Nambo, Banggai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Nambo
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Tengah
KabupatenBanggai
Pemerintahan
 • Camat-
Kepadatan49 jiwa/km²
Desa/kelurahan11

Nambo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 20 Km ke barat dari Kota Luwuk, ibu kota Kabupaten Banggai. Kantor Camat Kecamatan Nambo berada di Kelurahan Nambo Bosaa. Kecamatan Nambo dibentuk pada Tahun 2012

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Pagimana
Selatan Teluk Tolo
Barat Kecamatan Kintom
Timur Kecamatan Luwuk Selatan

Desa/ kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Koyoan
  2. Koyoan Permai
  3. Lontio
  4. Lontio Baru
  5. Lumbe
  6. Nambo Bosaa
  7. Nambo Lempek
  8. Nambo Lempek Baru
  9. Nambo Padang
  10. Padungnyo
  11. Sayambongin

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Penduduk di Kecamatan Nambo berjumlah 8.338 jiwa pada tahun 2015 yang hampir 99% nya berasal dari Etnis Saluan sehingga masyarakatnya berbicara menggunakan Bahasa Saluan sebagai bahasa sehari-hari. Masyarakat Kecamatan Nambo berpijak pada dasar budaya Saluan yang berintisari nilai-nilai agama Islam. Masyarakat di Kecamatan Nambo merupakan rangkai rumpun keluarga yang utuh sehingga masyarakat di Kecamatan Nambo hidup rukun dan damai.

Kesenian[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Nambo sangat dikenal sangat mencintai dan melestarikan kesenian tradisionalnya seperti: Musik Karambangan Nambo, Musik Gambus Nambo, Tari Tontila, Tari Allaho, Tari Umapos, Tari Langka Tano, dan Kirab Pandanga. Seni bela diri tradisional juga dilestarikan oleh masyarakat di Kecamatan ini yaitu Langka Tano, satu aliran silat tradisional Saluan yang hidup dan berkembang di Kecamatan Nambo dalam menghadapi penjajahan dahulu kala.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Di Kecamatan Nambo terdapat beberapa objek wisata yang dapat dikunjungi mulai dari wisata alam, sejarah sampai budaya seperti: Air Terjun Dendengan, Air Terjun Nabota, Uwe Nye-nyek, Danau Dowiwi, Bukit Savana Jengket, Pantai Koyoan, Benteng Nambo, Tenun Ikat Nambo, Batik Nambo, Durian Nambo, Pandai Besi Nambo, Kasur Nambo, Kerajinan dan Seni Ukir Kayu Nambo, Anyaman Nambo, dll. Di pantai Kelurahan Nambo Padang terdapat sebuah mata air yang dipercaya oleh masyarakat Nambo sebagai mata air yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit, masyarakat Nambo menyebutnya Uwe Endeki.

Sebagai bagian dari Wallacea Area, hutan di Kecamatan Nambo adalah rumah satwa endemik Sulawesi seperti Tarsius, Kumbang Bersisik Sulawesi, Anoa, Kus-kus, Kera Macaca Sulawesi, Rusa, Biawak, Burung Rangkong, Burung Elang, Burung Gagak, dan berbagai jenis burung, kupu-kupu, dan satwa lainnya. Berbagai spesies tumbuhan juga merupakan kekayaan hayati di hutan Kecamatan Nambo.

Referensi[sunting | sunting sumber]