Masjid Sultan Ahmed

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Masjid Sultan Ahmed
Sultan Ahmed Mosque.jpg
Informasi umum
Letak Istanbul, Turki
Koordinat geografi 41°00′19″LU 28°58′37″BT / 41,0053851°LU 28,9768247°BT / 41.0053851; 28.9768247Koordinat: 41°00′19″LU 28°58′37″BT / 41,0053851°LU 28,9768247°BT / 41.0053851; 28.9768247
Afiliasi agama Islam Sunni
Arsitek Sedefkâr Mehmed Ağa
Jenis arsitektur Masjid
Gaya arsitektur Islam, Ottoman klasik akhir
Tahun selesai 1616
Spesifikasi
Kapasitas 10,000
Panjang 73 m (240 ft)
Lebar 65 m (213 ft)
Tinggi kubah (luar) 43 m (141 ft)
Diameter kubah (dalam) 2.350 m (7.710 ft)[1]
Menara 6
Tinggi menara 64 m (210 ft)
Bahan
Situs Warisan Dunia UNESCO
Situs Warisan Dunia UNESCO
Bagian dari Area Historis Istanbul
Kriteria Cultural: i, ii, iii, iv
Referensi 356
Inskripsi 1985 (ke-9 Sesi)

Masjid Sultan Ahmed (bahasa Turki: Sultanahmet Camii) adalah sebuah masjid di Istanbul, kota terbesar di Turki dan merupakan ibukota Kesultanan Utsmaniyah ( dari 1453 sampai 1923). Masjid ini dikenal dengan juga dengan nama Masjid Biru karena pada masa lalu interiornya berwarna biru.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Masjid ini dibangun antara tahun 1609 dan 1616 atas perintah Sultan Ahmed I, yang kemudian menjadi nama masjid tersebut. Ia dimakamkan di halaman masjid. Masjid ini terletak di kawasan tertua di Istanbul, di mana sebelum 1453 merupakan pusat Konstantinopel, ibukota Kekaisaran Bizantin/Bizantium. Berada di dekat situs kuno Hippodrome, serta berdekatan juga dengan apa yang dulunya bernama Gereja Kristen Kebijaksanaan Suci (Hagia Sophia) yang sekarang diubah fungsinya menjadi museum.

Jaraknya cukup dekat dengan Istana Topkapı, tempat kediaman para Sultan Utsmaniyah sampai tahun 1853 dan tidak jauh dari pantai Bosporus. Dilihat dari laut, kubah dan menaranya mendominasi cakrawala kota Istanbul.

Masjid ini dikenal dengan nama Masjid Biru karena warna cat interiornya didominasi warna biru. Akan tetapi cat biru tersebut bukan merupakan bagian dari dekor asli masjid, maka cat tersebut dihilangkan. Sekarang, interior masjid ini tidak terlihat berwarna biru.

Arsitek Masjid Sultan Ahmed, Sedefhar Mehmet Aga, diberi mandat untuk tidak perlu berhemat biaya dalam penciptaan tempat ibadah umat Islam yang besar dan indah ini. Struktur dasar bangunan ini hampir berbentuk kubus, berukuran 53 kali 51 meter. Seperti halnya di semua masjid, masjid ini diarahkan sedemikian rupa sehingga orang yang melakukan Salat menghadap ke Makkah, dengan mihrab berada di depan.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Encyclopedia of architectural and engineering feats, Donald Langmead, Christine Garnaut, page 322, 2001

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

41°00′19″LU 28°58′36″BT / 41,00528°LU 28,97667°BT / 41.00528; 28.97667