LG G2

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
LG G2
LG G2 (Black).jpg
LG G2
Sistem Operasi Orisinal: Android 4.2.2 "Jelly Bean"
Sekarang: Android 4.4.2 "KitKat"
CPU 2.26 GHz quad-core Qualcomm Krait 400
GPU Adreno 330
Memori 2 GB RAM
Layar 5,2 in (130 mm) sisi miring IPS LCD 1920x1080 (424 ppi) dengan Gorilla Glass 2
Konektivitas

LG G2 adalah ponsel pintar Android yang dikembangkan, dipabrikan dan diluncurkan oleh LG Electronics. Sebagai penerus Optimus G yang diluncurkan tahun 2012 dan Optimus G Pro yang diluncurkan tahun 2013, G2 ditunjukkan ke publik di Kota New York pada tanggal 7 Agustus 2013 dan diluncurkan pada bulan September setelahnya. G2 dilengkapi dengan fitur dan hardware sebagai berikut: software LG yang diklaim LG sebagai "learning from you", sound system high fidelity untuk memberikan kualitas audio yang tinggi dan suara yang kencang, layar 52 in (1.300 mm) 1080p yang LG klaim akan mempunyai efisiensi energi yang tinggi dan membolehkan bezel yang sangat kecil, dan juga penempatan tombol power dan volume yang ditempatkan bawah lensa kamera belakang, bukan di bagian sisi layaknya ponsel pintar lainnya.

G2 umumnya mendapat respons positif; G2 dipuji karena usaha LG yang telah sukses membangun ponsel pintar yang dirancang secara apik, terlihat indah, tidak menghamburkan banyak ruang dan kayaakan fitur. G2 juga dipuji karena performa tinggi nya, kualitas layar dan kamera belakangnya yang di stabilisasi kan dan juga baterai yang tidak mudah habis.

Kritikus-kritikus smartphone melihat 2 sisi dari aspek designnya Ada yang mengatakan bahwa design G2 ini yang menempatkan tombol dibawah lensa kamera belakang sangat mudah dan baik untuk digunakan. Namun ada juga sejumlah kritikus yang mengatakan LG seharusnya tetap menggunakan desain LG Optimus G yang menggunakan banyak material kaca, bukan desain plastik yang mirip desain Samsung. LG juga dikritik atas software yang ada di G2. Software G2 terlihat tidak rapih dan banyak fitur-fitur yang sebenarnya tidak diperlukan, banyak kritikus yang memilih menggunakan Android orisinal seperti Nexus 5.