Lompat ke isi

Keresidenan Bagelen

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Karesidenan Bagelen
Keresidenan Hindia Belanda
1830–1931

Lokasi Karesidenan Bagelen pada Abad 19 Saat itu Ibukota Residen Bagelen (bulatan merah) berada di Karanganyar, Kebumen sebelum berpindah kembali ke Purworejo.
Ibu kota
Sejarah
Era sejarahHindia Belanda
 Didirikan
1830
 Pembentukan Keresidenan
27 September 1830
 Bergabung dengan Keresidenan Kedu
1 Agustus 1901
 Pembentukan kembali
1 Juli 1928
 Bergabung kembali dengan Keresidenan Kedu
1931
Sekarang bagian dariIndonesia Indonesia

Keresidenan Bagelen merupakan bekas keresidenan di wilayah Jawa Tengah pada masa Hindia Belanda. Keresidenan ini dibentuk pada 27 September 1830, setelah kekalahan penduduk Jawa pada Perang Jawa dari tahun 1825 hingga 1830, yang berakibat daerah ini dianeksasi oleh pemerintah kolonial Belanda. Wilayah ini bertahan dari 1830 hingga 1901, kemudian bergabung dengan Keresidenan Kedua. Pada tahun 1928, wilayah Bagelen ditingkatkan lagi menjadi Keresidenan hingga tahun 1931.[2]

Pembagian administratif

[sunting | sunting sumber]

Keresidenan ini awalnya terbagi menjadi 4 afdeling, kemudian menjadi 5 afdeling setelah pemekaran afdeling, yakni:[3][4]

Nama Ibukota Wilayah modern
Nama BelandaNama lokal
Afdeling Poerworedjo Afdeling Purworejo Koetoardjo
Afdeling Pandjer Afdeling Pandjer Keboemen Wilayahnya meliputi bagian barat Kabupaten Kebumen serta sebagian timur Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap
Afdeling Karang-Anjar Afdeling Karanganjar Karanganjar Wilayahnya meliputi bagian timur Kabupaten Kebumen
Afdeling Ledok Afdeling Ledok Wonosobo Wilayah sebagian besar Kabupaten Wonosobo
Afdeling Ambal Afdeling Ambal

Keresidenan Bagelen dipimpin oleh seorang Residen yang ditunjuk oleh Pemerintah Hindia Belanda. Secara kesuluruhan, sebanyak 23 residen yang pernah memimpin Keresidenan Bagelen. Jacob Willem Hendrik Smissaert merupakan pejabat residen pertama yang menjabat pada 1830. Pieter Merkus Lambertus de Bruijn Prince merupakan pejabat terakhir sebelum bergabung dengan Keresidenan Kedu untuk kali pertama pada 1901.

Jan Scipio de Kanter menjabat sebagai residen ketika wilayah keresidenan Bagelen dimekarkan lagi pada 1928, kemudian Henri Helenius de Cock menjadi pejabat terakhir Keresidenan sebelum bergabung kembali dengan Keresidenan Kedu untuk kedua kalinya pada tahun 1931.[5]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Weitzel, August Wilhelm Philip (1853). De oorlog op Java van 1825 tot 1830: hoofdzakelijk bewerkt naar de nagelatene papieren. Te Breda, bij Broose & Comp. hlm. 238, 454, 554.
  2. Putri, Risa Herdahita (25 Februari 2021). "Dari Bagelen ke Purworejo". Historia.id. Diakses tanggal 31 Juli 2025.
  3. Harmsen, Leendert Karel (1875). Bahoewa ini ilmoe boemi ija-itoe pada menjatakan perihal tanah kepoelauwan hindija di sabelah Timor jang di bawah perentah goewernemen Holanda. Olgivie & Co. hlm. 36, 51. Diakses tanggal 31 Juli 2025.
  4. Deel, Tweede (1863). Veth, Pieter Johannes (ed.). Aardrijkskundig en statistisch woordenboek van Nederlandsch Indië: bewerkt naar de jongste en beste berigten – Volume 2. P. N. Kampel & National Library of the Netherlands. hlm. 27, 29, 32–33, 58, 64, 90, 110, 113–114, 135, 298, 335, 359, 454, 544, 557, 594, 742, 785.
  5. "Dutch East Indies Colonial Civil Servants". WikiTress.com. Diakses tanggal 24 Juli 2025.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]