A. Constable. hlm. 125–132.
  7. Menner, Robert J. (1938). "Nimrod and the Wolf in the Old English 'Solomon and Saturn'". Journal of English and Germanic Philology. Vol. 37, no. 3. hlm. 332–84. JSTOR 27704407.
  8. Tergantung cara membacanya, "Kalne" bisa saja adalah nama kota yang keempat, atau bisa saja adalah ungkapan yang berarti "semuanya di tanah Sinear". (Van der Toorn & Van der Horst 1990, hlm. 1).
  9. Josephus, Flavius. "Antiquities of the Jews — Book I". Penelope | James Eason. University of Chicago. Diakses tanggal 7 Juli 2024.
  10. 1 2 Van der Toorn & Van der Horst (1990).
  11. Jeff A. Benner, "Nimrod" Ancient Hebrew Research Center. https://www.ancient-hebrew.org/names/Nimrod.htm
  12. Kugel, James L. (1998). Traditions of the Bible. hlm. 230. ISBN 0674039769.
  13. "Tractate Gittin 56b". www.sefaria.org.il.
  14. Rosner, Fred. Medicine in the Bible and Talmud. hlm.76. Pub. 1995, KTAV Publishing House, ISBN 0-88125-506-8. Petikan dapat dilihat di ()
  15. Wikisource:Page:Legends of Old Testament Characters.djvu/178
  16. "the Kitab al-Magall". Sacred-texts.com. Diakses tanggal 5 April 2012.
  17. Van der Toorn & Van der Horst (1990), hlm. 19.
  18. Templat:Daat enc
  19. Steinmetz, Sol (2005). Dictionary of Jewish Usage: A Guide to the Use of Jewish Terms. Rowman & Littlefield. hlm. 126. ISBN 978-0-7425-4387-4. Diakses tanggal 11 April 2012.
  20. Garner, Bryan A. (27 August 2009). Garner's Modern American Usage. Oxford University Press. hlm. 53. ISBN 978-0-19-538275-4. Diakses tanggal 11 April 2012.
  21. Bauer, S. Wise (2007). The History of the Ancient World: From the Earliest Accounts to the Fall of Rome. Norton. hlm. 269–70. ISBN 978-0-393-05974-8. Diakses tanggal 11 April 2012.
  22. Arthur Davis (sutradara) (14 February 1948). What Makes Daffy Duck (Animated short) (dalam bahasa English). Terjadi di 5:34. Precisely what I was wondering, my little Nimrod. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  23. Fritz Freleng (sutradara) (10 February 1951). Rabbit Every Monday (Animated short) (dalam bahasa English). Terjadi di 6:50. Nah, I couldn't do that to the little Nimrod. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  24. Dante, Inferno, XXXI.67 and 76.

Kepustakaan

  • Dalley, Stephanie; et al. (1998). The Legacy of Mesopotamia. Oxford: Oxford University Press.
  • Haynes, Stephen R. (2002). Noah's Curse: The Biblical Justification of American Slavery. New York: Oxford University Press.
  • Van der Toorn, K. & Van der Horst, P. W. (January 1990). "Nimrod Before and After the Bible" (PDF). The Harvard Theological Review. Vol. 83, no. 1. hlm. 1–29. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-05-25.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]