Kebakaran hutan Brasil 2019

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kebakaran hutan Brasil 2019
(Teks alternatif untuk gambar)
Citra kebakaran hutan di Amazon
TanggalJanuari 2019 hingga sekarang
LokasiBrasil

Telah terjadi kebakaran hutan di hutan Amazon[1]. Kebakaran yang terjadi di Brasil pada hutan Amazon telah mencapai rekor terparah pada tahun ini. Berdasarkan INPE, mendeteksi ada 72.843 kebakaran hutan tercatat di Brasil selama tahun 2019, data tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 80% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hingga asap dapat dilihat di luar angkasa[2]. Pada kemarau ini kebakaran hutan cenderung meningkat disebabkan oleh lahan dibuka untuk membuka jalan bagi tanaman. Tapi, WWF menyalahkan angka percepatan deforestasi yang meningkat tajam tahun ini.

Kebakaran hutan yang mencapai rekor terparah ini, terjadi semenjak Presidan Jair Bolsonaro berniat mengembangkan wilayah Amazon untuk pertanian dan pertambangan. Langkah itu menuai kekhawatiran internasional akan meningkatnya deforestasi.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Hutan Amazon memiliki luas 670.000.000 hektar (1,7 × 109 hektar),[3] di mana 60 persen dari seluruhnya terletak di Brasil.[4][5] Dari perspektif iklim global, Amazon telah menjadi penyerap karbon dioksida terbesar di dunia, dan diperkirakan dapat menangkap hingga 25% dari generasi karbon dioksida global menjadi tanaman dan biomassa lainnya. Tanpa hutan ini, konsentrasi karbon dioksida atmosfer akan meningkat dan berkontribusi terhadap suhu global yang lebih tinggi. Hal ini membuat kelangsungan hidup Amazon menjadi perhatian global.[6] Selain itu, hutan ini juga menghasilkan uap air dalam jumlah yang signifikan melalui transpirasi yang menempuh jarak yang sangat jauh ke bagian lain Amerika Selatan dan berkontribusi pada presipitasi di wilayah ini.[7] Karena perubahan iklim global yang sedang berlangsung, para ilmuwan lingkungan telah mengemukakan kekhawatiran bahwa Amazon dapat mati secara permanen, tanah akan menjadi lebih tandus seperti sabana oleh karena perubahan yang terjadi dan semakin diperburuk oleh kegiatan antropogenik.[8]

Karena peningkatan jumlah kebakaran yang drastis di Amazon, pemerintah Brasil mulai menggunakan pesawat pemadam kebakaran sejak tahun 2012. Sementara itu, pada tahun 2014, USAID juga memberi bantuan dengan mengajarkan masyarakat setempat mengenai cara memadamkan api kebakaran.[9]

Dokumentasi kebakaran hutan berdasarkan tahun dan negara bagian[sunting | sunting sumber]

Jumlah kebakaran hutan yang terdeteksi oleh INPE dari 1 Januari hingga 22 Agustus[10]
Tahun
Negara bagian
2013 Beda% 2014 Beda% 2015 Beda% 2016 Beda% 2017 Beda% 2018 Beda% 2019
Acre 700 10% 775 4% 806 134% 1,890 -58% 791 7% 851 197% 2,533
Alagoas 128 -9% 116 69% 196 -60% 78 5% 82 -25% 61 19% 73
Amazonas 1,494 99% 2,977 21% 3,616 26% 4,577 8% 4,948 -42% 2,870 151% 7,225
Amapá 27 77% 48 -8% 44 -13% 38 -55% 17 111% 36 -52% 17
Bahia 2,133 -28% 1,528 11% 1,703 45% 2,475 -38% 1,516 -22% 1,177 90% 2,245
Ceará 274 4% 285 22% 348 29% 450 -56% 194 65% 321 -4% 306
Federal District 52 134% 122 -60% 48 231% 159 -30% 110 -64% 39 51% 59
Espírito Santo 179 -35% 115 119% 252 44% 365 -76% 87 1% 88 160% 229
Goiás 1,338 41% 1,892 -19% 1,520 57% 2,393 -25% 1,792 -24% 1,346 22% 1,653
Maranhão 4,003 81% 7,247 7% 7,822 -16% 6,506 -31% 4,460 -11% 3,951 23% 4,880
Minas Gerais 1,933 24% 2,414 -37% 1,509 90% 2,873 -31% 1,971 -20% 1,564 75% 2,739
Mato Grosso do Sul 1,322 -27% 954 109% 1,999 7% 2,153 9% 2,367 -54% 1,071 278% 4,056
Mato Grosso 7,631 34% 10,267 -15% 8,695 50% 13,078 -33% 8,662 -14% 7,408 91% 14,157
Pará 3,092 170% 8,349 -4% 7,967 -3% 7,709 24% 9,590 -65% 3,330 198% 9,952
Paraíba 71 67% 119 -34% 78 -6% 73 -45% 40 60% 64 20% 77
Pernambuco 173 -5% 164 48% 244 -63% 90 36% 123 -22% 95 36% 130
Piauí 1,440 123% 3,223 -19% 2,599 -7% 2,416 -34% 1,581 85% 2,933 -25% 2,176
Paraná 1,298 -23% 992 20% 1,196 44% 1,724 -10% 1,540 -1% 1,511 12% 1,697
Rio de Janeiro 173 101% 348 -1% 343 0% 346 -30% 241 -41% 140 182% 396
Rio Grande do Norte 69 -17% 57 36% 78 -28% 56 23% 69 21% 84 -31% 58
Rondônia 693 210% 2,151 46% 3,156 -2% 3,073 -12% 2,700 -29% 1,908 203% 5,787
Roraima 950 84% 1,757 -14% 1,499 136% 3,541 -82% 616 221% 1,981 132% 4,608
Rio Grande do Sul 890 33% 1,192 -25% 894 150% 2,242 -37% 1,399 -27% 1,009 80% 1,817
Santa Catarina 958 -49% 481 32% 635 112% 1,352 -23% 1,034 -15% 873 13% 988
Sergipe 155 -56% 68 122% 151 -53% 70 -2% 68 8% 74 -16% 62
São Paulo 1,274 46% 1,872 -42% 1,078 104% 2,208 -29% 1,565 38% 2,172 -30% 1,516
Tocantins 4,095 36% 5,578 -12% 4,909 50% 7,375 -32% 4,995 -23% 3,829 54% 5,900
Total 36,545 50% 55,091 -3% 53,385 29% 69,310 -24% 52,558 -22% 40,786 84% 75,336

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Utomo, Happy Ferdian Syah (22 Agustus 2019). "Hutan Hujan Amazon Brasil Dilanda Kebakaran Terparah dalam Sejarah". Liputan6. Brasilia. Diakses tanggal 22 Agustus 2019. 
  2. ^ Redaksi (21 Agustus 2019). "Kebakaran Parah Hutan Amazon Bisa Terlihat dari Luar Angkasa". CNN Indonesia. Jakarta. Diakses tanggal 22 Agustus 2019. 
  3. ^ D’Amore, Rachael (21 Agustus 2019). "Amazon rainforest fires: What caused them and why activists are blaming Brazil's president". Global News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 25 Agustus 2019. 
  4. ^ "Forest fires in the Amazon blacken the sun in São Paulo - Darkness on the edge of town", The Economist (dalam bahasa Inggris), 22 Agustus 2019, diakses tanggal 25 Agustus 2019 
  5. ^ "Deforestation dropped 18% in Brazil's Amazon over past 12 months". Associated Press (dalam bahasa Inggris). Sao Paulo. 26 November 2014. ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 25 Agustus 2019 – via The Guardian. 
  6. ^ Yude Pan, Richard A. Birdsey, Jingyun Fang, Richard Houghton, Pekka E. Kauppi, Werner A. Kurz, Oliver L. Phillips, Anatoly Shvidenko, Simon L. Lewis, Josep G. Canadell, Philippe Ciais, Robert B. Jackson, Stephen W. Pacala, A. David McGuire, Shilong Piao, Aapo Rautiainen, Stephen Sitch, Daniel Hayes. "A Large and Persistent Carbon Sink in the World's Forests". Science (dalam bahasa Inggris). 333 (6045): 988–993. doi:10.1126/science.1201609. 
  7. ^ "Flying Rivers – how forests affect water availability downwind and not just downstream". Food and Agriculture Organization (dalam bahasa Inggris). 15 Juli 2019. Diakses tanggal 25 Agustus 2019. 
  8. ^ Yadvinder Malhi, Luiz E. O. C. Aragão, David Galbraith, Chris Huntingford, Rosie Fisher, Przemyslaw Zelazowski, Stephen Sitch, Carol McSweeney, and Patrick Meir (8 Desember 2009). "Exploring the likelihood and mechanism of a climate-change-induced dieback of the Amazon rainforest". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (dalam bahasa Inggris). 106 (49): 20610–20615. doi:10.1073/pnas.0804619106. 
  9. ^ Koebler, Jason (15 April 2014). "The Amazon Is Burning, and It Doesn't Have the Firefighters to Stop It". Vice (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 25 Agustus 2019. 
  10. ^ "Situação Atual". queimadas.dgi.inpe.br (dalam bahasa Portugis). 23 Agustus 2019. Diakses tanggal 25 Agustus 2019.