Lompat ke isi

Kosmogoni

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Teori Big Bang, yang menyatakan bahwa alam semesta awalnya berkembang dari materi berkepadatan tinggi atau tak terbatas, merupakan teori mengenai asal-usul alam semesta yang diterima secara luas oleh fisikawan.

Kosmogoni adalah cabang astrofisika yang mempelajari asal dan struktur alam semesta secara luas (berlawanan dengan penelitian asal benda langit secara khusus). Dengan demikian, kosmogoni adalah catatan bagaimana alam semesta terbentuk; dan oleh karena itu, cerita penciptaan dalam Kitab Kejadian adalah suatu kosmogoni, dan ada banyak yang lain, baik ilmiah maupun mitologis.[1][2][3]

Dalam astronomi, kosmogoni mengacu pada studi tentang asal-usul objek atau sistem astrofisika tertentu, dan paling sering digunakan untuk merujuk pada asal-usul alam semesta, Tata Surya, atau sistem Bumi-Bulan. Model kosmologis umum dari perkembangan awal alam semesta adalah teori Ledakan Dahsyat.[4] Dalam mitologi, mitos penciptaan atau mitos kosmogonik adalah kisah yang menggambarkan asal-usul alam semesta atau kosmos.

Dalam mitologi

[sunting | sunting sumber]

Dalam ranah mitologi, mitos penciptaan—atau mitos kosmogoni—adalah kisah yang mengisahkan awal mula alam semesta atau kosmos.

Beragam cara penciptaan alam semesta yang muncul dalam mitos antara lain:

melalui proses metamorfosis,

Mitos penciptaan kerap bersifat etiologis, berupaya menjelaskan asal-usul semesta. Misalnya, Eridu Genesis—mitos penciptaan tertua yang dikenal—memuat kisah tentang terciptanya dunia dari samudra purba (Abzu).[6][7]

Walau berbeda-beda, mitos penciptaan kerap menampilkan dewa atau simbol yang serupa. Sebagai contoh, penguasa para dewa dalam mitologi Yunani, Zeus, memiliki kemiripan dengan penguasa para dewa dalam mitologi Romawi, yakni Yupiter.[8] Demikian pula, dalam mitologi Tagalog, penguasa para dewa dikenal dengan nama Bathala, yang serupa dengan penguasa berbagai panteon dalam mitologi Filipina, seperti Kaptan dari tradisi Bisaya.[9][10]

Representasi alam semesta menurut agama dan kosmogoni Serer

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Ridpath, Ian (2012). A Dictionary of Astronomy. Oxford University Press.
  2. Woolfson, Michael Mark (1979). "Cosmogony Today". Quarterly Journal of the Royal Astronomical Society. 20 (2): 97–114. Bibcode:1979QJRAS..20...97W.
  3. Staff. "γίγνομαι – come into a new state of being". Tufts University. Diakses tanggal 17 September 2014.
  4. Wollack, Edward J. (10 December 2010). "Cosmology: The Study of the Universe". Universe 101: Big Bang Theory. NASA. Diarsipkan dari asli tanggal 14 May 2011. Diakses tanggal 27 April 2011.
  5. Long, Charles. "Creation Myth". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 20 April 2019.
  6. "Eridu Genesis Mesopotamia Epic". Encyclopaedia Britannica. Encyclopaedia Britannica, Inc. 20 July 1998. Diakses tanggal 30 April 2019.
  7. Morris, Charles (1897). "The Primeval Ocean". Proceedings of the Academy of Natural Sciences of Philadelphia. 49: 12–17. JSTOR 4062253.
  8. Thury, Eva; Devinney, Margaret (2017). Introduction to Mythology Contemporary Approaches to Classical and World Myths, 4th ed. Madison Avenue, New York: Oxford University Press. hlm. 4, 187.
  9. Garverza, J. K. (2014). The Myths of the Philippines. University of the Philippines.
  10. Jocano, F. L. (1969). Philippine Mythology. Quezon City: Capitol Publishing House Inc.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
  • Media tentang Cosmogony di Wikimedia Commons