Lokomotif Uap Silukah
| Lokomotif Uap Peninggalan Penjajahan Jepang | |
|---|---|
| Nama sebagaimana tercantum dalam Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya | |
| Peringkat | Kabupaten |
| Kategori | Benda |
| Lokasi keberadaan | Jorong Silukah, Nagari Durian Gadang , Kabupaten Sijunjung |
| No. SK | 188.45/524/KPTS-BPT-2020 |
| Tanggal SK | 30 Desember 2020 |
| Pemilik | Pemerintahan Kabupaten Sijunjung |
| Pengelola | Pemerintahan Kabupaten Sijunjung |
| Koordinat | 0°22′55″S 100°39′50″E / 0.3820654°S 100.6640138°E |
Lokomotif Uap Silukah adalah lokomotif kereta api uap peninggalan masa pendudukan Jepang di Jorong Silukah Kenagarian Durian Gadang, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.[1][2] Lokomotif ini adalah lokomotif tipe C33 yang tidak teridentifikasi nomor urutnya. Lokomotif ini dibuat di Esslingen, Jerman pada tahun 1890-an.
Kondisi umum
[sunting | sunting sumber]Lokomotif uap ini terbuat dari bahan dasar besi yang berwarna hitam pekat yang mulai berkarat. Lokomotif ini tidak bisa gunakan lagi dan merupakan salah satu peninggalan sejarah yang penting sebagai bukti penjajahan Jepang di Indonesia.[3] Lokomotif Uap ini memiliki panjang 7,56 m, lebar 2,60 m, dan tinggi 3,03 m.[4]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Sejarah lokomotif uap ini berhubungan dengan pembangunan jalur kereta api Muaro Sijunjung-Pekanbaru yang sebagian besar menyusuri Sungai Batang Kuantan dan menembus hutan Sumatera.[4]Lokomotif ini mulanya direncanakan untuk mengangkut batubara dari Ombilin Sawahlunto ke Logas dan terus ke daerah sekitar Muaro dan Riau pada tahun 1942 sampai tahun 1945 pada saat kedudukan Jepang di Sumatera Barat dengan panjang jalur hampir 220 Km.[5] Pembangunan rel kereta api tersebut banyak memakan korban jiwa. Sekitar 80.000 dari 102.300 pekerja paksa (romusha) meninggal selama dan setelah membangun jalur KA itu.[6]Pada tahun 1980, lokomotif uap ini ditemukan warga Silukah saat pembuatan jalan darat dari Silokek ke Durian Gadang.[7]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Lokomotif Uap Peninggalan Penjajahan Jepang - Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya". cagarbudaya.kemdikbud.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-08-07. Diakses tanggal 2022-08-13.
- ↑ "lokomotif uap peninggalan jepang di sijunjung sawahlunto - DATATEMPO". www.datatempo.co (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-08-13.
- ↑ Ikita, Rachel Bunga. "Lokomotif Peninggalan Zaman Jepang Ini Saksi Bisu Romusha Pembangunan Rel Kematian di Sumatera Barat - Malang Network". Lokomotif Peninggalan Zaman Jepang Ini Saksi Bisu Romusha Pembangunan Rel Kematian di Sumatera Barat - Malang Network. Diakses tanggal 2025-04-06.
- 1 2 "Cagar Budaya". sidadok.disbud.sumbarprov.go.id. Diakses tanggal 2025-04-06.
- ↑ Rinaldi. "Romusha Hadirkan 220 Km Rel Kereta Api, Muaro Sijunjung hingga Riau - Riau Pos". Romusha Hadirkan 220 Km Rel Kereta Api, Muaro Sijunjung hingga Riau - Riau Pos. Diakses tanggal 2025-04-06.
- ↑ kompas.id (2016-01-23). "Susur Rel: Dua Tahun Jalur Maut Muaro-Pekanbaru * Liputan Khusus Susur Rel 2015". Jelajah Kompas (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-04-06.
- ↑ Ikita, Rachel Bunga. "Lokomotif Peninggalan Zaman Jepang Ini Saksi Bisu Romusha Pembangunan Rel Kematian di Sumatera Barat - Malang Network". Lokomotif Peninggalan Zaman Jepang Ini Saksi Bisu Romusha Pembangunan Rel Kematian di Sumatera Barat - Malang Network. Diakses tanggal 2025-04-06.