Melody Cinta Rhoma Irama

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Melody Cinta Rhoma Irama
Melodirhoma.JPG
SutradaraMuchlis Raya
ProduserBenny Muharam
PenulisRhoma Irama
PemeranRhoma Irama
Ricca Rachim
Soultan Saladin
Eddy Wardi
Farah Meuthia
Aedy Moward
Chitra Dewi
Sofia WD
Rita Sugiarto
Alwi As
MusikRhoma Irama
SinematografiSadeli HS
PenyuntingSK Syamsuri
Ismail Mardjuki
NegaraIndonesia

Melodi Cinta adalah film Indonesia yang diproduksi pada tahun 1980 dengan disutradarai oleh Muchlis Raya.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Pertemuan pertama Rhoma dan Ricca terjadi ketika Rhoma (Rhoma Irama) menolong Ricca (Ricca Rachim) yang terjatuh saat mengikuti kegiatan kerja bakti di kampung. Sejak itu terjalin cinta di antara keduanya, bahkan mereka sudah merencanakan pernikahan. Namun, sebenarnya, Herman (Soultan Saladin) yang kos di rumah Ricca juga menaruh hati pada Ricca. Dengan menikahi Ricca, Herman berharap dapat menguasai perusahaan ayah Ricca di mana Herman bekerja padanya.Karena tidak berhasil merebut Ricca dari Rhoma, Herman meminta bantuan Bonang (Eddy Wardi), seorang teknisi kendaraan, untuk mencelakakan Rhoma. Bonang diikutkan dalam tur pertunjukan Rhoma dan ditugasi menangani masalah teknik kendaraan. Serangkaian aksi dilakukan Bonang di perjalanan di setiap kesempatan agar Rhoma celaka. Mulai dari memberi aliran listrik pada mikrofon yang akhirnya mencelakakan orang lain. Bonang juga gagal mencelakakan mobil Rhoma walaupun sudah memblongkan remnya. Rhoma mengajak anak buahnya berkemah sambil menanti perbaikan mobil. Ketika Rhoma sedang tidur, Bonang memasukkan ular berbisa ke dalam kemahnya. Rhoma berhasil membunuh ular itu. Keesokan harinya, rem mobil Rhoma benar-benar "dibereskan" oleh Bonang. Rhoma mengendarai mobil didampingi seorang krunya. Kali ini celakalah Rhoma. Mobilnya terperosok ke jurang. Dia luka cukup parah, tetapi bisa keluar dari mobil yang kemudian terbakar. Sedangkan pendamping Rhoma telah tewas sebelum mobil terbakar. Orang itulah yang disangka sebagai Rhoma oleh orang-orang yang menemukan. "Kematian" Rhoma membuat Ricca terpukul. Herman yang telah berhasil menyingkirkan Rhoma secara intensif mendekati Ricca. Ricca pun bersedia dinikahi Herman. Namun, Ricca sempat mendengar pembicaraan Herman dengan Bonang di mana Bonang telah dikeluarkan dari perusahaannya dan meminta Herman menyediakan uang untuk membeli truk. Herman diancam akan dilaporkan ke polisi jika tidak memenuhi permintaan Bonang. Sementara itu, Rhoma ditolong oleh keluarga Muhammad (Alwi as) dengan anaknya Hadiah (Farah Meuthia) dan cucunya Abduh. Setelah sembuh, Rhoma segera menelepon Ricca. Semula Ricca tidak percaya. Ricca yang sedang mempersiapkan pernikahan dengan Herman baru dapat diyakinkan setelah Rhoma menyanyikan lagu Sayang . Rhoma datang tepat pada waktu akad nikah Herman dan Ricca akan dilangsungkan. Mengetahui kedatangan Rhoma, Ricca menolak dinikahi Herman, bahkan membongkar rahasia selama ini bahwa Hermanlah otak percobaan pembunuhan Rhoma. Herman yang kalap dibantu oleh Bonang mencoba menghabisi Rhoma, tetapi Rhoma berhasil mengalahkan keduanya.

Sama halnya dengan corak film-film Rhoma Irama lainnya. Ada percintaan, ada perkelahian, enam lagu dangdut ciptaannya, ada syiar agama. Dalam percintaan maupun niat syiar agamanya Rhoma mendapat tentangan untuk akhirnya berhasil.[1].

Soundtrack[sunting | sunting sumber]

"Hari Berbangkit" Rhoma Irama
"Malam Terakhir" Rhoma Irama, Rita Sugiarto
"Sayang" Rhoma Irama
"Rambate Rata Hayo" Rhoma Irama, Rita Sugiarto

Daftar Lagu[sunting | sunting sumber]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ [1], diakses pada 26 Desember 2009

Templat:Film-Satria Bergitar