Kapitan Telukabessy

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Kapitan Ahmad Leikawa atau setelah menjadi seorang panglima perang terkenal dengan nama Kapitan Telukabessy adalah Pahlawan daerah Maluku yang menentang VOC pada pertengahan abad 17 atau tepatnya antara tahun 1636-1646.

Penjajahan VOC di Maluku[sunting | sunting sumber]

Sama seperti daerah lainnya di Maluku pada abad 17 satu demi satu kepulauan dan negeri-negeri jatuh pada penguasaan bangsa asing mulai dari Portugis, Spanyol, dan terakhir Belanda. Penjajahan dan monopoli dagang Belanda melalui VOC menimbulkan perlawanan di mana-mana.

Perlawanan Telukabessy[sunting | sunting sumber]

Telukabessy adalah seorang Kapitan yang berpengaruh waktu itu di Negeri Hausihu//Morella Hitu.

Menurut legenda, Telukabessy mendapatkan kehormatannya adalah karena ketika masih muda pada tahun 1614 dia pernah melubangi hingga tenggelam sebuah kapal Portugis yang mendarat di Pelabuhan Hitu, dengan cara menyelam ke bawah kapal dengan membawa pahat dan palu.


Sebuah topi besi yang dipercayai milik Kapitan Telukabessy yang masih disimpan oleh Marga Leikawa.

Perang Wawane atau Perang Hitu II yang dikobarkan oleh Kapitan Kakiali di Jazirah Leihitu Pulau Ambon menentang monopoli dan Pelayaran Hongi oleh VOC yang di Belanda disebut sebagai "Hongistochten Orloog" atau "Perang Hongistochten" berlangsung selama 9 tahun yang berakhir dengan jatuhnya Benteng Kapahaha tanggal 27 Juli 1646. Dalam perlawanannya Kapitan Kakiali setelah beliau ditangkap dan diasingkan ke Batavia, perang dilanjutkan oleh Kapitan Telukabessy dibantu oleh Kerajaan Gowa yang mengirim "Tiga Tubarani" Karaeng Tulisi,Karaeng Mangappa dan Karaeng Jipang untuk membantu memerangi armada Kompeni di sekitar perairan Jazirah Hitu. Walaupun Benteng Kapapaha jatuh tapi itu tidak berhasil menangkap sang Kapitan tetapi banyak sekali tentara rakyat yang ditawan VOC dan selanjutnya dijadikan Sandera. Akhirnya Kapitan Telukabessy meninggal dengan cara dijatuhi Hukuman Mati melalui Tiang Gantungan di Kota Ambon setelah dia menyerah untuk menukar nyawanya dengan nyawa tentara rakyat yang ditawan VOC setelah jatuhnya Benteng Kapahaha.

Jalannya Peperangan[sunting | sunting sumber]

Perlawanan tersebut sangat merugikan kepentingan Kompeni, maka Gubernur Jenderal VOC waktu itu Antonio van Diemen memerintahkan penumpasan dengan segera dan segala cara.

Antonio van Diemen . Gubernur Jenderal VOC Jaman Perlawanan Telukabessy.

Peperangan dimulai dengan diserangnya Benteng Kapahaha yang merupakan sebuah Benteng Alam, oleh pasukan Kompeni yang mendarat di pantai Teluk Sawatelu dan mendirikan markas. Peperangan berlangsung lama hingga meluas ke seluruh Pulau Ambon baik di Hitu atau Leitimor hingga benteng Kapahaha itu jatuh, di 9 tahun kemudian setelah diserang berulang kali.

Akhir Peperangan[sunting | sunting sumber]

Setelah Kapitan Telukabessy dihukum, pasukannya mendapatkan amnesti dari VOC. Untuk melepaskan semua dendam akibat perang maka diadakan upacara "pukul sapu". Pasukan rakyat yang tidak mau kembali ke negerinya diserap sebagai tentara Kompeni untuk digunakan bagi menaklukan wilayah Nusantara lainnya, diantaranya yang terkenal adalah pasukan Kapitan Jonker asal Pulau Manipa.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • *Warisan Kapitan Telukabessy Di Negeri Seribu Bukit, Pukul Sapu sebuah budaya perang-perangan untuk mengenang Kapitan Telukabessy.

http://nasional.kompas.com

  • Baju Zihrah dan Topi Kapitan Telukabessy.

www.pinterst.com

  • Perang Gowa.

Buku Sejarah Nasional Indonesia.

  • Kapitan Jonker, Sang Legenda.