Keratitis Acanthamoeba

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Keratitis Acanthamoeba
Parasite140120-fig1 Acanthamoeba keratitis Figure 1B.png
Observasi fluoresen terhadap mata yang mengalami keratitis Acanthamoeba
SpesialisasiOftalmologi, penyakit infeksi Sunting ini di Wikidata
KomplikasiKebutaan
Faktor risikoPemakai lensa kontak, persediaan air yang terkontaminasi, kelas sosialekonomi bawah
PerawatanObat topikal, operasi, transplantasi kornea
Frekuensi1,2–3 juta setiap tahun; 1 dari 10.000 pemakai lensa kontak[1]

Keratitis Acanthamoeba adalah penyakit langka yang terjadi ketika amuba dari genus Acanthamoeba menyerang kornea mata manusia.[2] Acanthamoeba adalah protozoa yang dapat ditemui di tanah dan air dan dapat mengakibatkan infeksi terhadap kulit, mata dan, sistem saraf pusat.[3] Infeksi kornea yang diakibatkan oleh Acanthamoeba sulit untuk ditangani dengan obat-obatan biasa, dan keratitis Acanthamoeba dapat mengakibatkan kebutaan.[4][5]

Patogenesis[sunting | sunting sumber]

Di Amerika Serikat, keratitis Acanthamoeba selalu terkait dengan penggunaan lensa kontak.[6] Amuba Acanthamoeba biasanya mencapai mata lewat lensa kontak yang terkontaminasi, misalnya lensa kontak yang dicuci dengan air keran atau lensa kontak yang digunakan saat berenang atau berendam.[7][8] Namun, amuba juga dapat mencapai mata karena terpapar tanah atau tumbuhan, atau jika terjadi trauma (luka berat).[2] Kasus pertama keratitis Acanthamoeba bahkan terjadi akibat trauma mata.[2] Setelah menempel di lensa kontak, Acanthamoeba dapat bertahan di rongga yang berada di antara lensa dengan permukaan mata.[8][9][10] Lensa kontak lunak lebih menempel pada permukaan kornea daripada lensa keras, sehingga organisme Acanthamoeba dapat mengikat pada glikoprotein termanosilasi di permukaan kornea.[11] Ekspresi protein-protein tersebut pada permukaan kornea meningkat akibat penggunaan lensa kontak.[10] Peningkatan konten glikoprotein ditambah dengan mikrotrauma pada permukaan epitelial kornea akibat penggunaan lensa kontak meningkatkan risiko infeksi.[11][12] Begitu amuba dapat mengakses permukaan mata, organisme tersebut dapat menyerang lewat jaringan epitel dan membran Bowman. Kadang-kadang infeksi terjadi di sekitar jaringan kornea dan memicu keratoneuritis radial, sehingga mengakibatkan nyeri luar biasa. Gejala ini juga dapat terjadi pada keratitis bakteri dan virus, dan hal ini dapat mengakibatkan kesalahan diagnosis.[10][11][13] Amuba juga dapat menyerang lebih dalam; dengan menggunakan metaloproteinase, organisme tersebut dapat masuk ke dalam stroma kornea.[11] Namun, amuba sangat jarang mengakibatkan infeksi di dalam mata (endoftalmitis) akibat respon neutrofil yang kuat di bilik anterior bola mata.[10][11]

Walaupun penyakit keratitis Acanthamoeba sebagian besar berlangsung pada orang yang mengenakan lensa kontak, penyakit ini juga dapat muncul pada mereka yang tidak mengenakannya, khususnya di luar Amerika Serikat.[14][15] Untuk orang yang tidak memakai lensa, risiko terbesar berasal dari trauma mata dan air yang terkontaminasi.[16] Faktor lain yang dapat semakin meningkatkan risiko adalah persediaan air di rumah yang tercemar serta kelas sosioekonomi rendah. Infeksi juga lebih sering ditemui di wilayah beriklim tropis atau subtropis.[16]

Faktor inang mungkin juga berpengaruh terhadap risiko munculnya penyakit keratitis Acanthamoeba. Kajian terhadap pengguna lensa kontak di Britania Raya, Jepang, dan Selandia Baru menemukan bahwa 400 hingga 800 dari setiap 10.000 pengguna lensa kontak yang tidak memiliki gejala keratitis ternyata memiliki lensa yang terkontaminasi dengan Acanthamoeba.[4] Namun, tingkat keratitis Acanthamoeba di antara mereka hanya 0,01 hingga 1,49 dari setiap 10.000 pengguna lensa kontak.[4] Terdapat kemungkinan bahwa kerusakan jaringan epitel kornea, pH permukaan mata, komposisi selaput air mata, dan tingkat antibodi anti-Acanthamoeba pada selaput air mata juga berpengaruh terhadap risiko terjadinya keratitis Acanthamoeba.[4][6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Acanthamoeba Infection: Background, Pathophysiology, Epidemiology". Medscape Reference. 2020-03-26. Diakses tanggal 2020-05-30. 
  2. ^ a b c Scruggs, Brittni A.; Quist, Tyler S.; Salinas, Jorge L.; Greiner, Mark A.; et al. (2019). Notes from the Field: Acanthamoeba Keratitis Cases — Iowa, 2002–2017. Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR). 
  3. ^ "CDC - Acanthamoeba Infection". www.cdc.gov (dalam bahasa Inggris). 2017-06-21. Diakses tanggal 2018-11-06. 
  4. ^ a b c d Lorenzo-Morales J, Khan NA, Walochnik J (2015). "An update on Acanthamoeba keratitis: diagnosis, pathogenesis and treatment". Parasite. 22: 10. doi:10.1051/parasite/2015010. PMC 4330640alt=Dapat diakses gratis. PMID 25687209.  publikasi akses terbuka - bebas untuk dibuka
  5. ^ "CDC - Acanthamoeba Infection - General Information - Acanthamoeba Keratitis FAQs". Cdc.gov. Diakses tanggal 2013-08-02. 
  6. ^ a b Auran JD, Starr MB, Jakobiec FA (1987). "Acanthamoeba keratitis. A review of the literature". Cornea. 6 (1): 2–26. doi:10.1097/00003226-198706010-00002. PMID 3556011. 
  7. ^ Ahmad SS (2018-07-01). "Water related ocular diseases". Saudi Journal of Ophthalmology. 32 (3): 227–233. doi:10.1016/j.sjopt.2017.10.009. PMC 6137694alt=Dapat diakses gratis. PMID 30224888. 
  8. ^ a b JOHN D.T. (1993) Opportunistically pathogenic free-living amebae. In: J.P. Kreier and J.R. Baker (Eds.), Parasitic Protozoa. Vol. 3. Academic Press, New York, hlm. 143–246.
  9. ^ Badenoch PR, Adams M, Coster DJ (February 1995). "Corneal virulence, cytopathic effect on human keratocytes and genetic characterization of Acanthamoeba". International Journal for Parasitology. 25 (2): 229–39. doi:10.1016/0020-7519(94)00075-Y. PMID 7622330. 
  10. ^ a b c d Niederkorn JY, Alizadeh H, Leher H, McCulley JP (May 1999). "The pathogenesis of Acanthamoeba keratitis". Microbes and Infection. 1 (6): 437–43. doi:10.1016/S1286-4579(99)80047-1. PMID 10602676. 
  11. ^ a b c d e pubmeddev. "Update on Acanthamoeba Keratitis: Diagnosis, Treatment, and Outcomes - PubMed - NCBI". www.ncbi.nlm.nih.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-11-12. 
  12. ^ Anger C, Lally JM (September 2008). "Acanthamoeba: a review of its potential to cause keratitis, current lens care solution disinfection standards and methodologies, and strategies to reduce patient risk". Eye & Contact Lens. 34 (5): 247–53. doi:10.1097/ICL.0b013e31817e7d83. PMID 18779663. 
  13. ^ Alfawaz A (July 2011). "Radial keratoneuritis as a presenting sign in acanthamoeba keratitis". Middle East African Journal of Ophthalmology. 18 (3): 252–5. doi:10.4103/0974-9233.84062. PMC 3162742alt=Dapat diakses gratis. PMID 21887085. 
  14. ^ Sharma S, Garg P, Rao GN (October 2000). "Patient characteristics, diagnosis, and treatment of non-contact lens related Acanthamoeba keratitis". The British Journal of Ophthalmology. 84 (10): 1103–8. doi:10.1136/bjo.84.10.1103. PMC 1723254alt=Dapat diakses gratis. PMID 11004092. 
  15. ^ Bharathi JM, Srinivasan M, Ramakrishnan R, Meenakshi R, Padmavathy S, Lalitha PN (2007). "A study of the spectrum of Acanthamoeba keratitis: a three-year study at a tertiary eye care referral center in South India". Indian Journal of Ophthalmology. 55 (1): 37–42. doi:10.4103/0301-4738.29493alt=Dapat diakses gratis. PMID 17189885. 
  16. ^ a b Garg P, Kalra P, Joseph J (November 2017). "Acanthamoeba keratitis". Indian Journal of Ophthalmology. 65 (11): 1079–1086. doi:10.4103/ijo.IJO_826_17. PMC 5700572alt=Dapat diakses gratis. PMID 29133630.