Kolesom jawa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Infobox spesiesKolesom jawa
Talinum paniculatum
Talinum paniculatum.jpg
Taksonomi
SuperdivisiEmbryophyta ·
DivisioTracheophyta ·
UpadivisiSpermatophytina ·
-angiosperms ·
-mesangiosperms ·
-eudicots ·
-core eudicots ·
OrdoCaryophyllales ·
FamiliaTalinaceae ·
GenusTalinum ·
SpesiesTalinum paniculatum
Modifica les dades a Wikidata

Kolesom jawa, som jawa atau ginseng jawa (Talinum paniculatum) adalah spesies tanaman berbunga dari genus Talinum.[1][2][3] Tanaman ini dimanfaatkan sebagai tanaman hias berbunga dan juga digunakan sebagai tanaman obat penambah stamina.[4][5][6][7]

Klasifikasi[sunting | sunting sumber]

Spesies ini telah didesripsikan pada tahun 1760 di bawah basionim dari Portulaca paniculata oleh Nicolaus Joseph von Jacquin (1727-1817), kemudian dimasukkan kembali ke genus Talinum pada tahun 1791 oleh Joseph Gaertner (1732-1791). Dalam klasifikasi filogenetik , Talinum paniculatum termasuk ke dalam suku Talinaceae, yang telah diklaskfikasikan terlebih dahulu ke dalam suku purslane atau Portulacaceae.[1]

Persebaran[sunting | sunting sumber]

Kolesom jawa berasal dari bagian selatan Amerika Serikat, Amerika Latin (seperti Paraguay dan Uruguay) dan Kepulauan Karibia. Tumbuhan ini pula telah ditemukan di Afrika dan juga Asia.[8]

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Daun som jawa diketahui sebagai tanaman obat di Indonesia yang memiliki aktivitas biologi sebagai antibakteri, antiinflamasi, dan memperlancar ASI. Agar dapat digunakan sebagai bahan aktif sediaan obat, perlu dilakukan standarisasi ekstrak untuk menjamin mutu dan keamanannya. Standardisasi ekstrak etanol daun som jawa telah dilakukan sesuai dengan metode standarisasi dari literatur meliputi penentuan parameter spesifik dan nonspesifik.[2]

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol karakteristik berupa ekstrak kental berwarna hijau kecoklatan, rasa pahit dan berbau khas, mengandung kadar senyawa yang larut dalam air sebesar 36,71 ± 1,36%, kadar senyawa yang larut dalam etanol sebesar 18,62 ± 1,76%, kadar air sebesar 11,77 ± 1,64%, kadar abu sebesar 27,57 ± 0,98%, kadar abu tidak larut asam sebesar 27,57 ± 0,98%, berat jenis ekstrak sebesar 0,90412 ± 0,0008 sampai 1,22260 ± 0,0001, total cemaran bakteri < 1x106 koloni/g dan kapang < 2x104 koloni/g dan kadar logam berat Pb ≤ 10,0 ppm. Ekstrak etanol daun som jawa telah memenuhi syarat sebagai ekstrak terstandar sehingga dapat menjadi acuan dalam identifikasi dan kontrol kualitas.[2]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Santa, I. G. P.; Ew, S. Bambang Prajogo (1999). "STUDI TAKSONOMI TALINUM PANICULATUM (JACQ.) GAERTN. DAN TALINUM TRIANGULARE (JACQ.) WILLD". Warta Tumbuhan Obat Indonesia. 5 (4). ISSN 0853-6929. 
  2. ^ a b c Wibowo, FX Sulistyanto; Suharsanti, Ririn (2014-09-06). "Standarisasi Ekstrak Daun Som Jawa (Talinum Paniculatum (Jacq) Gaertn) Untuk Menjamin Mutu Penggunaan Sebagai Obat Herbal". Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik: 180–185. ISSN 1693-7899. 
  3. ^ Martono, Yohanes; Christian, Anggelia Essi; Lestario, Lydia Ninan (2012-05-15). "Aktivitas Antioksidan Daun Ginseng Jawa (Talinum paniculatum Gaertn)". agriTECH (dalam bahasa Inggris). 29 (2). doi:10.22146/agritech.9766. ISSN 2527-3825. 
  4. ^ satuharapan.com, Sinar Kasih. "Satu Harapan: Ginseng Jawa Berkhasiat Menambah Kebugaran". SatuHarapan.com. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  5. ^ Martono, Yohanes; Christian, Anggelia Essi; Lestario, Lydia Ninan (2009). "Aktivitas Antioksidan Daun Ginseng Jawa (Talinum Paniculatum Gaertn)". Agritech: Jurnal Fakultas Teknologi Pertanian UGM. 29 (2). ISSN 0216-0455. 
  6. ^ Time, Padang. "TANAMAN POHON GINSENG JAWA BANYAK MANFAAT UNTUK TUBUH | Padang Time". Diakses tanggal 2019-09-01. 
  7. ^ "Manfaat Ginseng jawa/Som Jawa ( talinum paniculatum)". herbahusada.com. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  8. ^ "Taxonomy - GRIN-Global Web v 1.10.5.0". npgsweb.ars-grin.gov. Diakses tanggal 2019-09-01.